Korupsi Dana Swakelola, Kepala Suku Dinas PU Jakarta Utara Ditahan Para pimpinan KPK bersama Jaksa Agung HM Prasetyo dan Kapolri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/10).(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

MerahPutih.Com - Kasus dana swakelola refungsionalisasi sungai dan waduk yang melibatkan mantan Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Utara berinisial SH resmi ditangani Kejaksaan Agung.

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus menahan SH lantaran terlibat korupsi dana swakelola.

"Tersangka ditahan di Rumah Tahanan Negara Wanita Pondok Bambu Jakarta Timur selama 20 hari ke depan dari 6 November sampai 25 November 2017," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M Rum di Jakarta, Senin (6/11) malam.

SH yang menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara periode Januari-17 April 2013 menjadi tersangka penyalahgunaan dana kegiatan swakelola berupa refungsionalisasi sungai dan waduk yang bersumber dari APBD dan APBD-P sebesar Rp 116,3 miliar.

Satu tersangka lainnya, SR, mantan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sudin PU Tata Air Jakut tahun 2013 ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung terhitung dari 6 November sampai 25 November 2017.

Dana swakelola yang diselewengkan itu untuk pengerukan, perbaikan saluran penghubung, pembersihan saluran submakro, pemeliharaan infrastruktur drainase saluran mikro, dan submikro.

"Dalam pelaksanaannya dana itu tidak sesuai dengan pertanggungjawaban laporan kegiatan maupun laporan keuangan, terdapat pemotongan uang pencairan anggaran kegiatan swakelola," kata M Rum sebagaimana dilansir Antara.

Ditemukannya juga adanya pemalsuan dokumen di dalam laporan yang seolah-olah proyek tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan anggaran yang dicairkan.

"Sampai sekarang, penyidik telah menetapkan lima tersangka dalam kasus korupsi itu," katanya.

SH dan SR dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Penyidik telah memeriksa sebanyak 26 saksi kasus itu," kata M Rum.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH