Kota Bogor Diberlakukan Ganjil-Genap saat Libur Panjang Imlek Pelaksanaan kebijakan ganjil-genap bai kendaraan bermotor di Kota Bogor, pada akhir pekan. (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

MerahPutih.com - Pemkot Bogor memperketat kunjungan warga dari luar saat libur panjang Imlek, 12-14 Februari.

Wali Kota Bogor Bima Arya memastikan bahwa penerapan aturan ganjil-genap nomor kendaraan bermotor di Kota Bogor, Jawa Barat, pada akhir pekan ini tetap diperketat.

Pasalnya, waktu libur tersebut bertepatan dengan perayaan Tahun Baru China atau Imlek sehingga potensi peningkatan lalu lintas terbuka lebar yang berdampak pada penyebaran virus corona.

Baca Juga:

Antisipasi Lonjakan Pelancong Saat Imlek, Polisi Pasang Sejumlah Pos Keamanan di Tol

"Pekan ini ada long weekend, yakni hari libur Imlek pada Jumat (12/2). Sehingga, penjagaannya harus lebih maksimal," ujar Bima kepada awak media beberapa waktu lalu yang dikutip, Kamis (11/2).

Menurut Bima, Pemerintah Kota Bogor memberlakukan pembatasan itu dengan sasaran menekan penularan COVID-19 karena trennya terus naik beberapa waktu belakangan.

Menurut Bima, Kota Bogor adalah bagian dari tidak terpisahkan dari ibu kota negara, yakni Jakarta, sehingga tidak bisa melarang untuk datang ke Kota Bogor.

Namun, untuk mengurangi penularan di Kota Bogor, salah satu opsinya adalah pemberlakuan kebijakan aturan ganjil genap bagi kendaraan bermotor.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Foto: Instagram/Bima Arya
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Foto: Instagram/Bima Arya

Pemerintah Kota Bogor menyiapkan pos sekat sebagai tempat pemeriksaan kendaraan bermotor roda empat dan roda dua yang memasuki Kota Bogor di enam lokasi.

Pos sekat dekat gerbang Baranangsiang, pos sekat Simpang Yasmin, pos sekat Bubulak, pos sekat Gunung Batu, pos sekat Pomad, dan pos sekat Simpang Ciawi.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengimbau kepada warga dan aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak bepergian keluar kota pada masa libur panjang Imlek 2021.

Hal tersebut karena libur Tahun Baru Imlek pada tahun ini berlangsung di tengah pandemi. Sehingga, mobilitas warga berpotensi menyebabkan penularan dan lonjakan kasus positif.

"ASN kami sudah sampaikan jangan keluar kota, jangan keluar Tangsel. Kami juga harapkan kepada masyarakat seperti demikian," ujar Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.

Selain itu, kata Benyamin, imbauan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi kemunculan klaster keluarga yang kini menjadi sumber penularan COVID-19 tertinggi.

"Karena sekarang klaster keluarga jadi potensi penyebaran juga. Sudah libur panjang ini di rumah saja," kata Benyamin.

Baca Juga:

Sajian Manis Negeri Aing Simbol Pembawa Hoki kala Imlek

Adapun kegiatan keagamaan pada Tahun Baru Imlek di wilayah Tangerang Selatan wajib digelar secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan pencegah COVID-19.

Sementara pesta perayaan seperti pertunjukan kembang api dan Barongsai tidak diperbolehkan karena berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

"Jadi perayaan Imleknya saya berharap bisa di rumah saja. Kalaupun mau beribadah dilakukan di vihara dalam bentuk yang sangat terbatas. Tidak ada kembang api, tidak ada Barongsai," ucap dia. (Knu)

Baca Juga:

Tahun Baru Imlek, Merayakan Kebersamaan dan Tradisi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lima Hari Berturut-Turut Kasus Aktif di Jakarta Turun, Capai 45.756 Kasus
Indonesia
Lima Hari Berturut-Turut Kasus Aktif di Jakarta Turun, Capai 45.756 Kasus

Jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 807.872 kasus

Sumbangan untuk Seniman Terdampak COVID-19, Berpeluang Dapat Satu Set Drum
Indonesia
Sumbangan untuk Seniman Terdampak COVID-19, Berpeluang Dapat Satu Set Drum

Penggalangan dana secara unik dilakukan seniman penabuh drum di Bandung melalui program DCDC “Drum For Drummers”.

Pemeriksaan STRP di Setiap Stasiun, Jumlah Penumpang KRL Alami Penurunan
Indonesia
Pemeriksaan STRP di Setiap Stasiun, Jumlah Penumpang KRL Alami Penurunan

Suasana hari kerja dengan sistem pemeriksaan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tampak berlangsung seperti biasa.

Pengamat: Sudah Saatnya Peran DPD Diperkuat
Indonesia
Pengamat: Sudah Saatnya Peran DPD Diperkuat

Saat ini adalah momentum yang tepat untuk memperkuat posisi kelembagaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Penyidik Cecar Puluhan Pertanyaan ke Menantu Nia Daniaty
Indonesia
Penyidik Cecar Puluhan Pertanyaan ke Menantu Nia Daniaty

Rafly N Tilaar telah menjalani pemeriksaan sebagai terlapor atas kasus dugaan penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

NasDem Ngotot Ingin Pilkada di 2022 dan 2023
Indonesia
NasDem Ngotot Ingin Pilkada di 2022 dan 2023

Dalam Undang Undang Nomor 10/2016 tentang Pilkada, pilkada tahun 2022 dan 2023 dilakukan serentak pada 2024 bersamaan dengan Pemilu dan Pilpres.

Pemprov DKI Minta Pesepeda Pakai Lajur Sebelah Kiri
Indonesia
Pemprov DKI Minta Pesepeda Pakai Lajur Sebelah Kiri

Syafrin menegaskan semua pemakai jalan wajib mengikuti aturan yang berlaku

KontraS Sebut Prosedur Pemanggilan Prajurit TNI Berdampak Negatif
Indonesia
KontraS Sebut Prosedur Pemanggilan Prajurit TNI Berdampak Negatif

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyoroti prosedur pemanggilan prajurit TNI oleh aparat penegak hukum.

Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Masih Lambat
Indonesia
Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Masih Lambat

"Serapan belanja PEN, pemulihan ekonomi nasional, juga masih rendah baru 24,6 persen. Sekali lagi, kecepatan tapi juga ketepatan sasaran,” ujar Jokowi.

Kembali Pimpin PPP, Lulung Gandeng Anak Muda Jadi Sekretaris
Indonesia
Kembali Pimpin PPP, Lulung Gandeng Anak Muda Jadi Sekretaris

Politisi Abraham Lunggana atau Haji Lulung kembali menjadi PPP setelah sebelumnya keluar dari partai tersebut dan menjadi anggota DPR