KPAI Minta Murid SD yang Mengaku Diculik Tidak Dibully

MerahPutih.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendatangi pihak sekolah dan keluarga siswa SDN Tanjung Duren 01 Pagi Jakarta Timur.

Dalam kagiatan itu, KPAI mengimbau agar pihak sekolah turut serta menciptakan lingkungan yang aman bagi ketiga siswanya, yaitu PI, S dan SF. KPAI meminta kepala sekolah, guru dan wali kelas untuk menghindari potensi bullying kepada ketiga siswanya tersebut.

Sebelumnya, PI, S, SF mengaku menjadi korban penculikan lewat video yang beredar di dunia maya. Belakangan kasus penculikan itu hoax setelah polisi melakukan olah TKP.

"KPAI datang dengan kepentingan agar anak ini tidak jadi sasaran bully, jadi kita datang ke sekolah karena ini lingkungan kedua anak, kita minta kepala sekolah, guru dan wali kelas untuk menciptakan situasi agar anak tidak dibully di lingkungan sekolah," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti kepada merahputih.com.

Selain itu, KPAI juga mengunjungi pihak keluarga salah satu siswa, PI. Tujuannya adalah memberikan motivasi bagi keluarga agar tidak menyudutkan apa yang dilakukan PI.

"Kita juga mengharapkan keluarga untuk tidak menekannya, justru harus didorong memberikan kepercayaan diri, semangat agar tidak tertekan," ucap Retno.

Saat berkunjung kata Retno, PI terlihat sehat dan ceria. Hanya saja sedikit lesu karena kecapaian.

"Sehat cuma akan terlihat kecapaian mungkin karena habis pemeriksaan, saat ditanya juga dia menjawab," ungkapnya. (FDI)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH