KLa Project Hadirkan Kejutan di Konser Peringatan 30 Tahun Karir Bermusik KLa Project bersama musisi lain. (Instagram/@lusymuljono)

TERIAK penonton pecah mengguncang Plenary Hall Jakarta Convention Center sesaat suara synthesizer piano Adi Adrian merancak.

Penonton pun, kebanyakan KLanis (sapaan penggemar KLa Projects), langsung menyambar suara Katon Bagaskara begitu lirik pertama lagu 'Satu Kayuh Berdua' mengudara. Para penonton terlena melepas rindu bernyanyi bersama merayakan peringatan 30 tahun KLa Projects berkarir.

Konser bertajuk "30 Tahun KLa Projects Karunia Semesta" Rabu, (5/12) merupakan hajat band besutan Katon Bagaskara, Lilo dan Adi Adrian malang melintang di industri musik tanah air.

Katon dan kawan-kawan sukses menjadi penawar rindu KLanis lewat tembang-tembang legendaris, seperti 'Gerimis', 'Romansa', 'Meski Tlah Jauh' atau 'Semoga'.

Suasana sedikit berubah. Penonton tampak histeris saat mendengar intro 'Terpurukku Disini'. Begitu pula saat lagu 'Semoga' dilantunkan.

"Kalian ingin kami terus berkreasi tapi kami mau bawain lagu baru pada enggak tahu. Maunya lagu lama terus yang dinyanyiin," canda Lilo seperti dilansir Antara.

Nuansa baru dalam konser KLa Project

KLa Project bersama Isana. (Instagram/@lusymuljono)
KLa Project bersama Isana. (Instagram/@lusymuljono)

KLa sepertinya menyadari jika membawakan lagu lama dengan nuansa dan cara sama pasti akan membosankan. Pasalnya, ini bukan pertama kalinya mereka membuat konser besar untuk merayakan hari ulang tahun di Jakarta.

Dalam konser ini, KLa memberikan sentuhan baru, lebih segar, baik dari segi aransemen sampai kolaborasi dengan penyanyi hits masa kini.

KLa tidak hanya mendatangkan penyanyi muda seperti Isyana Sarasvati dan Is Pusakata saja. Di sini, mereka juga tampil dengan para seniman tradisional.

Pada lagu 'Yogyakarta' contohnya, KLa menghadirkan sinden ke panggung lengkap dengan penari tradisional. Ada juga gamelan Bali dalam lagu 'Pasir Putih' dan tarian kontemporernya serta 'Saujana' dengan nuansa Minang.

Manggung bareng personil lama

KLa Project. (Instagram/@lusymuljono)
KLa Project. (Instagram/@lusymuljono)

Konser 30 tahun ini, KLa juga mendatangkan tamu spesial. Ia adalah Ari Burhani, drummer KLa Project generasi pertama dan Fransiska Insani yang selalu menjadi bintang tamu di album KLa pertama sampai terakhir. Mereka lalu memainkan lagu 'Rentang Asmara'.

Selama kurang lebih tiga jam, KLa menghibur penonton dengan 30 lagu. Pemilihan 30 lagu ini, tentu disesuaikan dengan umur band mereka. Lagu-lagu yang dibawakan di antaranya "Prahara", "Tentang Kita", "Takluk", "Menjemput Impian", "Bahagia Tanpamu", "Waktu Tersisa", "Sudi Turun Ke Bumi", "Dekadensi", "Hey", "Kidung Mesra", "Tak Bisa Ke Lain Hati" dan lainnya.

Meski semua hits sudah dibawakan dan 30 lagu dilantunkan, KLanis seperti tidak ingin menyudahi melihat idola mereka. 30 tahun tidak membuat KLanis bisa pindah ke lain hati selain dengan KLa Project. (*)

Baca Juga: Apakah Anak Muda Zaman Now Semakin Kreatif?

Kredit : zaimul

Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH