Rp12,8 Juta untuk Secangkir Kopi, Apa Istimewanya? Secangkir kopi ini berharga Rp12,8 juta (Foto: screenshot YouTube Buzzfeed)

THE MUNCH, kedai kopi kecil di Osaka, Jepang, mungkin satu-satunya tempat di dunia kamu bisa menikmati secangkir kopi berusia 22 tahun yang baru diseduh.

Namun, bersiaplah untuk mengeluarkan bujet lebih untuk menyesap kopi ini. Secangkir kopi spesial berusia 22 tahun itu dibanderol sekitar US$914 atau sekitar Rp12,8 juta. Demikian dilansir laman Odditycentral.

Baca Juga:

Viral! Perusahaan Ini Tawarkan Kopi Hasil 'Roasting' dari Luar Angkasa

Kopi tersebut digadang-gadang sebagai secangkir kopi termahal dunia. Kehebohan itu dimulai beberapa dekade yang lalu. Kanji Tanaka, pemilik dan satu-satunya karyawan The Munch, menaruh es kopi di dalam kulkas agar bisa segera disajikan untuk para pelanggan.

Kedai Kopi The Munch yang menyajikan Kopi berusia 22 tahun (Foto: yelp)

Suatu ketika, ia lupa sesuatu ada di dalam kulkas selama lebih dari setengah tahun. Dia tak mungkin menyajikan itu untuk pelanggan lagi. Namun, sebelum membuang kopi itu, ia memutuskan untuk menyesap dan mengetahui bagaimana rasanya. Yang mengejutkan, kopi tersebut masih enak dan menghasilkan rasa istimewa.

Ketika menemukan bahwa kopinya yang berusia berbulan-bulan masih dapat diminum, dia melihat tong-tong kayu kecil yang sangat populer di Jepang. Tong kayu itu dipercaya sebagai cara yang bagus untuk membuat alkohol murah terasa lebih enak. Saat melihat hal itu, Tanaka pun mempunyai ide untuk melakukannya pada kopi.

Baca Juga:

Fakta-Fakta Unik Tentang Kopi yang Jarang Diketahui

Tanaka awalnya memiliki ide untuk menyimpan kopi disebuah tong kayu (Foto: screenshot YouTube buzzfeed)

Tanaka pun menaruh biji kopi yang telah dilupakan di lemari es ke tong kayu dan membiarkannya menua selama 10 tahun. Saat ia mencicipinya satu dekade kemudian, rasanya manis, hampir seperti sirup.

Akhirnya ia mulai menggunakan biji kopi mentah yang berusia 20 tahun. Biji kopi itu disangrai sendiri. Tanaka juga menggilingnya hingga bisa diseduh. Kopi vintage yang saat ini terkenal itu diseduh menggunakan sistem Nel Drip, mirip dengan dripper pour over atau Chemex. Pada dasarnya, Tanaka meletakkan bubuk kopi di dalam saringan, lalu menuangkan air panas di atasnya. Namun, ada sedikit cara yang berbeda yang dilakukan Tanaka.

Diseduh dengan menggunakan sistem Nel Drip, mirip dengan Dripper pour over atau Chemex (Foto: yelp)

Pemilik kedai The Munch tersebut menuangkan air dengan sangat lambat. Saking lambatnya, butuh waktu 30 menit agar setetes cairan jatuh ke wadah di bawah saringan. Dia mengklaim, dengan cara itu, kopi bisa mengeluarkan aroma dan rasa manisnya, serta menghilangkan beberapa kepahitannya. Minuman itu kemudian disimpan pada tong kayu kecil yang telah digunakan Tanaka selama beberapa dekade.

Video tentang kopi berusia 22 tahun dimulai dari menit 6.55 (Video: YouTube Buzzfeed)

Kopi vintage tersebut disajikan langsung dari tong kayu tersebut. Cairan kopi keluar lewat keran yang tergabung dan dituangkan dalam cangkir Miessen yang unik. Menurut Buzzfeed, kopi tersebut benar-benar gelap, manis, dan cokelat. Salah satu yang mencoba menyamakannya dengan anggur yang ditambahkan dengan cokelat. Namun, seperti yang terlihat dari video, mereka berdua sepakat bahwa itu benar-benar enak.

Dua reporter Buzzfeed tersebut mengatakan harga 100.000 yen atau sekitar Rp12,8 juta untuk secangkir kopi cukup mahal. Namun, jika kamu memiliki cukup uang dan menyukai minuman eksotis, pergilah ke The Munch dan jangan lupa untuk memberitahukan bagaimana rasa kopi tersebut.

Memang tak setiap hari ada yang memesan kopi premium tersebut. Untuk itulah, Tanaka juga menyajikan beragam kopi lain. Harganya jauh lebih terjangkau pada kisaran US$15 atau sekitar Rp200 ribu. Namun, rasanya dikenal sangat nikmat. (Ryn)

Baca Juga:

True Brew Competition, Kompetisi Kopi Tubruk Pertama di Indonesia Siap Digelar

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH