Konsep Anies-Sandi Tata Blok G Tanah Abang Bikin DPRD Bingung Pasar Tanah Abang. (MP/Dery Ridwansah)

MerahPutih.com - DPRD masih bingung dengan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam penataan Pasar Blok G, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rencana penataan yang disusun pasangan Gubernur Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno dinilai belum memiliki konsep yang jelas.

"Kan gini yang mesti kita tahu dulu mau ngapain sama blok G kan. Apakah untuk direnovasi?" kata Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, saat dihubungi MerahPutih.com, Selasa (17/4).

Namun, Gembong mendukung Pemprov DKI bila nantinya Pasar Blok G dirubuhkan untuk dibuatkan skybridge guna mengintegrasi antara angkutan. Pemprov DKI diminta mengkaji lebih dalam dahulu renovasi guna menghindari kesalahan yang pernah terjadi.

"Ketika itu blok G mau dirubuhin karena untuk skybridge itu ya itu saya mendukung tetapi kalau itu direlokasi bukan karena itu, perlu ada kajian dulu," tutur pria kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah itu.

Kemacetan, hiruk-pikuk porter dengan troli serta pedagang kaki lima (PKL) yang memenuhi sudut jalan lingkar Pasar Tanah Abang masih menjadi permasalah klasik yang belum terselesaikan.

Ketika ditanya apakah cocok relokasi sementara pedagang Pasar Blok G ke lahan parkir kosong yang berada di Blok F, Gembong mengatakan bukan berbicara cocok atau tidak cocok, tetapi mau diapakan itu Pasar Blok G. "Nah itu (Blok G) tadi jangan bicara cocok atau tidak cocoknya dulu. Tapi itu mau diapain dulu? Misalkan blok G mau dirubuhin, mau tidak mau kan, tidak ada pilihan," tandas Politikus PDIP itu.

Sikap DPRD ini merespons kebijakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang menyatakan, bahwa pihaknya memiliki alternatif lain dalam penataan Pasar Blok G yakni, dengan melakukan relokasi para pedagang ke area parkir kosong dan tempat umum di sekitar Blok F, Pasar Tanah Abang.

Anies-sandi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Wakil Gubernur Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan pidato usai serah terima jabatan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10). Anies Baswedan dan San

"Karena update itu kita tidak bisa memenuhi harapan kita untuk merelokasi (pedagang blok G) di jembatan Blok F. alternatifnya adalah memakai area parkir dan TU blok F yang masih kosong," kata Sandiaga.

Mantan Ketua HIPMI ini pun mengatakan, aturan relokasi tersebut di bawah kendali dari PD Pasar Jaya. "Jadi itu yang akan kita pakai dan ini semuanya di bawah kendali PD Pasar Jaya. jadi bisa langsung tereksekusi," tandas Wagub. (Asp)

Kredit : asropih


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH