Kongres X AJI Soroti Kekerasan terhadap Jurnalis Aksi demonstrasi AJI di Surabaya. (Antara Foto/M Risyal Hidayat)

MerahPutih.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat angka kekerasan yang dialami jurnalis terus mengalami peningkatan. Bahkan pada tahun 2016-2017 saja, terjadi 78 kasus kekerasan.

Aji juga menilai jumlah kekerasan yang dialami jurnalis dalam kurun waktu 10 tahun terakhir terus meningkat. Hal ini disampaikan oleh Ketua AJI Indonesia Suwarjono, saat mengadakan jumpa pers dengan wartawan, Selasa (14/11).

“Dari angka sebanyak itu, hanya satu kasus yang sampai ke pengadilan negeri. Selebihnya, dari kejadian ini berujung dengan damai yang dilakukan atasan, sehingga bawahan tak bisa berkutik,” jelasnya.

Menurut Suwarjono, kebebesan pers akan terancam jika kekerasan terus terjadi. Oleh sebab itu, dalam kegiatan Kongres X yang akan berlangsung di Solo, pada 24-25 November mendatang, AJI akan mencari terobosan agar kasus kekerasan terhadap jurnalis tak kembali terjadi.

“Hal ini menjadi perhatian khusus bagi kami, makanya saat kongres nanti hal itu akan kami bahas. Jika ini dibiarkan, tentu saat bertugas seorang jurnalis tidak merasa aman,” katanya.

Untuk pertama kalinya kongres X AJI berlangsung di Kota Solo. Kongres ini diadakan dalam kurun waktu tiga tahun sekali. Di mana salah satu agendanya memilih ketua dan sekretaris yang baru. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Win, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Aniaya Jurnalis, LBH Pers: Oknum Anggota Polres Mimika Dapat Dijerat Dua Pasal Ini


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH