Kopi Pasak Bumi, Kopi Berkhasiat Khas Kalimantan  Kopi Pasak Bumi, Banjarbaru, Kalimantan (Foto: Ist)

MerahPutih.Com - Nama kopi Pasak Bumi mungkin masih terasa asing di Tanah Air. Padahal kopi khas Kalimantan itu dipercaya memiliki khasiat yang bisa menyembuhkan sejumlah penyakit dan meningkatkan vitalitas pria.

Di Indonesia, Pasak Bumi atau yang dikenal dengan nama latin Eurycoma longifolia, tumbuh subur di pedalaman Kalimantan yang juga telah dikenal dan digunakan masyarakat Dayak sebagaimana tanaman yang memiliki beragam khasiat selain sebagai penambah kejantanan pria dewasa.

Pasak Bumi atau yang di Negeri Jiran Malaysia dikenal dengan Tongkat Ali ini ternyata kandungannya telah banyak diteliti secara ilmiah menunjukkan berbagai khasiat yang ada didalamnya.

Pasak Bumi mengandung ekstrak yang disebut dengan ethanolic yang sangat berperan dalam menambah jumlah hormon testosteron pada pria. Tanaman Pasak Bumi juga mengandung strichnin dan bursin yang sangat berkhasiat untuk menambah vitalitas pria dewasa karena memiliki sifat afrodisiak. Menurut hasil penelitian, tumbuhah afrodisiak mengandung senyawa turunan alkaloid, saponin, tanin dan lainnya yang berperan dalam melancarkan peredaran darah.

Kopi Pasak Bumi khas Kalimantan
Varian kopi Pasak Bumi khas Kalimantan (Foto: Ist)

Kelompok Tani Hutan Desa Taratau, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, memproduksi kopi pasak bumi yang sudah dipasarkan ke luar Kalimantan.

Ketua Kelompok Tani Hutan Rakat Sepakat Desa Taratau Arsani di Tanjung mengatakan produksi kopi pasak bumi mencapai 600 kilogram setiap bulan.

"Kopi pasak bumi yang kita produksi divariasi dengan aneka rasa seperti jahe dan temulawak," jelas Arsani pada Minggu (8/4).

Sebelumnya KTH Rakat Sepakat mendapatkan pembinaan dari UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Kabupatan Tabalong dan Balai Pengelolaan Hutan Produksi IX Banjarbaru untuk bimbingan teknis sarana prasarana pengolahan kopi.

Kasubag Tata Usaha UPT KPH Kabupaten Tabalong Aidil sebagaimana dilansir Antara mengatakan dengan bantuan sarana prasarana diharapkan kualitas dan kuantitas produk kopi pasak bumi dapat ditingkatkan.

"Sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu pemanfaatan pasak bumi menjadi binaan KPH selain madu kelulut," jelas Aidil.

Bahkan pengemasan dan pemberian label produk madu kelulut telah dilakukan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Desa Lano, Kecamatan Jaro, Kalimantan Selatan yang juga binaan UPT KPH setempat, termasuk membantu 20 kotak sarang lebah yang saat ini sudah produksi.(*)


Tags Artikel Ini

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH