Korek GM Waskita Beton, KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Proyek Fiktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: kpk.go.id)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa General Manager Akuntansi PT Waskita Beton Prescast, Dwi Anggoro Setiawan dan Kepala Seksi Administrasi Kontrak Tol Benoa 4 PT Waskita Karya, (Persero) Tbk, Hendra Adityawan. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fathor Rachman.

Dalam pemeriksaan ini, penyidik mendalami aliran uang korupsi ke sejumlah pihak dari pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif sejumlah proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

"Penyidik masih tetap melakukan pendalaman terkait dengan dugaan adanya aliran uang kepada berbagai pihak dari para subkon fiktif," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (11/8).

Baca Juga:

KPK Periksa Dirut Waskita Beton Precast Terkait Korupsi 14 Proyek Fiktif

Ali masih enggan membeberkan sejumlah pihak yang turut kecipratan uang panas dalam perkara ini. Diduga kuat, mereka yang menikmati aliran duit korupsi proyek fiktif adalah para petinggi di perusahaan pelat merah tersebut.

"Mengenai jumlah uang yang diduga dinikmati oleh berbagai pihak di antaranya termasuk para tersangka, untuk saat ini belum bisa kami sampaikan karena penyidik akan masih terus mengkonfirmasi kepada para saksi-saksi lainnya," ujar Ali Fikri.

ali fikri
Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Sejauh ini, KPK telah menetapkan lima tersangka atas kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

Kelima tersangka tersebut yakni, mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Desi Arryani; Mantan Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman.

Kemudian, mantan Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR) serta mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS). Kelima tersangka diduga secara bersama-sama turut menerima uang korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan Waskita Karya.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan investigatif dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), total kerugian keuangan negara akibat perkara ini yaitu sebesar Rp202 miliar. Kerugian negara itu akibat penandatanganan dan kesepakatan jahat 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek Waskita Karya.

Atas perbuatannya, lima tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. (Pon)

Baca Juga:

Korupsi Proyek Fiktif, KPK Periksa Direktur Keuangan dan SDM Wàskita Wado Energi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiga Gili Lombok Jadi Percontohan Pembukaan Destinasi Wisata
Indonesia
Tiga Gili Lombok Jadi Percontohan Pembukaan Destinasi Wisata

Selama pandemi COVID-19 sektor pariwisata lumpuh total, praktis aktivitas industrinya mati suri.

Akademisi Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Akademisi Tolak UU Cipta Kerja

Professor, Dekan, dan Akademisi dari 67 Perguruan Tinggi Indonesia menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang disahkan DPR RI dan pemerintah pada Senin (5/10) malam kemarin.

Anies Izinkan Bioskop di DKI Kembali Dibuka
Indonesia
Anies Izinkan Bioskop di DKI Kembali Dibuka

"Dalam waktu dekat ini kegiatan bioskop akan kembali dibuka," kata Anies

Update COVID-19 Senin (18/5): 18.010 Positif, 4.324 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Senin (18/5): 18.010 Positif, 4.324 Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 496 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

  Teror Penembakan Rutan Cipinang, Polisi Belum Temukan Proyektil
Indonesia
Teror Penembakan Rutan Cipinang, Polisi Belum Temukan Proyektil

"Kami juga belum bisa memastikan itu tembakan karena proyektil diduga sudah disapu petugas pembersih di sana," ujar Argo.

Mahasiswa ITS Buat Aplikasi MyTanaman, Solusi Bercocok Tanam di Lahan Minim
Indonesia
Mahasiswa ITS Buat Aplikasi MyTanaman, Solusi Bercocok Tanam di Lahan Minim

Mahasiswa ITS angkatan 2018 berinovasi membesut aplikasi "My Tanaman" yang dijadikan media untuk menanam di lahan minim

Jelang Pencoblosan, Sejumlah Daerah Kekurangan Logistik
Indonesia
Jelang Pencoblosan, Sejumlah Daerah Kekurangan Logistik

Ombudsman telah melakukan investigasi tentang APD Protokol Kesehatan pada penyelenggaraan Pilkada Serentak 9 Desember 2020.

Jokowi: Kalau Sudah Divaksin Artinya Kita Sudah Kembali Normal Lagi
Indonesia
Dilaporkan ke Bareskrim Gegara Azis Syamsudin, Boyamin Siap Buka-bukaan
Indonesia
Dilaporkan ke Bareskrim Gegara Azis Syamsudin, Boyamin Siap Buka-bukaan

Boyamin mengatakan dirinya menghargai proses hukum yang dilakukan oleh Baladika Karya.

Viral Kisah Ikan Arwana Rp2 Juta Digoreng saat Dititip di Kampung
Indonesia
Viral Kisah Ikan Arwana Rp2 Juta Digoreng saat Dititip di Kampung

Ikan Arwana tersebut sudah empat tahun dipelihara dari ukuran kecil sampai besar.