Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah 1 Orang Jenazah korban kebakaran lapas. (MP/ Rizky)

MerahPutih.com - Korban meninggal akibat kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang, Banten kembali bertambah. Napi atas nama Nasrudin Abdullah bin Abdullah (34) iyu meninggal pada pukul 10.25 WIB saat mendapatkan penanganan medis. Sehingga menjadi 49 napi yang meninggal akibat insiden tragis itu.

"Kondisi Nasrudin memang berat dan sampai dengan sebelum meninggal tidak menunjukkan adanya perbaikan karena trauma inhalasi," kata Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi RSUD Tangerang, Hilwani, Kamis (16/9).

Baca Juga:

Enam Petugas Lapas Tangerang dan Dua Napi Diperiksa Polisi

Menurut Hilwani, Nasrudin tidak mengalami peningkatan yang signifikan meskipun telah dipasangi ventilator. Adapun rencananya, hari ini Nasrudin akan menjalani operasi debridemang, namun sayang nyawanya tak tertolong.

Hingga saat ini, RSUD Kabupaten Tangerang masih merawat dua korban kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang, masing-masing bernama Yulius Darmanto (33) bin Tjong dan Joko Susilo (35) bin Rohim.

Kebakaran itu melanda Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten pada Rabu (8/9) lalu. Sebanyak 41 warga binaan meninggal dunia di lokasi kejadian dan berhasil teridentifikasi seluruhnya hingga Selasa (14/9) kemarin.

Korban kebakaran Lapas. (Foto: MP/Rizky)
Korban kebakaran Lapas. (Foto: MP/Rizky)

Kasus kebakaran ini pun telah masuk ke dalam ranah penyidikan Polda Metro Jaya. Sejumlah petugas Lapas dan warga binaan turut diperiksa sebagai saksi, salah satunya Kalapas Klas 1 Tangerang, Victor Teguh Prihartono.

Dalam hal ini, penyidik menemukan adanya dugaan pidana dalam Pasal 359 tentang Kelalaian. Meski begitu, belum ada satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. (Knu)

Baca Juga:

14 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Setelah Divaksin, Tubuh Punya Daya Magetis Terkoneksi Bluetooth
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Setelah Divaksin, Tubuh Punya Daya Magetis Terkoneksi Bluetooth

Kode bluetooth yang tersambung pada perangkat elektronik Rachy Rach dimungkinkan berasal dari perangkat elektronik lainnya, entah itu laptop, komputer, atau smartphone yang ada di dekatnya.

Pencurian Data Diniai Belum Dorong Pemerintah-DPR Wujudkan RUU RDP
Indonesia
Pencurian Data Diniai Belum Dorong Pemerintah-DPR Wujudkan RUU RDP

Tidak pelak lagi banyak peristiwa kebocoran data pribadi namun tidak jelas apa bentuk pertanggungjawaban secara hukum

Pemprov DKI Klaim Antusias Warga Meningkat Ikuti Vaksin Usia 18+
Indonesia
Pemprov DKI Klaim Antusias Warga Meningkat Ikuti Vaksin Usia 18+

Pemprov DKI Jakarta mengklaim, jika masyarakat sangat bersemangat mengikuti program vaksinasi COVID-19 untuk 18 tahun ke atas dengan berbondong-bondong ke sentra vaksin

Penyaluran Subsidi Upah COVID-19 Termin Kedua Belum 100 Persen
Indonesia
Penyaluran Subsidi Upah COVID-19 Termin Kedua Belum 100 Persen

Penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) termin kedua untuk November-Desember 2020 mencapai 89,02 persen dari target 12,4 juta penerima.

Gibran: Lebaran Tahun Ini Bapak Enggak Mudik, Halal Bihalal Daring Saja
Indonesia
Peran dan Kewenangan Bakamla Resmi Diperkuat
Indonesia
Peran dan Kewenangan Bakamla Resmi Diperkuat

Komisi I DPR memahami capaian kinerja Bakamla

Menguji Kesaksian Terdakwa Bansos di Hadapan Eks Mensos Juliari
Indonesia
Menguji Kesaksian Terdakwa Bansos di Hadapan Eks Mensos Juliari

Matheus akan bersaksi untuk terdakwa mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara

Sidang Suap Fatwa MA, Djoko Tjandra Jadi Saksi Jaksa Pinangki
Indonesia
Sidang Suap Fatwa MA, Djoko Tjandra Jadi Saksi Jaksa Pinangki

"Djoko Tjandra, Rahmat dan Claudia (saksi untuk terdakwa Pinangki Sirna Malasari," kata tim kuasa hukum Pinangki, Aldres Napitupulu

Penjelasan Kemendagri Soal Bupati Sabu Raijua yang Diduga WN AS
Indonesia
Penjelasan Kemendagri Soal Bupati Sabu Raijua yang Diduga WN AS

Apabila terbukti Orient Riwu Kore adalah WNA maka KK dan KTP elnya akan dibatalkan oleh Dinas Dukcapil

Bertemu Keluarga Nanggala-402, Jokowi Jamin Pendidikan Anak Para Patriot
Indonesia
Bertemu Keluarga Nanggala-402, Jokowi Jamin Pendidikan Anak Para Patriot

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan bahwa KRI Nanggala-402 tenggelam terjadi bukan karena terjadi "human error" (kesalahan manusia).