Korban Pelecehan Seksual dan Perundungan Pegawai KPI Pusat Tak Pernah Tulis Pesan Berantai Ilustrasi - Pelecehan seksual. Dok. ANTARA

Merahputih.com - Polisi menyatakan bahwa korban dugaan perundungan dan pelecehan seksual pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berinisial MS tidak pernah membuat dan menyebarkan pesan berantai kronologi kejadian yang menimpanya.

"Jadi saya luruskan, hasil keterangan awal pelapor tidak pernah membuat pesan berantai, seperti apa yang beredar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (2/9).

Baca Juga:

DPR Desak KPI Pecat Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual

Dalam pesan berantai yang viral di media sosial, sangat dijelaskan secara rinci kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Mulai dari kronologi kejadian hingga orang-orang yang diduga menjadi pelaku pelecehan dan perundungan.

Dalam pesan berantai yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo tersebut, korban mengaku telah mengalami perundungan dari tahun 2012-2014. Kemudian di tahun 2015, barulah korban mengalami pelecehan seksual.

Korban juga mengaku tindakan tersebut membuat mentalnya rusak, stres dan trauma berat. Hingga akhirnya berimbas pada kesehatan dengan menderita Hipersekresi Cairan Lambung.

Termasuk soal kronologi laporan ke polisi oleh korban. "Juga yang tersebar, bahwa yang bersangkutan pernah melaporkan ke Polsek Gambir itu juga belum pernah melapor. Baru tadi malam (dilaporkan)," terangnya.

Yusri mengungkap, terdapat lima orang yang dilaporkan korban ke Polres Metro Jakarta Pusat, masing-masing berinisial RM, MP, RT, EO, dan CL. Penyidik juga telah meminta klarifikasi dari korban dan berencana untuk memanggil para terlapor untuk keterangan lebih lanjut.

Baca Juga:

Pegawai KPI Pusat Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Korban Mengadu ke Komnas HAM

Sementara untuk pihak penyebar pesan berantai tersebut, Yusri enggan berkomentar lebih dan meminta masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik.

"Nanti kita lihat, kan ini masih penyelidikan. Masih kita ambil keterangannya. Sementara baru keterangan awal pelapor, baru nanti kedepan kita lihat, termasuk para terlapor," pungkasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cuaca DKI Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan Pagi Ini
Indonesia
Cuaca DKI Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan Pagi Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG (BMKG) memprakirakan cuaca di DKI Jakarta akan cerah berawan pada Kamis (24/3) pagi.

AHY Berharap Putusan MA Jadi Rujukan Proses Hukum di PTUN
Indonesia
AHY Berharap Putusan MA Jadi Rujukan Proses Hukum di PTUN

AHY mengajak para kader Partai Demokrat untuk mengawal proses hukum di PTUN Jakarta.

Simulasi Kemenhub, Macet Parah Saat Mudik Bikin Jakarta-Semarang 14 Jam
Indonesia
Simulasi Kemenhub, Macet Parah Saat Mudik Bikin Jakarta-Semarang 14 Jam

Pihaknya memprediksi apabila tidak ada kesadaran masyarakat untuk tidak bersama-sama mudik 29 dan 30 April 2022, maka akan terjadi kemacetan.

PKS Belum Pasti Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024
Indonesia
PKS Belum Pasti Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024

Menurut Aboe, keputusan partai besutan Ahmad Syaikhu ini dalam mendukung salah satu tokoh pada Pemilu 2024, akan diputuskan oleh Majelis Syuro.

Merasakan Geliat MotoGP di Bandara Internasional Lombok
Indonesia
Merasakan Geliat MotoGP di Bandara Internasional Lombok

Para pengunjung yang sebagian besar adalah penikmat balapan kuda besi paling bergengsi di dunia itu, disambut tari-tarian dan musik tradisional Lombok di bandara.

Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, PDAM Hentikan Pengolahan Air Bersih
Indonesia
Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, PDAM Hentikan Pengolahan Air Bersih

Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo, Jawa Tengah menghentikan operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi. Hal dilakukan karena air Sungai Bengawan Solo yang menjadi bahan utama mengolah air bersih tercemar limbah alkohol ciu.

PPP dan PAN Butuh Sosok Capres Buat Lolos ke Senayan
Indonesia
PPP dan PAN Butuh Sosok Capres Buat Lolos ke Senayan

Dari 16 partai politik, PPP menempati urutan ke-8 dari daftar elektabilitas partai dengan 2,7 persen. Dan PAN menempati posisi ke-9 dengan elektabilitas partai sebesar 2,0 persen.

Ketua MK Bakal Jadi Ipar Jokowi, Pimpinan DPR: Ranah Pribadi, Tidak Perlu Dibahas
Indonesia
Ketua MK Bakal Jadi Ipar Jokowi, Pimpinan DPR: Ranah Pribadi, Tidak Perlu Dibahas

“Saya pikir soal itu sebenarnya soal pribadi yang tidak tidak perlu dibahas,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/3).

RSDC Wisma Atlet Terkendala Ketersediaan Tabung Oksigen
Indonesia
RSDC Wisma Atlet Terkendala Ketersediaan Tabung Oksigen

Untuk angka hunian per Senin (19/7) sebanyak 73,42 persen dan tingkat kesembuhan mencapai 92,51 persen

Harga Barang Naik, KSP Serukan Saatnya Kurangi Konsumsi Produk Impor
Indonesia
Harga Barang Naik, KSP Serukan Saatnya Kurangi Konsumsi Produk Impor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu mengingatkan harga barang-barang terindikasi alami kenaikan karena ketidakpastian ekonomi global.