KontraS Minta Polisi Transparan soal Dugaan Kepemilikan Senpi Laskar FPI Barang bukti berupa senjata api dan senjata tajam yang digunakan diduga pengikut pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Foto: (ANTARA/HO/Humas Polda Metro Jaya)

MerahPutih.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menanggapi kasus enam orang laskar FPI yang tewas ditembak oknum aparat.

Wakil Koordinator Bidang Advokasi KontraS, Arif Nur Fikri, mengatakan penyidikan kasus ini sebaiknya transparan.

Baca Juga

6 Laskar FPI Meninggal, PKS Soroti Berbagai Kejanggalan

Terkhusus, kata dia, soal dugaan kepemilikan senjata api yang dilontarkan kepolisian terhadap laskar pengawal pimpinan FPI Rizieq Shihab itu.

"Proses transparansinya harus dibuat terang. Terutama terkait dengan penggunaan senjata apinya," kata Arif, pada akun Intagram resmi KontraS (@kontras_update), Selasa (8/12).

Dia menyatakan, pihak kepolisian memiliki diskresi menggunakan kekuatan.

"Sebenarnya pihak kepolisian memiliki diskresi untuk menggunakan kekuatan. Baik itu penggunaan kekuatan tangan kosong maupun penggunaan senjata api," tutur Arif.

View this post on Instagram

A post shared by KontraS (@kontras_update)

Namun, lanjutnya, untuk melihat penggunaan kekuatan tersebut terukur atau tidak, dapat dilihat dari luka-luka korban.

"Apakah luka tersebut langsung diarahkan ke organ-organ yang mematikan atau sempat dilumpuhkan dengan penembakan pada organ yang tidak mematikan, tapi tetap melawan," tutur dia.

Tentunya, kata Arif, proses penyidikan harus dikerjakan secara transparan dan akuntabel.

"Hal itu dapat jelas ketika prosesnya transparan dan akuntabel," tutup Arif. (Knu)

Baca Juga

6 Anggota FPI Tewas Ditembak, KAMI: Brutal dan tak Pancasilais

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wagub DKI Jelaskan Penyebab Lonjakan Tinggi Kasus Corona di Jakarta
Indonesia
Wagub DKI Jelaskan Penyebab Lonjakan Tinggi Kasus Corona di Jakarta

Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria menjelaskan penyebab kasus corona di Jakarta melonjak tinggi.

Puluhan Daerah Masuk Zona Tinggi COVID-19, Pemerintah Soroti Maraknya Kegiatan Timbulkan Kerumunan
Indonesia
Puluhan Daerah Masuk Zona Tinggi COVID-19, Pemerintah Soroti Maraknya Kegiatan Timbulkan Kerumunan

Terdapat 29 kabupaten/kota yang berkategori daerah risiko tinggi virus corona.

[HOAKS Atau FAKTA]: Habib Rizieq Gunakan Serban Berlogo Palu Arit
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Habib Rizieq Gunakan Serban Berlogo Palu Arit

Beredar foto bergambar wajah Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dengan menggunakan serban berlogo palu arit dan mulutnya terdapat sendal jepit berwarna hitam.

Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal Digelar Besok
Indonesia
Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal Digelar Besok

"Pemotongan besok, dimulai pukul 8 pagi," kata Wakil Kepala Bidang Penyelenggara Peribadatan Masjid Istiqlal, Abu Hurairah

Disiplin Berlalu Lintas di Kawasan Tilang Elektronik Meningkat
Indonesia
Disiplin Berlalu Lintas di Kawasan Tilang Elektronik Meningkat

hal ini menunjukkan bahwa kamera ETLE sangat efektif

Lima Rumah Warga Kepulauan Talaud dan Satu Gereja Terdampak Gempa M7,0
Indonesia
Lima Rumah Warga Kepulauan Talaud dan Satu Gereja Terdampak Gempa M7,0

"BPBD setempat menginformasikan sebanyak 2 unit rumah mengalami rusak ringan dan 3 unit terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati

Dua Wilayah Jakarta Diperkirakan Hujan Ringan Senin Siang
Indonesia
Dua Wilayah Jakarta Diperkirakan Hujan Ringan Senin Siang

Suhu udara rata-rata sepanjang hari ini di Ibu Kota diperkirakan berada di kisaran normal antara 24 hingga 34 derajat Celsius

Polisi Beberkan Alasan Roy Kiyoshi Pakai Psikotropika
Indonesia
Polisi Beberkan Alasan Roy Kiyoshi Pakai Psikotropika

Roy Kiyoshi ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan obat-obatan yang masuk dalam golongan psikotropika.

DPR: Vaksin Corona Jangan Dijadikan Ladang Bisnis
Indonesia
DPR: Vaksin Corona Jangan Dijadikan Ladang Bisnis

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan, jika pemerintah tetap menggunakan skema menjual vaksin bagi masyarakat yang mampu harus membuat regulasi yang jelas.

[HOAKS atau FAKTA]: Minum Rebusan Daun Teh dan Batang Lada Sembuhkan Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Rebusan Daun Teh dan Batang Lada Sembuhkan Corona

Akun Facebook bernama Namhyuk Kim (dalam tulisan Korea) mengunggah status berisi informasi terkait ramuan dari Korea Selatan.