Korban Pelecehan dan Kekerasan Seksual Enggan Speak Out, Ini Penyebabnya Pelecehan dan kekerasan seksual bisa terjadi pada dan oleh siapa saja. (Foto: Pexels/Kat Smith)

TINDAK pelecehan, kekerasan seksual, pemerkosaan, bahkan yang mengarah ke pembunuhan bukanlah barang baru dan masih terjadi hingga saat ini. Namun, tidak banyak korban pelecehan dan kekerasan seksual yang berani bersuara atau melaporkan insiden mengerikan yang mungkin pernah dialaminya.

Pelaku dan korbannya bisa siapa saja. Tak jarang juga lokasi kejadiannya justru di tempat-tempat yang tak disangka. Seperti di lembaga pendidikan bertitel keagamaan, bahkan tempat-tempat ramai seperti transportasi umum.

UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada 12 April 4 2022, dan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga negara. Sayang, penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual masih kerap terkendala, hal ini sering terjadi karena korban enggan melaporkan kasusnya.

Lantas, apa sekiranya yang mungkin menjadi penyebab korban pelecehan dan kekerasan seksual enggan untuk speak out?

Baca juga:

Jangan Takut, Hadapi Pelaku Pelecehan Seksual

Rasa malu menyertai korban pelecehan dan kekerasan seksual. (Foto: Pexels/Kat Smith)

Mengutip laman Sex and Relationship, Anne Robinson, seorang terapis yang bekerja dengan orang-orang yang telah diserang secara seksual, mengatakan alasan utama para korban enggan untuk berbicara disebabkan oleh ketakutan terhadap pengalaman traumatis atas pelecehan yang mereka alami tersebut.

Pengalaman pahit di masa lalu itu, menurut Robinson, dapat memengaruhi kemampuan korban untuk merespons di masa sekarang, dan kemungkinan besar hal itu yang menjadi penyebab para korban enggan berbicara. Rasa malu juga menurutnya menjadi penyebab para korban memilih menyembunyikan rasa takut dan sakit yang mereka alami.

Rasa malu datang dengan rasa ketidakberdayaan serta keyakinan bahwa kita pada dasarnya cacat. Begitu banyak orang yang menurut Robinson merasa bahwa mereka tidak akan dipercaya atau bahwa insiden itu bisa terjadi karena kesalahan mereka.

Pendapat itu diperkuat Olin Monteiro dari Rappler Indonesia yang mengungkapkan, kasus-kasus kekerasan seksual masih sangat sulit diselesaikan melalui sistem hukum di Indonesia. Ia menilik buruknya penanganan kasus kekerasan seksual serta stigma negatif terhadap korban mungkin berakar dari budaya kerajaan nusantara di masa lalu.

Baca juga:

Berhentikan Terduga Pelaku, KPI Janji Dampingi Korban Perundungan dan Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Misalnya, sejak zaman Majapahit, penguasa atau raja memiliki kebebasan seksual yang mutlak. Orang yang berkuasa bisa mengambil istri, selir, atau perempuan manapun yang mereka inginkan. Mereka bisa membangun relasi bahwa perempuan berada di bawah laki-laki secara hierarki, dan perempuan wajib patuh pada situasi itu.

Budaya itu dianggapnya masih terbawa hingga kini. Tak mengherankan bila ada perempuan yang protes terhadap sesuatu justru dianggap mencari masalah dan membuat keributan saja. Akhirnya, pelecehan seksual dianggap hal biasa, dan perempuan dilihat sebagai barang yang bisa dipandang atau dilihat dengan mata laki-laki sebagai pemuas hasrat dan keinginan.

Bila kamu ingin mendengar lebih banyak pendapat Olin Monteneiro terkait masalah pelecehan dan kekerasan seksual, bisa mengikuti webinar "Sexual Harassment, Speak Out!" yang dihelat merahputih.com pada Sabtu, 24 September 2022 mendatang.

Webinar itu akan digelar secara daring dan tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Kamu bisa melakukan pendaftaran melalui link berikut. (waf)

Baca juga:

Edukasi Anak Laki-laki untuk Cegah Pelecehan Seksual

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tips Menyamarkan Bekas Luka Agar Kulit Damai Berseri
Fun
Tips Menyamarkan Bekas Luka Agar Kulit Damai Berseri

Jangan kehilangan rasa percaya diri karena memiliki bekas luka.

Kenali Kandungan Ceramide dalam Skincare
Fun
Kenali Kandungan Ceramide dalam Skincare

Bahan ini dinilai dapat memberikan segudang manfaat bagi kulit

CEO Xbox Lempar Rumor Periferal Terbaru
Fun
CEO Xbox Lempar Rumor Periferal Terbaru

Akan berfungsi sebagai sebuah switcher.

General Motors Siap Produksi Truk Listrik di 2035
Fun
General Motors Siap Produksi Truk Listrik di 2035

MARY Barra selaku CEO General Motors (GM) sudah mengumumkan ...

Mengatasi Panic Buying Saat Pandemi
Fun
Mengatasi Panic Buying Saat Pandemi

Tak disangkal terdapat kecemasan pada masyarakat pada kelangkaan beberapa kebutuhan primer.

Telegram Tegaskan Komitmen Kebebasan Berbicara
Fun
Telegram Tegaskan Komitmen Kebebasan Berbicara

Kebebasan berekspresi menjadi prinsip dan dasar Telegram.

Sebastian Gunawan Gelar 'Golden Muse'
Fun
Sebastian Gunawan Gelar 'Golden Muse'

Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese terinspirasi dari lukisan seniman Gustav Klimt.

Mengenal Sejumlah Peristiwa Penting dalam Kehidupan Ratu Elizabeth II
ShowBiz
Mengenal Sejumlah Peristiwa Penting dalam Kehidupan Ratu Elizabeth II

Ratu Elizabeth II meninggal dunia di Kastil Balmoral di Skotlandia

Berkompetisi di Gim Elden Ring, Kamu Berkesempatan Dapat Tanah di Skotlandia
Fun
Berkompetisi di Gim Elden Ring, Kamu Berkesempatan Dapat Tanah di Skotlandia

Setiap pemenang nantinya akan dinobatkan sebagai Elden Lord dan Elden Lady.

Rasa Penasaran MORAD Tertuang di lagu 'Red and Black'
ShowBiz
Rasa Penasaran MORAD Tertuang di lagu 'Red and Black'

Single terbaru Morad terinspirasi dari nuansa film tahun 1950-an.