Korban Pelecehan Seksual Eks Kepala BPPBJ DKI Bakal Dilaporkan ke Polisi ILUSTRASI: Pelecehan seksual terhadap kaum wanita. ANTARA/Ist/am.

MerahPutih.com - Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan Pemprov DKI memanjang. Pelaku yang merupakan eks Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Blessmiyanda bakal melaporkan korban IGM ke aparat kepolisian atas pencemaran nama baik.

"Klien saya akan melaporkan pencemaran nama baik terhadap apa yang dilakukan IGM," ucap pengacara Blessmiyanda, Suriaman Pandjaitan di Jakarta, Jumat (30/4).

Suriaman melanjutkan, nama baik kliennya telah dirusak dan karakternya telah dibunuh oleh IGM atas dugaan kasus pelecehan itu. Semua prestasi yang di bangun Bless, panggilan akrab Blessmiyanda, selama beberapa dekade hancur karena fitnah. Maka dari itu, kliennya berhak mengambil langkah ini.

Baca Juga:

Eks Kepala BPPBJ Blessmiyanda Terbukti Bersalah Lakukan Pelecehan Seksual

"Membawa perkara ini ke ranah hukum pidana adalah hak klien saya sebagai warga negara Indonesia. Indonesia adalah negara hukum," papar dia.

Korban IGM merupakan PNS di BPPBJ DKI. Korban melapor peristiwa pelecehan kepada Gubernur Anies hingga Bless diperiksa inspektorat pada 22 Maret 2021 lalu.

Menurut dia, pemeriksaan inspektorat Provinsi DKI maupun tim ad hoc sangat bertolak belakang dengan pemberitaan yang beredar.

Bless diperiksa tim ad hoc sekitar dua pekan sebelum Gubernur Anies Baswedan menjatuhkan putusan hukuman disiplin tingkat berat kepada Blessmiyanda.

Dokumentasi - Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI Jakarta Blessmiyanda (tengah) di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/1/2020). (ANTARA/Ricky Prayoga)
Dokumentasi - Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI Jakarta Blessmiyanda (tengah) di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/1/2020). (ANTARA/Ricky Prayoga)

Kata Suriaman, dari berita acara pemeriksaan inspektorat dan tim ad hoc, sama sekali tidak ada pertanyaan yang mengarah pada perbuatan pelecehan seksual yang dilakukan klien saya terhadap IGM.

Artinya, ucapnya, laporan IGM sejak awal tidak jelas mengenai bagaimana bentuk pelecehan seksual yang dilakukan kliennya.

Baca Juga:

Wagub DKI Belum Mau Laporkan Blessmiyanda ke Polisi Terkait Kasus Pelecehan Seksual

Terlebih keterangan Bless, IGM juga mengajukan bukti berupa rekaman yang diambil secara ilegal.

"Bukti rekaman itu berisi IGM yang berkata jangan dicium sebanyak dua kali, lalu IGM tertawa. Suara di dalam rekaman itu adalah bentuk keakraban. Dalam rekaman itu terdengar pula suara orang lain yang berarti IGM dan klien saya tidak hanya berdua di dalam ruangan tersebut. Bagaimana bisa dianggap sebagai pelecehan seksual?" heran dia.

Ia juga menyayangkan korban, sebab IGM juga dapat diduga telah menyebarkan berita bohong kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dan sejumlah media. Dengan begitu kasus ini pantas dilanjutkan ke ranah hukum. (Asp)

Baca Juga:

Eks Kepala BPBJ Terancam Dipecat dari PNS Jika Bersalah Lakukan Pelecehan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
400 Desa di Daerah 3T Bakal Terhubung Internet
Indonesia
400 Desa di Daerah 3T Bakal Terhubung Internet

Mendukung transformasi digital dengan pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), pemerintah alokasikan anggaran mencapai Rp29,6 triliun.

Hinca Pandjaitan Minta Polisi Bubarkan KLB Ilegal Partai Demokrat di Sumut
Indonesia
Hinca Pandjaitan Minta Polisi Bubarkan KLB Ilegal Partai Demokrat di Sumut

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD) Hinca Pandjaitan meminta pihak kepolisian membubarkan agenda yang diduga ilegal karena tidak ada izinnya.

Jokowi Perintahkan Bulan Agustus Jakarta Sudah Capai Kekebalan Komunal COVID-19
Indonesia
Jokowi Perintahkan Bulan Agustus Jakarta Sudah Capai Kekebalan Komunal COVID-19

Rencananya bulan Juli 2021 vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat usia 18 tahun ke atas akan dilakukan di seluruh UPT Vertikal Kemenkes.

Akun Twitter Din Syamsuddin Diretas, Pengamat: KAMI Tengah Digembosi
Indonesia
Akun Twitter Din Syamsuddin Diretas, Pengamat: KAMI Tengah Digembosi

Dia mengkritik kasus pembajakan maupun penyusupan yang menimpa KAMI.

Penembakan Laskar FPI, Komnas HAM Fokus Selidiki Keterangan Polisi
Indonesia
Penembakan Laskar FPI, Komnas HAM Fokus Selidiki Keterangan Polisi

Pengusutan dugaan pelanggaran HAM dalam kasus penembakan laskar Front Pembela Islam (FPI) terus berlangsung.

KSPI Bakal Gelar Aksi Unjuk Rasa di 18 Daerah Secara Serentak
Indonesia
KSPI Bakal Gelar Aksi Unjuk Rasa di 18 Daerah Secara Serentak

Aksi tanggal 29 Desember besok sudah ada pemberitahuan kepada Kepolisian

Kemendagri Sebut Sidik Jari di e-KTP Permudah Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air
Indonesia
Kemendagri Sebut Sidik Jari di e-KTP Permudah Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan, sebanyak 13 korban Sriwijaya Air berhasil teridentifikasi melalui sidik jari. Hal ini setelah dicocokkan dengan data biometrik dalam database kependudukan Dukcapil.

Soal Kasus FPI dan Rizieq Shihab, Kapolri Pastikan Bakal Dituntaskan
Indonesia
Soal Kasus FPI dan Rizieq Shihab, Kapolri Pastikan Bakal Dituntaskan

Pengusutan kasus penembakan laskar Front Pembela Islam (FPI) akhir 2020 lalu kini belum menemui titik terang.

Jakarta Bakal Diguyur Hujan Lebat
Indonesia
Jakarta Bakal Diguyur Hujan Lebat

BMKG juga menyampaikan peringatan potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir pada Senin sore hingga malam hari di Ibu Kota.

G20 Pantau Rebutan Likuiditas di Pasar Keuangan
Dunia
G20 Pantau Rebutan Likuiditas di Pasar Keuangan

Dalam pertemuan G20, para pemimpin menyepakati kebijakan pemulihan ekonomi harus terus didukung.