Kota-Kota Dengan Transportasi Terbaik di Dunia! Bus Tingkat di London. (Sumber: skedgo.com)

SETIAP kota berpredikat layak huni memiliki berbagai ukuran keberhasilan. Salah satunya berhasil membangun sistem transportasi mumpuni. Bagi sebuah kota, transportasi berperan vital, tidak saja sebagai sarana perpindahan manusia, namun menjadi bagian penting penggerak ekonomi.

Tak heran bila banyak kota-kota di negara maju begitu fokus merancang sistem transportasi terbaik. Moda transportasi bergerak cepat dan tepat waktu, kebersihan terjaga, layanan berjalan prima, dan mudah akses bagi semua kalangan.

Sementara kota-kota di negara berkembang tak mau kalah berlomba membangun sistem transportasi terbaik. Berikut kota-kota dengan transportasi terbaik sebagaimana dihimpun businessinsider.com:


Hongkong

metro hongkong
Kereta Bawah Tanag Hongkong. (Sumber: demo.infinity-tour.com)

Hampir 90% populasi penduduk Hong Kong menggunakan sistem angkutan umum. Bahkan, sistem transportasi Hong Kong mampu memenuhi semua kebutuhan wisatawan.

Transportasi darat terdiri dari MTR (Mass Transit Railway), taksi, bus, minibus dan trem (hanya di Pulau Hong Kong). Terdapat pula layanan feri antara Kowloon hingga kepulauan terluar.

Masyarakat dan wisatawan dapat dengan mudah mencapai sebagian besar daerah kota dengan MTR, meski ada beberapa daerah wisata hanya bisa ditempuh menggunakan bus atau taksi, seperti Ocean Park, Repulse Bay, Pasar Stanley atau Aberdeen.

Tambah mudah lagi, karena sistem pembayaran segala jenis transportasi menggunakan satu kartu. Octopus.


Berlin

Bus Berlin
Bus Berlin. (Sumber: upload.wikimedia.org)

Sangat mudah berkeliling Berlin dengan menggunakan transportasi umum. Para penggunan hanya butuh satu tiket untuk menumpang transportasi, baik S-Bahn, U-Bahn. bus, hingga trem.

Pengguna juga memiliki banyak opsi, seperti tiket jarak pendek, mingguan, bulanan setiap tahun, dan bahkan tiket grup. Tiket dapat dibeli di mesin tiket multibahasa di platform stasiun S-Bahn dan U-Bahn. Di bus, ongkos dibayarkan ke supir bus, dengan trem di mesin di dalam kereta.

Sistem transportasi terpadu tersebut membuat para pengguna dengan mudah untuk menjelajah berbagai tempat di Berlin.

Tokyo

metro tokyo
Metro Tokyo. (Sumber: cdn.japantimes.2xx.jp)

Kecepatan, ketepatan, dan kebersihan menjadi kunci sukses transportasi di Tokyo, Jepang. Hampir seluruh masyarakat Tokyo menggunakan layanan metro atau kereta bawah tanah. Saban hari, metro mengangkut rerata 8 juta penumpang dengan jarak tempuh sekira 27.270 kilometer dari monorel hingga kereta api pinggiran kota.

Pihak penyedia jasa transportasi menggunakan sistem pemesanan terkomputerisasi agar lebih efisien.Selain memperhatikan kecepatan, orang Jepang juga sangat mementingkan kebersihan dan disiplin. Tak aneh bila kereta bawah tanah, Metro Jepang, terlihat bersih.

Kereta tersebut memiliki reputasi baik soal tepat waktu, minimnya insiden kejahatan atau perusakan, dan stasiun mereka memiliki penanda pada platform menunjukkan di mana orang dapat berdiri untuk ditempatkan tepat di depan pintu kereta bawah tanah.


Paris

metro paris
Metro Paris. (Sumber: cdn-image.travelandleisure.com)

Paris merupakan kota di Eropa dengan peringkat teratas McKinsey & Co. untuk transportasi umum, dengan hasil sangat baik dalam keterjangkauan dan infrastruktur kereta api.

Sistem kereta bawah tanah di Paris, bergaya art deco, telah mengangkut pengunjung dan penduduk lokal di seluruh kota sejak 1900. Pada usia 110 tahun, metro Paris memiliki 214 kilometer jalur dengan jarak stasiun paling dekat di dunia dan stasiun bawah tanah terbesar di dunia, Chatelet les Halles.

Metro mengangkut 4,5 juta sehari, dan memiliki jaringan lebih besar yang dapat diakses para pengendara dengan kartu Navigo. Termasuk pula untuk membayar kereta RER ke pinggiran kota Paris, bus di kota, ditambah program sepeda Velib.

Kota tempat menara Eiffel ini juga telah memangkas jalur mengemudi untuk menawarkan jalur bus ekspres.


Kopenhagen

metro kopenhagen
Kereta Bawah Tanah Kopenhagen. (Sumber: www.visitcopenhagen.com)

Metro Kopenhagen menjadi andalan warga ketika kali pertama beroperasi tahun 2002. Dari situ, seluruh angkutan umum terhubung hingga pinggiran kota.

Kopenhagen juga memiliki program sepeda perkotaan, dengan kesibukan para penggunan membuka gembok di satu tempat, kemudian pergi untuk naik dan memarkirnya di zona lain di seberang kota untuk dikembalikan.

Pada tahun 2006, metro memiliki tingkat keandalan 98-99%, dengan gerbong kereta bereputasi baik soal kebersihan. Kereta Copenhagen menggunakan Automated Train System (ATS) yang menjalankan jaringan kereta melalui komputer, untuk meningkatkan efisiensi dan keamanannya.



Yudi Anugrah Nugroho