KontraS Nilai Siapapun yang Kritis Bisa Dapat Teror Seperti Ravio Patra Salah satu tweet Ravio sebelum ditangkap polisi (@raviopatra)

Merahputih.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai, diretas dan ditangkapnya aktivis Ravio Patra terkait erat dengan kritik-kritik yang sering disampaikannya di media daring atau media sosial.

Menurut KontraS, kritik yang terakhir dilancarkan Ravio adalah terkait kinerja dan konflik kepentingan Staf Khusus Presiden dan pengelolaan data korban COVID-19.

"Praktik teror dan represifitas ini sangat berbahaya, bukan hanya mengancam Ravio, tapi bisa dikenakan pada siapapun yang kritis dan menyuarakan pendapatnya," jelas Kontras dalam keteranganya, Sabtu (25/4).

Baca Juga:

Saat Ditangkap, Aktivis Ravio Tengah Berada di Mobil Kedubes Belanda

Ravio Patra saat ini sudah dipulangkan atas upaya dan dukungan bersama publik. "Setelah 33 jam sejak ditangkap dan diperiksa oleh Polda Metro Jaya, Ravio akhirnya dibebaskan pagi ini sekitar pukul 08.30 WIB dengan status sebagai saksi," tulisnya.

Ravio dan tim pendamping mengucapkan terima kasih atas bantuan, dukungan dan segala upaya bersama untuk menghentikan kasus ini.

"Gerak cepat bersama menjaga kawan-kawan yang dikriminalisasi sangat terasa dan sangat berarti," ujar Kontras.

Kontras pun mendesak kepolisian bersikap profesional dan menghentikan kasus atau tuduhan terhadap Ravio Patra. "Kami mendesak kepolisian harus segera menangkap peretas sekaligus penyebar berita bohong melalui akun Whatsapp Ravio," ucap Kontras.

Direktur Eksekutif SAFEnet dalam keterangan Damar Juniarto, menjelaskan, penangkapan itu tak lama setelah handphone Ravio Patra diretas oleh orang tidak dikenal.

Damar menyampaikan peretas menyebarkan pesan-pesan bermuatan provokasi. Adapun bunyi pesan tersebut sebagai berikut:

"KRISIS SUDAH SAATNYA MEMBAKAR!AYO KUMPUL DAN RAMAIKAN 30 APRIL AKSI PENJARAHAN NASIONAL SERENTAK, SEMUA TOKO YG ADA DIDEKAT KITA BEBAS DIJARAH."

Foto profil akun twitter Ravio Patra. (Net/Ist)

Damar mengatakan, Ravio Patra lah yang bercerita langsung bahwa handphonenya diretas.

"Ravio menunjukkan pesan ketika mecoba menghidupkan WA, muncul tulisan: "You've registered your number on another phone" Dicek ke pesan inbox SMS, ada permintaan pengiriman OTP," ujar Damar.

Damar menyarankan Ravio melaporkan peristiwa ini ke Head of Security Whatsapp. Pelaku pembobolan menemukan cara mengakali nomer mereka untuk bisa mengambil alih Whatsapp yang sebelumnya didaftarkan dengan nomor Ravio.

"Dikatakan memang terbukti ada pembobolan, karena OTP dikirim ke nomer Ravio, besar kemungkinan pembobol sudah bisa membaca semua pesan masuk lewat nomer tersebut," ucap dia.

Baca Juga:

Napi Asimilasi Kembali Berulah, Yasonna: Mereka Akan Menyesal

Menurut Damar, motif penyebaran itu ingin menjebak Ravio sebagai salah satu yang akan membuat kerusuhan.

"Saya minta Ravio untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan semua bukti. Agar kami bisa memeriksa perangkat tersebut lebih lanjut," ucap dia. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Periksa Karutan Boyolali Terkait Kasus Wawan
Indonesia
KPK Periksa Karutan Boyolali Terkait Kasus Wawan

"Agus akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Ini Kerusakan Sementara Akibat Gempa 6,2 yang Guncang Majene Sulbar
Indonesia
Ini Kerusakan Sementara Akibat Gempa 6,2 yang Guncang Majene Sulbar

Gempa memicu tanah longsor di tiga titik di sepanjang poros jalan Majene-Mamuju sehingga menyebabkan akses terputus.

Fahri Hamzah: UU Cipta Kerja Lahirkan Kapitalisme Baru
Indonesia
Fahri Hamzah: UU Cipta Kerja Lahirkan Kapitalisme Baru

Fahri Hamzah menilai UU Cipta Kerja tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merampas hak-hak individu, serta hak berserikat atau berkumpul dan memberikan kewenangan luar biasa kepada lahirnya kapitalisme baru.

4 Provinsi di Tiongkok Turunkan Level Darurat Corona
Indonesia
4 Provinsi di Tiongkok Turunkan Level Darurat Corona

Tiongkok memiliki sistem tanggap empat tingkat

Kirimkan Surat Nama Cawagub Baru ke DPRD, Anies Berharap Segera Punya Pendamping
Indonesia
Kirimkan Surat Nama Cawagub Baru ke DPRD, Anies Berharap Segera Punya Pendamping

Diketahui dua nama yang disepakati Gerindra dan PKS adalah Ahmad Riza Patria dari Gerindra dan Nurmansjah Lubis dari PKS.

[HOAKS atau FAKTA]: Orang Gangguan Jiwa Tak Ada Terkena COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Orang Gangguan Jiwa Tak Ada Terkena COVID-19

Sebab selama pandemi ada sampai sekarang, tidak pernah ada orang gila yang terkena COVID-19.

Cara Bupati Sampang dan Pamekasan Pertahankan Status Zona Hijau COVID-19
Indonesia
Cara Bupati Sampang dan Pamekasan Pertahankan Status Zona Hijau COVID-19

Bupati Sampang Slamet Junaidi, menjelaskan jika selama ini aktif melakukan pencegahan penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok ini.

Ibunda Jokowi Wafat, Pangdam IV Diponegoro: 1.200 Personel Amankan Prosesi Pemakaman
Indonesia
Ibunda Jokowi Wafat, Pangdam IV Diponegoro: 1.200 Personel Amankan Prosesi Pemakaman

Sejumlah menteri datang melayat di antaranya Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menkes Terawan Agus Putranto.

MA Tolak Permohonan Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Indonesia
MA Tolak Permohonan Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

uji materi yang diajukan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) itu diputus pada tanggal 6 Agustus 2020 oleh Hakim Agung Supandi, Yodi Martono Wahyunadi, dan Is Sudaryono.

Menag Gus Yaqut Ogah Ada Minoritas Terusir Dari Kampung Halaman
Indonesia
Menag Gus Yaqut Ogah Ada Minoritas Terusir Dari Kampung Halaman

Kementerian Agama akan memfasilitasi dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan yang ada.