Korupsi Citra Satelit, KPK Kembali Periksa Direktur PT Bhumi Prasaja Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur PT Bhumi Prasaja, Rasjid Ansharry Aladin, sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT).

Pemeriksaan terhadap Rasjid pada hari ini dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Kepala Badan Informasi dan Geospasial (BIG) tahun 2014-2016, Priyadi Kardono.

Baca Juga:

KPK Cecar Saksi Terkait Penunjukan PT RPI Peroleh Proyek Bansos

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PK (Priyadi Kardono)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (11/3).

Belum diketahui secara pasti materi yang akan didalami penyidik saat memeriksa Rasjid. Namun, pemeriksaan ini bukanlah yang pertama kali dijalani Rasjid. Tim penyidik pernah memeriksa Rasjid pada Selasa (2/3) pekan lalu dan Jumat (22/1).

Dalam pemeriksaan pada 22 Januari lalu, tim penyidik mencecar Rasjid mengenai dugaan adanya aliran dana dalam bentuk fee kepada para pejabat di BIG dan LAPAN.

Selain itu, tim penyidik juga mencecar Rasjid mengenai proses PT Bhumi Prasaja menjadi salah satu rekanan atau penyedia dalam pengadaan CSRT serta mengenai proses perencanaan, pelaksanaan pengadaan, dan penerimaan pembayaran pekerjaan oleh LAPAN.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Diketahui, KPK menetapkan Kepala BIG tahun 2014-2016 Priyadi Kardono dan mantan Kepala Pusat Pemanfaatan Teknologi Dirgantara LAPAN periode 2013-2015, Muchamad Muchlis sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) pada BIG bekerja sama dengan LAPAN Tahun Anggaran 2015.

Kasus ini bermula pada 2015, saat BIG bekerjasama dengan LAPAN dalam pengadaan CSRT. Sejak awal proses perencanaan dan penganggaran pengadaan tersebut, Priyadi dan Muchlis diduga telah bersepakat untuk merekayasa proyek yang bertentangan dengan aturan pengadaan barang dan jasa yang di tentukan oleh Pemerintah.

Keduanya telah menggelar pertemuan beberapa kali dengan pihak tertentu dan perusahaan calon rekanan yang telah ditentukan menerima proyek, yakni PT Ametis Indogeo Prakarsa dan PT Bhumi Prasaja, sebelum untuk membahas persiapan pengadaan CSRT.

Baca Juga:

KPK Sidik Dugaan Korupsi Cukai di Pelabuhan Bintan

Atas perintah kedua tersangka, penyusunan berbagai dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) sebagai dasar pelaksanaan CSRT langsung melibatkan PT Ametis Indogeo Prakarsa dan PT Bhumi Prasaja agar "mengunci" spesifikasi dari peralatan CSRT tersebut.

Untuk proses pembayaran kepada pihak rekanan, para tersangka juga diduga memerintahkan para stafnya untuk melakukan pembayaran setiap termin tanpa dilengkapi dokumen administrasi serah terima dan proses Quality Control (QC). Perbuatan kedua tersangka tersebut membuat keuangan negara menderita kerugian yang ditaksir mencapai Rp 179,1 miliar. (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sehari Setelah Pilkada, 6.033 Orang Terjangkit COVID-19
Indonesia
Sehari Setelah Pilkada, 6.033 Orang Terjangkit COVID-19

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan orang tertular virus corona masih terus bertambah hingga Kamis (10/12).

KPK Berduka Atas Meninggalnya Artidjo Alkostar
Indonesia
KPK Berduka Atas Meninggalnya Artidjo Alkostar

Komisi Pemberantasan Korupsi tengah berduka atas meninggalnya salah satu anggota Dewas KPK, Artidjo Alkotsar pada Minggu (28/2).

KA Bandara Soetta Ubah Jam Operasional Mulai 21 September
Indonesia
KA Bandara Soetta Ubah Jam Operasional Mulai 21 September

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta membuatPT Railink melakukan penyesuaian operasional KA Bandara Soekarno-Hatta mulai Senin (21/9).

MK Tolak Gugatan Amien Rais Cs Soal Perppu COVID-19
Indonesia
MK Tolak Gugatan Amien Rais Cs Soal Perppu COVID-19

Para pemohon kehilangan objek permohonan

KPK Sebut Korupsi CSRT Bisa Timbulkan Bencana Alam
Indonesia
KPK Sebut Korupsi CSRT Bisa Timbulkan Bencana Alam

Foto citra satelit yang beresolusi tinggi bisa digunakan sebagai dasar perencanaan tata ruang wilayah

Perempuan Viral Maki Petugas karena Diputar Balik di Anyer Ditangkap
Indonesia
Perempuan Viral Maki Petugas karena Diputar Balik di Anyer Ditangkap

Polisi menangkap perempuan viral yang memaki petugas pos penyekatan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Ciwandan, Cilegon. Wanita dan seorang pengemudi laki-laki itu ditangkap di Carita, Kabupaten Pandeglang.

Tak Semua Pegawai AGD Dinkes DKI Satu Suara Terkait Pelaporan Pejabat ke Anies
Indonesia
Tak Semua Pegawai AGD Dinkes DKI Satu Suara Terkait Pelaporan Pejabat ke Anies

Pelaporan 5 pejabat DKI itu, kata Dedi, mempengaruhi kestabilan, yang berimbas pelayanan AGD Dinkes DKI menjadi terganggu.

Peringatan HUT ke-75 TNI  Diisi Pemberian Kue dan Tumpeng dari Personel Polri
Indonesia
Peringatan HUT ke-75 TNI Diisi Pemberian Kue dan Tumpeng dari Personel Polri

Peringatan HUT ke-75 TNI ditandai dengan adanya pemberian kue ulang tahun dari sejumlah personel Polri.

Ridwan Kamil Sebut Jabar Alami Krisis Pangan pada 2021
Indonesia
Ridwan Kamil Sebut Jabar Alami Krisis Pangan pada 2021

Gubernur M Ridwan Kamil memprediksi Jawa Barat akan mengalami krisis pangan pada tahun 2021.

Tahun Baru Imlek, Menag Doakan Masyarakat Tionghoa Bergelimang Berkah
Indonesia
Tahun Baru Imlek, Menag Doakan Masyarakat Tionghoa Bergelimang Berkah

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas berharap masyarakat Tionghoa dan umat Konghucu senantiasa mendapat banyak peruntungan dan keberkahan.