Kota Serang Malam Ini Dibombardir Dua Pertunjukan Wayang Di Tempat Berbeda Ilustrasi (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

IBUKOTA propinsi di ujung barat pulau jawa, dipastikan akan terjadi perang wayang, dimana dua dalang ksatria wayang yang sama-sama punya nama besar hadir untuk menunjukan kekuatannya masing-masing.

Di sisi timur, tepatnya di alun-alun Kota Serang, akan tampil Ki Dalang Wawan Ajen, sementara di sebelah barat, tepatnya di Taman Budaya Banten yang merupakan kawasan eks gubernemen Banten pada era kolonial akan tampil Ki Dalang Tavip.

Yang mengundang keduanya untuk tampil juga berbeda, penampilan Wayang Ajen diundang oleh pihak Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Banten. Sementara Wayang Tavip diundang oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Dewan Kesenian Banten.

Tentu saja dua pertunjukan yang berakar dari tradisi nenek moyang orang nusantara tersebut akan 'berebut' pemirsa, baik masyarakat luar, maupun masyarakat Banten sendiri.

Lalu yang mana yang paling menarik?

Dari pembicaraan merahputih.com dengan kedua Dalang pada Sabtu (25/11/2017) pagi, keduanya memang sama-sama menarik namun punya keunikan berbeda.

Ki Dalang Tavip yang ditemui di Kawasan Taman Budaya Banten, mengatakan berbagai hal yang membedakan Wayang Tavip dari wayang konvensional, salah satunya adalah tentang tampilan visual dimana kita menonton wayang, tetapi rasanya seperti menonton film.

"Ada yang tidak percaya bahwa gambar yang tampil adalah gerak saya (Dalang) pada saat itu juga, sampai menengok langsung kebalik layar, " katanya.

Sementara itu Ki Dalang Wawan Ajen yang ditemui beberapa jam sesudahnya di alun-alun Kota Serang mengatakan, Wayang Ajen adalah rekonstruksi dari 12 tatanan yang ada dalam tradisi wayang golek.

"Ajen itu artinya nilai, bagaimana agar setting panggung, wayang golek, juga penontonnya semua dihargai," katanya. (*)

Artikel ini ditulis berdasarkan liputan Sucitra De, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Banten dan sekitarnya.

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sandal Jepit, Bawaan Wajib Orang Indonesia saat Pelesiran
Travel
Sandal Jepit, Bawaan Wajib Orang Indonesia saat Pelesiran

Sandal jepit sudah menjadi elemen penting bagi orang Indonesia saat pelesiran.

Generasi Muda, Rayakan HUT ke-75 RI dengan Kontribusi Positif untuk Negeri
Indonesiaku
Generasi Muda, Rayakan HUT ke-75 RI dengan Kontribusi Positif untuk Negeri

Merayakan kemerdekaan Indonesia dengan berkontribusi untuk negara.

Penyebab Harga Tiket Wisata Lokal dan Asing Berbeda di Negeri Aing
Travel
Penyebab Harga Tiket Wisata Lokal dan Asing Berbeda di Negeri Aing

Harga tiket di Negeri Aing untuk wisatawan lokal dan wisatawan asing berbeda.

Kudus Kota Toleransi, Tidak Ada Sapi yang Disembelih
Kuliner
Kudus Kota Toleransi, Tidak Ada Sapi yang Disembelih

Toleransi sangat kuat di Kudus bahkan sampai bahan pembuatannya.

Langkah Mudah untuk Masak Opor Enak
Kuliner
Langkah Mudah untuk Masak Opor Enak

Memasak opor tak terlalu sulit kok.

Biji Ganja dalam Gulai Beulangong
Kuliner
Biji Ganja dalam Gulai Beulangong

Salah satu rempah yang bikin nama beulangong kontroversial.

Foto: Menyambung Nada di Tengah Pandemi
Tradisi
Foto: Menyambung Nada di Tengah Pandemi

Potret Nindra A.N saat difoto di rumahnya di Desa Pacelekang, Gowa, Sulsel, Kamis (04/08/2020).

Cuma di Indonesia, Bumbu Masak Jadi Oleh-Oleh Pelesir
Travel
Cuma di Indonesia, Bumbu Masak Jadi Oleh-Oleh Pelesir

Bahkan ada yang beraroma menyengat.

Nyadran, Tradisi yang Masih Hidup Hingga Kini
Tradisi
Nyadran, Tradisi yang Masih Hidup Hingga Kini

Kegiatan nyadran biasanya dilakukan 2 minggu hingga 1 hari sebelum bulan Ramadan.

Staycation yang Aman dan Nyaman
Travel
Staycation yang Aman dan Nyaman

Tetap menjalankan protokol kesehatan.