Korea Utara Dituduh Jadi Peretas Kripto Tertinggi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Februari 2023
Korea Utara Dituduh Jadi Peretas Kripto Tertinggi
Ilustrasi kripto. (Foto Unsplash Kanchanara)

MerahPutih.com - Rekor terburuk untuk pencurian mata uang kripto, dengan peretas mencuri sebanyak USD 3,8 miliar terjadi di tahun 2022. Penyerang ini diduga terkait dengan Korea Utara.

Hal ini diungkapkan perusahaan analitik blockchain yang berbasis di AS dalam sebuah laporan Senin (6/2/2023).

Baca Juga:

Industri Kripto Indonesia di 2022

Laporan Chainalysis menemukan aktivitas peretasan yang "surut dan mengalir" sepanjang tahun, dengan "lonjakan besar" pada Maret dan Oktober.

Diklaim, Oktober adalah satu bulan terbesar untuk peretasan mata uang kripto, dengan USD 775,7 juta dicuri dalam 32 serangan terpisah.

Pasar uang kripto menggelepar pada 2022, karena selera risiko berkurang dan berbagai perusahaan kripto runtuh. Investor dibiarkan dengan kerugian besar dan regulator meningkatkan seruan untuk lebih banyak perlindungan konsumen.

Chainalysis dan perusahaan lain mengkonfirmasi kepada Reuters, akun terkait Korea Utara telah kehilangan nilai jutaan dolar. Tapi itu tidak menghalangi peretas.

Peretas yang terkait dengan Korea Utara seperti yang ada di sindikat penjahat dunia maya Lazarus Group sejauh ini merupakan peretas mata uang kripto paling produktif, mencuri sekitar USD 1,7 miliar dalam beberapa serangan tahun lalu.

Panel ahli yang memantau sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Korea Utara semakin mengandalkan peretasan untuk mendanai program rudal dan senjata nuklirnya, terutama karena perdagangan yang dinyatakan secara publik menyusut di bawah sanksi dan penguncian COVID-19.

"Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa peretasan mata uang kripto adalah bagian yang cukup besar dari perekonomian negara," kata Chainalysis.

Untuk pertama kalinya tahun lalu, penegak hukum AS menyita 30 juta dolar AS dana curian dari peretas yang terkait dengan Korea Utara. Korea Utara telah membantah tuduhan peretasan atau serangan siber lainnya. (*)

Baca Juga:

Bappebti Hentikan Perdagangan Aset Kripto FTX

#Kripto
Bagikan
Bagikan