Korban Meninggal Bencana Alam NTT Capai 165 Jiwa Warga berjalan melewati tumpukan kayu yang menyumbat jembatan penghubung antardesa di Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Rabu (7/4). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.)

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui sekaligus merevisi data korban meninggal dunia dan warga yang masih hilang akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, data terbaru jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut sebanyak 165 orang.

"Di Nusa Tenggara Barat (NTB) jumlah korban jiwa masih tetap sebanyak dua orang,” ujar Doni Monardo dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (9/4).

Baca Juga:

Jokowi Pantau Penanganan Dampak Bencana Siklon Seroja di NTT

Doni Monardo pun memerinci jumlah korban akibat bencana di NTT.

Korban meninggal di Flores Timur berjumlah 71 orang dan lima warga hilang. Di Lembata, 46 meninggal dunia dan 22 hilang, Alor 28 meninggal dunia dan 13 hilang, serta Malaka 6 orang meninggal dunia.

Sejumlah rumah hancur akibat banjir bandang di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu (7/4/2021). ANTARA FOTO/Aditya P Putra
Sejumlah rumah hancur akibat banjir bandang di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu (7/4/2021). ANTARA FOTO/Aditya P Putra

Lalu, di Kabupaten Kupang 4 orang meninggal, Kota Kupang 6 meninggal, Sabu Raijua 2 meninggal dan 5 hilang, sedangkan di Sikka dan Ende masing-masing 1 orang meninggal.

Kemudian di NTB, 2 warga meninggal di Kabupaten Bima.

Baca Juga:

RS Lapangan Marinir TNI-AL Diserbu Korban Bencana Banjir Bandang NTT

Setelah penelusuran kembali dari tim SAR nasional dan bupati setempat, ada beberapa korban yang telah ditemukan dan ternyata masih hidup.

"Jadi ada kabupaten yang jumlah korban meninggalnya berkurang dari hasil kemarin, tetapi ada juga yang bertambah. Jadinya kami kembali merevisi, termasuk jumlah yang hilang," ungkap Doni. (Knu)

Baca Juga:

Anjing Pencari Diturunkan Cari Korban Hilang Bencana Alam di NTT

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cegah Politik Uang Pilkada 2020, KPK Minta Libatkan PPATK
Indonesia
Cegah Politik Uang Pilkada 2020, KPK Minta Libatkan PPATK

"Karena PPATK sebagai analisis transaksi keuangan tentu kemudian memiliki kemampuan untuk mentrace transaksi-transaksi keuangan yang kemudian memungkinkan digunakan sebagai money politics," ujarnya.

Catatan Akhir Tahun PAN: 2020 Penuh Tantangan akibat Pandemi
Indonesia
Catatan Akhir Tahun PAN: 2020 Penuh Tantangan akibat Pandemi

Partai Amanat Nasional menilai tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan bagi bangsa Indonesia karena dampak pandemi COVID-19 sejak awal tahun.

Pintu DPR Terbuka Bagi Buruh yang Berdemo Hari Ini
Indonesia
Pintu DPR Terbuka Bagi Buruh yang Berdemo Hari Ini

Puan mengajak kelompok buruh agar menyampaikan aspirasi soal RUU Cipta Kerja

KPK Dalami Munculnya Nama BG hingga Pramono Anung dalam Sidang Nurhadi
Indonesia
KPK Dalami Munculnya Nama BG hingga Pramono Anung dalam Sidang Nurhadi

KPK memastikan bakal mendalami munculnya nama-nama besar dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi mantan Sekretaris MA Nurhadi.

H-1 Pilkada Serentak, 49 Ribu TPS Masuk Kategori Rawan
Indonesia
H-1 Pilkada Serentak, 49 Ribu TPS Masuk Kategori Rawan

Jumlah TPS ini tersebar di 21.250 desa/kelurahan pada 30 provinsi yang akan melaksanakan Pilkada Serenrak 2020.

Epidemiolog Sebut Kenaikan COVID-19 8 Kali Lipat dari Data Pemerintah
Indonesia
Epidemiolog Sebut Kenaikan COVID-19 8 Kali Lipat dari Data Pemerintah

Ahli berpendapat bahwa kenaikan kasus COVID-19 saat ini sebenarnya 8 kali lipat dari data yang diumumkan oleh pemerintah.

Terungkap! Ini Penyebab Ledakan Kasus COVID-19 di Madura dan Kudus
Indonesia
Kata Prabowo Soal Drone Milik Asing Ditemukan di Laut Sulawesi
Indonesia
Kata Prabowo Soal Drone Milik Asing Ditemukan di Laut Sulawesi

Kementerian Pertahanan meminta publik untuk tidak berpolemik terkait temuan drone bawah laut di Laut Selayar.

PKS: Wajar Media Asing Nilai Menkes Gagal
Indonesia
PKS: Wajar Media Asing Nilai Menkes Gagal

Netty Prasetiyani Aher menanggapi penilaian media asing terhadap Kemenkes yang tak sigap dalam menangani pandemi COVID-19.

DPD Minta Kejaksaan Tahan Rumahkan 4 IRT Kasus Pengerusakan di Lombok
Indonesia
DPD Minta Kejaksaan Tahan Rumahkan 4 IRT Kasus Pengerusakan di Lombok

"Negara harus mempertimbangkan sisi kemanusiaan, terutama bagi rakyat kecil yang justru sedang menuntut keadilan di hadapan korporasi. Sudah cukup dengan kasus Nenek Asyani," kata Sultan.