Korban PT Sipoa Minta Teguh Kinarto dan Anaknya Dicekal Demo korban penipuan PT Sipoa. Foto: Ist

MerahPutih.com - Korban PT Sipoa kembali menggelar demonstrasi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/10). Mereka tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Bawah (FPMB).

Dalam aksinya kali ini, mereka meminta kepada hakim PN Surabaya untuk mencekal Tee Teguh Kinarto dan anaknya Tee Devina dan Tee Costarico agar tidak kabur ke luar negeri.

Demo korban penipuan PT Sipoa. Foto: Ist

Mereka diduga dalang atau aktor intelektual dalam Kasus Mega Skandal Sipoa Group yang berkedok penjualan Apartemen Murah untuk Rakyat melalui Bendera PT. Bumi Samudera Jedine atas Apartemen Royal Avatar World yang sampai saat ini tidak kunjung dibangun dan seharusnya serah terima kunci pada 2017.

Teguh dan kedua anaknya menjanjikan kepada para korban untuk membangun apartemen di Surabaya, Sidoarjo dan Bali. Mereka mengiming-imingi calon pembeli dengan cicilan Rp 1 juta per bulan dan korban pun tertarik untuk membelinya.

“Padahal ini hanyalah akal-akalan pengembang untuk mengeruk dana masyarakat, yang setelah terkumpul mereka larikan dan diinvestasikan ke program lainnya, jadi sedari awal program apartemen dan rumah murah untuk rakyat ini memang dimaksudkan untuk menipu dan menggelapkan dana masyarakat yaitu nasabah PT. Sipoa Group,” kata Korlap Aksi Hanafi

Di bawah bendera PT. Sipoa Group ini, dipasarkan tidak kurang dari 20 unit tower apartemen yang dipasarkan oleh sekitar 18 anak perusahaan PT. Sipoa Group dan salah satunya adalah PT. Bumi Samudera Jedine yang menjual Apartemen Royal Avatar World.

Demo korban penipuan PT Sipoa. Foto: Ist

“Modus pengadaan Apartemen tersebut ketiganya memperalat perusahaan tersebut untuk mengeruk dana masyarakat yang diprediksi hingga mencapai triliunan rupiah,” terang Hanafi.

Ketiganya diduga mengalirkan dana masyarakat tersebut untuk kepentingan lainnya yang tidak ada kaitan dengan pembangunan Apartemen Royal Avatar World sehingga dana yang semestinya dipergunakan untuk membangun apartemen tersebut habis dialirkan kemana-mana, sampai saat ini apartemen tersebut belum ada wujudnya.

Oleh karena itu, FPMB menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Surabaya untuk menetapkan, menyeret dan mengadili aktor intelektual kasus mega skandal Sipoa Group ke meja hijau sebagai tersangka dan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH