Konsumsi Alkohol Bahayakan Kesehatan Gigi dan Mulut Kurangi konsumsi alkohol untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. (foto: pixabay/StockSnap)

KEBIASAAN mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebih terbukti meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti kerusakan hati. Selain itu, alkohol juga memberi dampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut.

NBC News melansir bahwa para ahli di New York University menemukan peminum sedang atau berat amat mungkin terkena penyakit kronis di kemudian hari. Hasil itu merek dapat setelah mengadakan survei kesehatan mulut pada 270 orang yang memiliki kebiasaan minum minuman beralkohol, baik itu peminum berat maupun sedang. Penyakit kronis yang berpotensi menyerang para penimun alkohol, yaitu kanker, penyakit jantung, dan penyakit hati. Selain itu, mereka juga berisiko ompong dan terkena penyakit gusi.

Jiyoung Ahn, seorang ahli epidemiologi yang berpartisipasi dalam penelitian tersebut, berpendapat minuman beralkohol memberikan efek buruk pada mikrobioma di mulut. Mikrobioma adalah kumpulan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus yang hidup di dalam tubuh manusia. Mikroorganisme baik dibutuhkan tubuh untuk membantu mencerna makanan dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Senada, Dr Harold Katz, seorang dokter gigi di California sekaligus ahli bakteriologi di UCLA School of Dentistry, seperti dikutip dari Healthline, menjelaskan kaitan antara alkohol dan keseimbangan bakteri yang ada di mulut. Di dalam mulut manusia, terdapat miliaran bakteri, baik itu yang bermanfaat maupun yang menyebabkan kerusakan gigi, penyakit gusi, plak, dan bau mulut. Bakteri baik di mulut ?salah satunya Lactobacillales? bekerja secara terus menerus dalam memproduksi protein yang bisa menekan pertumbuhan bakteri jahat. Sayangnya, ketika seseorang mengonsumsi alkohol, akan ada reaksi yang bisa melemahkan pertahanan bakteri baik sehingga keseimbangan bakteri baik di dalam mulut bisa terganggu.

Semakin sering minuman alkohol dikonsumsi, jumlah Lactobacillales akan semakin sedikit. Sebagai gantinya, berbagai jenis bakteri jahat, seperti Actinomyces, Leptotrichia, Cardiobacterium, dan Neisseria berkembang makin banyak. Kondisi itu dapat menyebabkan berbagai masalah pada mulut dan gigi.

Efek minum alkohol yang paling ringan ialah mulut terasa kering dan timbul bau mulut. Aroma mulut tak sedap muncul akibat hilangnya bakteri baik yang mencegah bakteri jahat menghasilkan sulfur anaerobik, zat penyebab bau mulut.

Yogurt yang mengandung prebiotik baik untuk gigi dan mulut. (foto: pixabay/profet)

Lebih jauh, saat jumlah bakteri baik berkurang, gusimu juga menjadi rentan mengalami masalah. Akibatnya, gigi akan menjadi lebih mudah goyah dan copot. Bila tidak diatasi, ketidakseimbangan bakteri baik di mulut bisa berujung pada konsisi yang lebih parah. Gigi yang berlubang atau gusi berdarah membuat adanya luka terbuka di mulut. Itu bisa menjadi jalan masuk bagi bakteri jahat ke aliran darah. Hal itu bisa meningkatkan risiko seragan jantung, stroke, disfungsi ereksi (impotensi), hingga bayi lahir dengan berat rendah karena racun dari bakteri bisa melewati plasenta.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, sebaiknya kamu kurangi konsumsi minuman beralkohol. Selain itu, hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol. Rutin membersihkan gigi dan melakukan pemeriksaan gigi dan gusi ke dokter juga amat disarankan. Cara termudah, jagalah keseimbangan bakteri baik di mulut dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt atau kefir.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH