'Kopi dan Suasana', Kala Kedai Kopi Menginspirasi Pengunjung Para narasumber di sesi talkshow 'Kopi dan Suasana (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

NGOPI di tempat enggak proper rasanya kayak ada minusnya. Berangkat dari hal itu, gelaran Indonesia Coffee Events (ICE) 2020, Kamis (13/2), menghadirkan tiga sesi talkshow seputar kopi kepada pengunjung, salah satunya sesi bertajuk 'Kopi dan Suasana', membahas pentingnya desain interior sebuah kedai kopi untuk menarik pengunjung.

Talkshow dimoderatori Aria Gumilla menghadirkan empat narasumber paling kompeten di bidangnya, seperti Hendra Irwanto (Titik Temu), Feby Indirani (Writer), Marcello Sidharta (Arsitek), dan musisi Riri Mestika (Kopi 5 Detik).

Baca juga:

Bedanya Gaya Ngopi Orang Jakarta dan London

Dalam membangun 'suasana kopi', menurut Hendra Irwanto, owner harus memiliki konsep interior. Selain itu, kesiapan budget juga harus tersedia dengan baik. Terpenting, mengusung konsep kedai kopi ramah lingkungan, tanpa gelas dan sedotan plastik.

"Ada beban moral harus ditanggung, mulai dari desain dan yang lain. budget itu adalah hal krusial. Semuanya maju, dan harus disebarkan di semua media sosial," ujar Hendra Irwanto.

Suasana di coffee shop, menurut Marcello Sidharta, seharusnya memberikan pengalaman tersendiri bagi penikmat kopi. Misalnya, coffee shop harus memiliki chart musik paling pas. Dengan begitu, pengunjung bisa berbincang dengan santai bersama teman sambil menikmati secangkir kopi.

Coffee Shop tak lepas dari WI-FI (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

"Ada coffee shop yang suasana santai, mengundang orang untuk bekerja, menulis dan lainnya. keterbatasan orang membangun kedai kopi di ruko, dan membuatnya menjadi simpel dan keluar budget dan suasananya dapet," kata Marcello Sidharta.

Kedai kopi juga tak lepas dari fasilitas WI-FI. Peran koneksi internet sangat krusial bagi sebuah kedai kopi. Terkadang orang jadi betah berjam-jam ngopi sambil berselancar di dunia maya. Namun, menurut Hendra tak semua kedai kopi beranggapan seperti itu. Beberapa kedai, lanjutnya, justru memilih tidak memasang WI-FI sama sekali.

"Konsep seperti ini sah-sah saja karena tujuannya supaya pengunjung bisa saling mengobrol tanpa harus disibukkan dengan gawai masing-masing," tutur Hendra.

Sementara bagi DJ Riri, sebuah coffee shop terbaik, setidaknya memiliki suguhan kopi nikmat, dan alunan musik pas memenuhi seluruh ruang.

"Targetnya merupakan customer. Musik alternatif R&B soul cocok untuk di coffee shop, termasuk yang tonedown. Konsep kedai kopi yang diinginkan sangat simpel, dan mengutamakan sebuah kopi”. paparnya.

Menurut Marcello Sidharta, intinya coffee shop harus berkolaborasi. Kopi berkualitas, alunan musik, dan interior keren, akan membuat pengunjung selalu rindu kembali ke coffee shop. (bfm)

Baca juga:

Harus Nonton! Saksikan Live Streaming Keseruan Kompetisi Barista dan Brewers Cup di ICE 2020 di merahputih.com


Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH