Kopi Samosir Diakui Kekhasan Geografisnya Kopi Samosir yang mendapat predikat excellent.. (Foto: instagram@rizalnaibaho08)

SALAH satu oleh-oleh yang diminta seorang kawan dari Sumatera Utara yaitu kopi Samosir. Kopi Samosir sudah terkenal ke luar daerah. Tak hanya disukai di dalam negeri, kopi Samosir bahkan sudah diekspor ke luar negeri.

Kini keberadaan kopi Samosir sebaga ciri khas semakin kuat. Kopi Samosir resmi mengantongi sertifikat perlindungan Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM yang difasilitasi oleh Deputi Fasilitas Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

1. Pengakuan berimbas positif pada petani

Kopi Samosir. (Foto: instagram.com/kopipardosir)
Kopi Samosir. (Foto: instagram@kopipardosir)

Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan bahwa sertifikat perlindungan Indikasi Geografis ini akan dapat meningkatkan penghasilan para petani secara khusus.

"Karena kita diakui kualitasnya, sehingga penjualan atau penyebaran kopi ini akan mempunyai dampak dan diketahui oleh masyarakat secara kualitas," kata Rapidin Simbolon ditemui dalam acara Festival Indikasi Geografis di Jakarta, Sabtu (8/12) seperti dikutip Antara.

Keuntungan utama yang akan dirasakan oleh petani kopi adalah harga yang lebih tinggi.

"Kami sekarang sedang mengupayakan nilai tambah. Artinya kami buat kelompok-kelompok tani ini untuk mengelola sendiri menjadi sebuah roastingan kopi yang bagus, dan ini dijual kepada para wisatawan," ujar dia.


2. Harga berlipat-lipat

Sebuah festival kopi di Medan mempromosikan kopi-kopi setempat. (Foto: instagram.com/stabatmanualbrewers)
Festival kopi di Medan mempromosikan kopi-kopi setempat. (Foto: instagram@stabatmanualbrewers)

Dengan memberikan nilai tambah dalam produk, dari biji mentah menjadi yang sangrai, harga kopi Samosir dapat meningkat enam kali lebih tinggi.

Ini sekaligus menjadi peluang terciptanya usaha baru, dimana terdapat dua rumah produksi, dan akan bertambah dua lagi pada tahun 2019.

Dengan produksi hampir 5.000 ton biji kopi per tahun dengan total 4.913,24 hektare lahan yang tersebar di Pulau Samosir, saat ini, kopi Samsosir telah diekspor ke Thailand dan ke sejumlah negara di Eropa, seperti Prancis.

3. Ditanam di atas tanah bekas letusan gunung api

Kebun kopi Samosir. (Foto: instagram.com/tanjungfachriz)
Kebun kopi Samosir. (Foto: instagram@tanjungfachriz)

Kualitas kopi Samosir telah mendapat pengakuan excellent dengan skor di atas 85 dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember. Ini karena kopi Samosir ditanam di atas ketinggian 1450 mdpl pada lahan bekas letusan gunung berapi.

Dalam meningkatkan nilai tambah bagi para petani, kopi Samosir masih terkendala para pedagang besar yang ingin mengendalikan harga. Untuk itu, pemerintah daerah berencana untuk menampung secara keseluruhan hasil kopi pada musim panen.

Para petani di sektor hulu, sementara para hotel di sektor hilirnya kemudian juga pengusaha pengusaha kecil, coffee shop yang bisa menjual kopi ini langsung kepada wisatawan.

Selain Kopi Samsosir, dalam Bekraf Festival Indikasi Geografis, barek Solok juga menerima sertifikat perlindungan Indikasi Geografis. (zul)

Kredit : zulfikar

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH