Kowani Tegaskan Promo Perkawinan Anak Oleh Aisha 'WO' Langgar UU Jasa pernikahan Aisha Weddings. Foto: Istimewa

Merahputih.com - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengecam promosi perkawinan anak yang dilakukan oleh satu organisator pesta pernikahan, Aisha Wedding Organizer.

"Kowani menyatakan dengan tegas bahwa Aisha Wedding Organizer (WO) melanggar UU No. 16/2019 tentang perkawinan dan UU No. 35 tentang Perlindungan Anak," ujar Giwo saat dihubungi, Kamis (11/2).

Baca Juga

PPKM Mikro, Pemkot Surabaya Izinkan Gelar Resepsi Pernikahan dengan Syarat

Ia menjelaskan bahwa menurut Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 sebagai Perubahan Atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, batas usia minimal untuk menikah bagi laki-laki dan perempuan 19 tahun.

Giwo juga mengatakan bahwa perkawinan pada usia anak membahayakan kesehatan dan keselamatan perempuan pada saat hamil dan bayi yang dia kandung.

Perkawinan anak, membuat anak perempuan hamil dan melahirkan pada usia dini, pada masa organ reproduksinya belum siap untuk hamil dan melahirkan, dan kondisi itu bisa membahayakan keselamatan ibu dan bayi.

Ilustrasi (Foto: pixabay/pexels)

"Makin muda usia ibu saat melahirkan, makin besar kemungkinannya untuk melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah (BBLR). BBLR akan berlanjut menjadi balita gizi kurang dan berlanjut ke usia anak sekolah dengan berbagai konsekuensinya," kata Giwo.

"Selain itu, melakukan hubungan seksual pada usia masih sangat muda meningkatkan risiko timbulnya kanker leher rahim di kemudian hari," ia menambahkan.

Giwo mengemukakan bahwa secara psikologis perempuan yang menikah pada usia terlalu dini juga belum siap menjadi istri dan ibu dan kondisi yang demikian bisa mendatangkan dampak negatif pada kehidupan keluarga mereka.

Baca Juga

2021 Belum Aman Gelar Pesta Pernikahan

Perkawinan pada usia anak, sebagaimana dikutip Antara, juga dapat menyebabkan tidak terpenuhinya hak dasar anak seperti hak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, hak sipil anak, hak kesehatan, hak pendidikan, dan hak sosial anak.

Kowani adalah federasi organisasi perempuan yang berdiri 22 Desember 1928 dan saat ini mencakup 98 organisasi perempuan di tingkat nasional. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tersebar sampai AS, Harta Calon Panglima TNI Didominasi Rumah Hibah tanpa Akta
Indonesia
Tersebar sampai AS, Harta Calon Panglima TNI Didominasi Rumah Hibah tanpa Akta

Dalam LHKPN tersebut, jenderal bintang empat itu tercatat memiliki harta kekayaan Rp 179,99 miliar, Andika perkasa terakhir melaporkannya

Menag Keluarkan Panduan Penyelenggaraan Peringatan Kenaikan Isa Almasih
Indonesia
Menag Keluarkan Panduan Penyelenggaraan Peringatan Kenaikan Isa Almasih

Umat Kristen dan Katolik akan memperingati Kenaikan Isa Almasih pada 13 Mei 2021, dalam suasana pandemi COVID-19.

[Hoaks atau Fakta]: Air Rebusan Belimbing Wuluh Jadi Obat COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Air Rebusan Belimbing Wuluh Jadi Obat COVID-19

Belum ada penelitian yang menyebutkan satu makanan tertentu termasuk air rebusan belimbing wuluh dapat menyebuhkan atau mencegah dari tertular COVID-19.

Banyak Kasus Mangkrak Jadi Dalih KPK Baru Tahan Psikolog Andririni Yaktiningsasi
Indonesia
Banyak Kasus Mangkrak Jadi Dalih KPK Baru Tahan Psikolog Andririni Yaktiningsasi

Revisi anggaran dilakukan dengan mengalokasikan tambahan anggaran pada pekerjaan Pengembangan SDM dan strategi korporat

Ini Susunan Keanggotaan Pansus RUU Otonomi Khusus Papua
Indonesia
Ini Susunan Keanggotaan Pansus RUU Otonomi Khusus Papua

Sembilan Fraksi yang ada di parlemen mengirimkan perwakilannya untuk menjadi Anggota Pansus RUU Otsus Papua.

Setelah Dinyatakan Teroris, TNI-Polri Dikirim Lagi ke Ilaga Buru KKB
Indonesia
Setelah Dinyatakan Teroris, TNI-Polri Dikirim Lagi ke Ilaga Buru KKB

pengiriman pasukan TNI dan polisi ke Ilaga itu tidak lepas dari semakin masifnya kelompok bersenjata menebar teror dan kekerasan terhadap masyarakat maupun aparat keamanan.

Muntahkan Guguran Awan Panas Tiga Kali, Potensi Bahaya Merapi Beralih ke Barat Daya
Indonesia
Muntahkan Guguran Awan Panas Tiga Kali, Potensi Bahaya Merapi Beralih ke Barat Daya

Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan meliputi area dalam radius lima kilometer dari puncak gunung

113 Juta Warga Sudah Divaksin, Penambahan Kasus Positif COVID-19 460
Indonesia
113 Juta Warga Sudah Divaksin, Penambahan Kasus Positif COVID-19 460

Penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Azis Syamsuddin Klaim tak Punya Orang Dalam di KPK Selain AKP Robin
Indonesia
Azis Syamsuddin Klaim tak Punya Orang Dalam di KPK Selain AKP Robin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Senin (11/10). Dia diperiksa sebagai tersangka kasus suap penanganan perkara di Lampung Tengah.

Satgas Pamtas Bagikan Tas Sekolah di Pegunungan Bintang Papua
Indonesia
Satgas Pamtas Bagikan Tas Sekolah di Pegunungan Bintang Papua

pendistribusian tas sekolah tersebut dilakukan secara langsung kepada dewan guru dan anak-anak yang diawali penyerahan secara simbolis lalu dibagikan tas sekolah satu persatu kepada anak-anak di SD Inpres Dimbalib Serambakon.