Kopi Untuk Sesama Gaungkan Gerakan StopDramaBantuSesama Kopi Untuk Sesama berbagi kebaikan kepada para tenaga medis yang berjuang menolong pasien COVID-19 (Foto: dok. kopi untuk sesama)

MASA-MASA sulit Pandemi Virus Corona, membangkitkan kepedulian terhadap sesama. Apalagi banyak warga yang kemudian kehilangan pekerjaan akibat imbas penurunan situasi dan kondisi perekonomian dan keuangan dalam negeri.

Selain itu, disaat awal-awal membludaknya pasien positif COVID-19, para tenaga medis harus berjuang keras demi menyelamatkan banyak nyawa, bahkan tak sedikit dari mereka yang kewalahan.

Baca Juga:

Kopi Enak Indonesia: Coffee Shop Dapat Banyak Hal Positif dari Barista Asuh

Berawal dari hal inilah, sekumpulan penikmat dan pegiat kopi membentuk komunitas bernama Kopi Untuk Sesama. Mereka ialah Edo selaku Founder Kopi Untuk Sesama yang dibantu oleh Arra dari Gordi, Bagus dari Steam & Brew, Devroy dari Mendem Irenk dan Mushab dari Brew Crew.

"Waktu itu kita mulai berpikir apa yang bisa kita lakukan karena beberapa teman mulai mengalami PHK dan dirumahkan. Nah, karena kebanyakan dari kita bekerja di industri kopi, kita pakai source yang kita punya, yaitu kopi," jelas Edo saat dihubungi merahputih.com via telepon.

Setelah itu Edo dan kawan-kawan mengumpulkan ‘pasukan’ dan mulai mencari donasi. Tapi, sebisa mungkin mereka tidak membuka donasi untuk uang.

"Kita berusaha enggak pegang uang awalnya, karena secara tanggung jawab jadi lebih besar dibanding bentuk barang. Oleh karena itu kita minta gelas plastik, botol pastik, roasted beans, gula, susu dan segala macamnya. Nah, baru sekarang deh kita mulai buka donasi uang untuk kas yang akan belikan gula, air dan kebutuhan lainnya kalau memang enggak ada donasi barang,” ungkap Edo.

Ide untuk menggunakan kopi dan bahan-bahan mentah lainnya dalam gerakan sosial dari Kopi Untuk Sesama, disambut baik oleh orang-orang terdekat mereka. Bantuan pun datang dari teman-teman di Gordi, Steam and Brew, Mendem Irenk, 616 Roastery, BGI, Bon Cafe, KopiMana27, Kopi Enak, 2706 by morse, ngoepilah, kupkit, Jago.Id dan masih banyak lagi.

Terlebih saat Kopi Untuk Sesama muncul ke media sosial, sambutannya pun luar biasa. Hal itu tak dipungkiri karena tengah berada di kondisi semua orang ingin membantu.

Maka pada tanggal 26 Maret 2020, gerakan peduli ini kemudian menyalurkan bantuannya ke sejumlah rumah sakit di wilayah DKI Jakarta, Semarang dan Bali. Barang yang disumbangkan yakni berupa kopi susu yang sudah siap minum untuk para tenaga medis.

"Kami merasa bahwa para petugas medis butuh bantuan. Ini juga diperkuat dari cerita adik gue dan istrinya, juga beberapa teman petugas medis yang berdinas ngurusin pasien COVID-19 di beberapa rumah sakit. Jadi gue tahu betapa susahnya mereka saat itu karena pas awal-awal segitu parahnya. Kita enggak bisa bantu banyak, tapi ini ada segelas kopi yang bisa dinikmati untuk menghilangkan stres sejenak,” jelas Edo.

Baca Juga:

Coffee Shop Bisa Manfaatkan Data BGI untuk Cari Barista Tetap

Kopi Untuk Sesama menunjukan kepeduliannya kepada para tenaga medis (Foto: dok. kopi untuk sesama)

Gerakan Kopi Untuk Sesama hingga saat ini masih terus berjalan dan didukung oleh banyak teman-teman yang memiliki visi untuk membantu para sesama. Antara lain KIN Dairy, 616 Roastery, Mendem Irenk, Steam & Brew, Kinari Jakarta di Jakarta Utara, Kopi Luna dan Sagemploo dari Bekasi serta Westbike Messenger yang selalu siap membantu pengantaran dengan sepeda.

Kopi Untuk Sesama juga mendapatkan kiriman beans dari sama sama kita bisa Yogyakarta dan Aluk Coffee Bali, serta beberapa donatur lainnya. Selain gerakan bagi-bagi kopi gratis pada petugas kesehatan, Kopi Untuk Sesama juga tengah merencakan sebuah gerakan positif lainnya.

Gerakan tersebut ialah Gerakan membagikan sembako para barista korban PHK akibat pandemi Virus Corona. Hal itu tentunya bukan tanpa alasan, Edo selaku Founder Kopi Untuk Sesama menjelaskan alasan utamanya.

"Kita berpikir bahwa dengan kondisi yang sulit kaya gini, para barista kan butuh pemasukan dan hal yang pertama mereka beli itu pasti bahan pangan (sembako) makanya kita mikir kasih sembako aja.” ujarnya.

Banyak pihak yang mensupport gerakan Kopi Untuk Sesama (Foto: dok. kopi untuk sesama)

Untuk sementara, Kopi Untuk Sesama akan membagikan sembako kepada 50 keluarga barista yang terkena PHK di wilayah DKI Jakarta, data tersebut didapat dari Barista Guild Indonesia.

“Bantuan yang akan diberikan nantinya akan didapat dari donasi yang dihimpun ke salah satu payment gateway yang ada di Indonesia. Untuk sementara namanya belum bisa gue sebutkan. Nah, setelah terkumpul akan dibelanjakan sembako untuk disumbang pada barista korban PHK yang membutuhkan,” imbuhnya lagi.

Untuk pelaksanannya sendiri, Edo dan rekan-rekan di Kopi Untuk Sesama telah melakukan persiapan sekitar 70%. Kemungkinan akan berlangsung pada bulan Juli 2020 nanti. Selain gerakan bagi-bagi kopi gratis pada petugas kesehatan dan memberikan sembako gratis pada para Barista yang di PHK, ada beberapa gerakan lain yang akan dijalankan oleh Kopi Untuk Sesama.

Salah satunya adalah Kopi Untuk Sesama akan memberikan pelatihan/kelas gratis pada barista yang terkena PHK. Dalam hal ini Kopi Untuk Sesama akan memberikan mereka modal usaha berupa barang. “Di masa mendatang, Kopi Untuk Sesama akan terus berupaya membantu para barista dan siapapun yang bergerak di dalam industri kopi.” tambah Edo.

Untuk informasi lebih lengkap tentang kegiatan mereka bisa dipantau melalui akun instagram mereka @kopiuntuksesama. (Ryn)

Baca Juga:

Kisah Barista Asuh Nadyah Febriyanti yang Pertama Nge-Shift di Kopi Lima Detik

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH