Kontak Erat dengan Lurah Petamburan, Puluhan Orang Positif COVID-19 Situasi pendaftaran untuk pelacakan kasus COVID-19 di Puskesmas Tanah Abang, Kamis (19/11/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Puskesmas Tanah Abang menemukan puluhan orang terinfeksi COVID-19 dari hasil pelacakan kontak atau contact tracing kasus positif Lurah Petamburan Setiyanto.

Mereka yang positif ini disebut tak pernah menghadiri kerumunan acara Maulid Nabi sekaligus pernikahan putri Rizieq Shihab (HRS) di Markas FPI, Jalan Petamburan III.

"Berdasarkan hasil tes terhadap 185 orang yang kontak erat dengan Pak Lurah, ditemukan 38 kasus positif," kata Kepala Suku Dinas (Kasudinkes) Jakarta Pusat (Jakpus) Erizon Safari kepada wartawan, Selasa (24/11).

Baca Juga:

425 Ribu Warga Berhasil Sembuh dari COVID-19

Erizon mengatakan, 38 orang yang positif itu murni hasil pelacakan dari kasus Lurah Petamburan.

"Yang ada kan kasus Pak Lurah, tidak ada kasus yang lain," katanya.

Ia pun memastikan bahwa 38 orang yang positif itu tak pernah menghadiri acara yang digelar HRS di markas FPI.

"Enggak ada satu pun (yang datang acara HRS). Engak, engak ada," katanya.

Warga kawasan Petamburan mengikuti tes cepat yang digelar Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020). (ANTARA/Devi Nindy)
Warga kawasan Petamburan mengikuti tes cepat yang digelar Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020). (ANTARA/Devi Nindy)

Sementara itu, tiga dari lima orang yang reaktif dinyatakan positif COVID-19 seusai swab test, di Gedung SDN 01/03 Petamburan, dekat markas Front Pembela Islam.

"Tiga orang ditindaklanjuti di Puskesmas Tanah Abang," kata Wakapolsek Metro Tanah Abang Kompol Sri Wahyudi.

Sementara dua orang lainnya negatif COVID-19 setelah swab test.

"Total ada lima yang reaktif, tetapi yang dua orangnya negatif COVID-19," ucap Wahyudi.

Baca Juga:

Kata Anies Kenapa Kasus COVID-19 Jakarta Masih Tinggi

Dia melanjutkan, sebanyak 107 orang telah mengikuti rapid test di sana.

Tiga di antaranya positif dan dibawa ke Puskesmas Tanah Abang.

Setelah pelayanan rapid test COVID-19 selesai, pihak Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat menyemprotkan cairan disinfektan.

"Total ada 107 orang yang sudah ikut rapid test COVID-19 di sini. Layanannya selesai hari ini," ucap Wahyudi.

"Sekarang ada penyemprotan disinfektan oleh petugas Damkar (pemadam kebakaran) dan dibantu polisi, di Jalan KS Tubun Tiga," tutup Wahyudi. (Knu)

Baca Juga:

Pemprov DKI Minta Kerja Sama Warga Petamburan Jalani Tes COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Corona Capai 13.717, Brazil: Kami Butuh 40 Juta Masker dari Tiongkok
Dunia
Kasus Corona Capai 13.717, Brazil: Kami Butuh 40 Juta Masker dari Tiongkok

Brazil telah melaporkan 13.717 kasus virus corona dengan 667 kematian.

Jadi Korban 'Pecah Kaca', Dokter Tirta Minta Jangan Dihubungkan dengan Konspirasi
Indonesia
Jadi Korban 'Pecah Kaca', Dokter Tirta Minta Jangan Dihubungkan dengan Konspirasi

Kejadian tidak mengenakan ini dibagikan Tirta dalam akun Instagram resminya

Kriminalitas Meningkat Saat PSBB, Polisi Diminta Perketat Patroli Keamanan
Indonesia
Kriminalitas Meningkat Saat PSBB, Polisi Diminta Perketat Patroli Keamanan

Tingkat kriminalitas di jalanan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta meningkat

PSBB Jakarta tak Berjalan Mulus, Penegakan Hukum Dianggap Tanggung
Indonesia
PSBB Jakarta tak Berjalan Mulus, Penegakan Hukum Dianggap Tanggung

Trubus mengatakan, perihal penegakkan sanksinya harus diperberat. Hal itu dimaksud agar para pelanggar jera.

Tak Setuju Jerinx Dipenjara, Demokrat: Lebih Baik IDI Jawab Saja Tuduhannya
Indonesia
Tak Setuju Jerinx Dipenjara, Demokrat: Lebih Baik IDI Jawab Saja Tuduhannya

Pernyataan Jerinx mewakili kegelisahan dan keresahan sejumlah masyarakat.

 Warga Jabar Bisa Cek Kesehatan Lewat Fitur Periksa Mandiri
Indonesia
Warga Jabar Bisa Cek Kesehatan Lewat Fitur Periksa Mandiri

"Masyarakat jangan panik dulu, mesin canggih ini bisa menjawab di aplikasi ini (PIKOBAR)," kata Kang Emil

Aspri Eks Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum Dituntut 9 Tahun Penjara
Indonesia
Aspri Eks Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum Dituntut 9 Tahun Penjara

Tuntutan itu diberikan lantaran penuntut umum meyakini Ulum terbukti bersalah menerima sebesar Rp11.500.000.000 bersama-sama dengan Imam Nahrawi.

KPK Amankan 6 Orang dan Kardus Uang dari Pejabat Kemensos
Indonesia
KPK Amankan 6 Orang dan Kardus Uang dari Pejabat Kemensos

Operasi senyap lembaga antirasuah dilakukan pada Jumat, 4 Desember 2020, malam hingga Sabtu dini hari tadi.

 Gibran Diprediksi Kalah Lawan Sosok Mapan dan Pintar Secara Intelektual
Indonesia
Gibran Diprediksi Kalah Lawan Sosok Mapan dan Pintar Secara Intelektual

"Isu yang paling mudah dimainkan lainnya adalah persoalan politik dinasti dan itu penting," katanya