Kopi Produksi Petani Pasirwangi Kini Mendunia Kopi D'Arffi produksi para petani dari Pasirwangi, Garut (Foto: Bukalapak)

MerahPutih.Com - Para petani dari Kecamatan Pasirwangi, Garut kini semakin dikenal di mancanegara. Penyebabnya tak lain karena kopi produksi para petani di daerah itu sudah diekspor ke sejumlah negara.

Kopi yang dikenal dengan merek D'Arffi itu juga mampu memenuni kebutuhan pasar nasional.

"Kopi bubuk siap seduh yang kami jual sudah banyak yang ke luar (mancanegara)," kata Aries Sontani petani kopi asal Kecamatan Pasirwangi, Garut, Minggu (27/5).

Ia menuturkan, kopi yang diproduksinya diberi merek D'Arffi itu sementara baru memenuhi pesanan secara individu dari penikmat kopi asal Amerika, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.

Petani kopi dari Pasirwangi
Pemerintah diharapkan turut aktif promosikan kopi Pasirwangi (Foto: Ist)

Pengiriman kopi ke luar negeri itu, kata dia, berlangsung selama satu tahun atau sudah terkirim sebanyak 50 kilogram dengan cara dipaket menggunakan jasa pengiriman.

"Sementara yang pesan ini baru individu, untuk konsumsi sendiri, bukan perusahaan atau kafe," katanya.

Ia berharap, ke depannya pengiriman kopi dari petani Garut ke luar negeri itu dapat dilakukan secara besar-besaran melalui lembaga eksportir di Indonesia.

Selama ini, kata dia, berdasarkan peraturan yang ada hanya dapat ekspor bahan mentah kopi, termasuk kopi dari Garut pengirimannya digabung dengan kopi dari berbagai daerah di Aceh.

"Sekarang ini kopi dari Garut digabung di Medan, di Aceh baru ke luar negeri, untuk kopi dari Jawa Barat ini katanya untuk penambah rasa nikmat kopi," katanya.

Aries dari kelompok petani Pasirwangi
Aries Sontani petani kopi asal Kecamatan Pasirwangi, Garut (FOTO: ANTARA Jabar)

Aries sebagaimana dilansir Antara menyampaikan, kopi produksi petani di Pasirwangi, Garut, salah satu daerah yang memenuhi kebutuhan pasar nasional yang setiap bulannya mengirim sebanyak 100 kilogram kopi.

Kopi jenis arabika tersebut, kata dia, banyak dijual di kafe-kafe, restoran atau kedai kopi di berbagai daerah di Indonesia.

"Hampir semua daerah dikirim kopi produk kami, kebanyakan untuk di kafe-kafe," katanya.

Sementara itu, Aries telah menekuni usaha kopi sejak tahun 2000, kemudian mulai melakukan pembenihan dan penanggulangan produktivitas kopi sejak 2005.

Selama ini Aries telah mampu mengelola lahan kopi seluas 500 hektare di Kecamatan Pasirwangi dengan jumlah orang yang saat ini terlibat dalam pengelolaan kopi sebanyak dua ribuan orang.

"Saya juga akan terus berupaya agar masyarakat di daerah saya dapat konsisten menanam kopi, karena saat ini bisnis kopi sangat menguntungkan bagi petani," katanya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Ketua PB HMI Bantah Desak Kapolri dan Kepala BIN Mundur



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH