Korupsi Lahan DKI, KPK Periksa Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian Hunian susun DP0 Rupiah Samawa Klapa Village, Jakarta Timur, di malam hari, Kamis (5/12/2019). ANTARA/Andi Firdaus/aa.

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur PT Adonara Propertindo (AP) Tommy Adrian (TA), Senin (5/7).

Tommy merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta.

"Tim penyidik hari ini (5/7) melakukan pemeriksaan terhadap tersangka TA (swasta) dalam kapasitas sebagai tersangka," kata Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati dalam keterangannya, Senin (5/7).

Baca Juga

Dicecar Batas Gaji Rumah DP 0 Rupiah, Anies: Nanti Dulu Ya

Dalam perkara ini KPK telah menetapkan lima orang tersangka, yaitu eks Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles (YRC), Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene (AR), Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA), PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM) bernama Rudy Hartono Iskandar (RHI), serta satu tersangka korporasi PT Adonara Propertindo (AP).

Dalam kasus ini, perusahaan Adonara Propertindo menjadi penyedia lahan untuk proyek Rumah DP 0 Rupiah milik Pemerintah DKI Jakarta lewat Sarana Jaya.

Rumah DP Nol Rupiah di Jakarta. (Foto: Antara)
Rumah DP Nol Rupiah di Jakarta. (Foto: Antara)

Melalui Tommy dan wakil Anja, Yoory Corneles mengatur pertemuan hingga sepakat membayar tanah yang ditawarkan Adonara tanpa melakukan kajian terhadap lahan tersebut.

Bahkan KPK yakin antara Yoory dengan pihak Adonara, sudah ada pembahasan sebelum proses negosiasi dilakukan.

Selanjutnya masih di waktu yang sama, juga langsung dilakukan pembayaran sebesar 50 persen atau sekitar sejumlah Rp 108,9 miliar ke rekening bank milik Anja Runtunewe pada Bank DKI.

Baca Juga

PSI DKI Kritik Batas Gaji Pemilik Rumah DP 0 Jadi Rp14 Juta

Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory dilakukan pembayaran lagi kepada Anja Runtunewe sekitar sejumlah Rp 43,5 miliar.

Atas perbuatan para tersangka tersebut, diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar sejumlah Rp 152,5 miliar. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
17 Jenis Kendaraan ini Diizinkan Melintas saat Ganjil Genap di Jakarta
Indonesia
17 Jenis Kendaraan ini Diizinkan Melintas saat Ganjil Genap di Jakarta

Terdapat 17 kendaraan yang diizinkan melintas selama gage berlangsung.

Pemkot Depok Tambah 400 Tempat Tidur di Wisma Makara UI untuk Isolasi Mandiri
Indonesia
Pemkot Depok Tambah 400 Tempat Tidur di Wisma Makara UI untuk Isolasi Mandiri

Penambahan tempat tidur merupakan upaya untuk terus meningkatkan pelayanan penanggulangan COVID-19

Ulasan How Democracy Die, Buku Viral Unggahan Anies Baswedan
Indonesia
Ulasan How Democracy Die, Buku Viral Unggahan Anies Baswedan

Tak kata-kata sarat politik pada unggahanya. Hanya ucapan selamat berakhir pekan

Rumah Sakit di Kota Bogor Penuh, Bima Arya Ngaku Tak Bisa Berbuat Banyak
Indonesia
Rumah Sakit di Kota Bogor Penuh, Bima Arya Ngaku Tak Bisa Berbuat Banyak

Sejumlah rumah sakit di kota Bogor hampir penuh akibat lonjakan kasus COVID-19. Bahkan, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit sudah mencapai 83 persen.

Dilaporkan ke Propam Gegara Pengamanan Sengketa Tanah, Ini Kata Kapolres Jakbar
Indonesia
Dilaporkan ke Propam Gegara Pengamanan Sengketa Tanah, Ini Kata Kapolres Jakbar

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo menegaskan, pihaknya sudah bertindak sesuai standar operasional prosedur (SOP) ihwal sengketa tanah di samping Gereja Yesus Kristus.

Polri Rekrut 2.284 Tracer Redam Penyebaran COVID-19
Indonesia
Polri Rekrut 2.284 Tracer Redam Penyebaran COVID-19

Yang pertama menjaga diri kita sendiri

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Mengandung Racun Berbahaya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Mengandung Racun Berbahaya

Beredar postingan di Twitter berupa video oleh akun @Ibeen16. Terlihat seorang bernama ”Dr. Peter McCullough” mempermasalahkan vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

 Kasus COVID-19 Meningkat, Anies Belum Berencana Buka Sekolah
Indonesia
Kasus COVID-19 Meningkat, Anies Belum Berencana Buka Sekolah

Untuk keselamatan semua orang, Anies meminta kewaspadaan dan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan lebih ditingkatkan, termasuk dalam uji coba sekolah tatap muka yang saat ini mulai diberlakukan.

Erick Diperintah Wapres Suntik Modal ke Bank Wakaf Mikro Pesantren
Indonesia
Erick Diperintah Wapres Suntik Modal ke Bank Wakaf Mikro Pesantren

Selain itu, Kementerian BUMN diminta untuk meninjau manajemen dan pesantren yang akan mengembangkan BWM.

Survei SMRC: 84,3 Persen Rakyat Indonesia Ingin Pilih Langsung Presidennya
Indonesia
Survei SMRC: 84,3 Persen Rakyat Indonesia Ingin Pilih Langsung Presidennya

Survei juga menunjukkan mayoritas rakyat Indonesia ingin masa jabatan presiden selama dua periode tetap dipertahankan