Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, DPR: Kenaikan BBM Bersubsidi Harus Jadi Opsi Terakhir

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Maret 2026
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, DPR: Kenaikan BBM Bersubsidi Harus Jadi Opsi Terakhir

Ilustrasi. ANTARA/HO-Pertamina

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meminta pemerintah bersikap hati-hati dalam merespons lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebaiknya menjadi langkah terakhir apabila tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Misbakhun menanggapi rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka kemungkinan penyesuaian harga BBM bersubsidi jika harga minyak global terus meningkat akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Menurut Misbakhun, pemerintah saat ini menghadapi ketidakpastian tinggi karena fluktuasi harga minyak dunia yang sangat tajam dalam waktu singkat.

Ia mencontohkan harga minyak sempat melampaui 100 dolar AS per barel pada awal pekan, namun kembali turun mendekati 80 dolar AS per barel pada hari berikutnya.

“Artinya apa? Pemerintah harus menyiapkan banyak skenario yang memberikan bantalan terhadap APBN kita,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3).

Baca juga:

Pemerintah Janji Tidak Naikkan Harga BBM Bersubsidi Saat Harga Minyak Dunia Melonjak

Misbakhun menjelaskan bahwa dalam APBN pemerintah telah menetapkan sejumlah asumsi makro, termasuk harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Dalam dokumen APBN, asumsi ICP dipatok sekitar 70 dolar AS per barel. Jika harga minyak global melampaui angka tersebut, menurutnya tekanan terhadap kondisi fiskal negara akan semakin besar.

Karena itu, pemerintah diminta mengkaji lebih dahulu berbagai komponen yang membentuk harga BBM bersubsidi sebelum mengambil keputusan penyesuaian harga.

“Yang harus disiapkan tidak semuanya menaikkan harga BBM. Kita lihat dulu komponen-komponen dalam penetapan harga BBM bersubsidi ini,” ujarnya.

Ia menilai wacana penyesuaian harga BBM memang menjadi hal yang lazim dalam pengelolaan fiskal, terutama ketika harga minyak dunia melonjak. Dalam kondisi tertentu, pemerintah bisa mengambil skenario moderat dengan membagi beban antara negara dan konsumen.

Baca juga:

Harga Minyak Dunia Bergejolak, DPR Siap Panggil Menkeu Purbaya Bahas Dampak ke APBN

Namun, jika kenaikan harga minyak masih dapat ditanggung oleh APBN, Misbakhun menyarankan pemerintah menyerap tambahan biaya tersebut agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM berpotensi memicu inflasi karena berdampak langsung terhadap biaya transportasi serta harga pangan.

Kondisi tersebut pada akhirnya bisa menekan daya beli masyarakat dan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kalau bisa, opsi kenaikan BBM itu paling akhir,” kata Misbakhun.

Menurutnya, pemerintah masih memiliki berbagai skenario kebijakan yang dapat ditempuh untuk menjaga stabilitas harga energi tanpa harus langsung menaikkan harga BBM bersubsidi. (Pon)

#BBM #Stok BBM #Harga BBM #BBM Subsidi #Komisi XI DPR #APBN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Aturan Ganjil Genap Pertalite di Bali, Mobil Maksimal 20 Liter dan Motor 3 Liter
Ganjil genap pembelian Pertalite di Bali berlaku 17–19 Oktober 2026. Simak jadwal pelat nomor, batas pembelian mobil dan motor, serta stok BBM.
ImanK - Sabtu, 17 Oktober 2026
Aturan Ganjil Genap Pertalite di Bali, Mobil Maksimal 20 Liter dan Motor 3 Liter
Indonesia
Isi BBM di Bali Skema Ganjil Genap Tergantung Nopol, Anggota TNI/Polri Awasi di SPBU
Pertamina akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk membantu mengatur kendaraan yang mengisi BBM di SPBU agar sesuai dengan ketentuan ganjil genap.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Isi BBM di Bali Skema Ganjil Genap Tergantung Nopol, Anggota TNI/Polri Awasi di SPBU
Indonesia
Pertamina Klaim Antrean di SPBU Bali Melandai, Pasokan BBM Via Darat dan Laut
Upaya percepatan terus dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih mudah dan aktivitas sehari-hari kembali berjalan lancar.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Pertamina Klaim Antrean di SPBU Bali Melandai, Pasokan BBM Via Darat dan Laut
Indonesia
Pertamina Kirim 20 Juta Liter Pertalite Amankan Ketersediaan BBM di Bali
Penguraian antrean BBM tersebut juga didukung oleh penguatan pasokan melalui jalur laut yang tiba pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pertamina Kirim 20 Juta Liter Pertalite Amankan Ketersediaan BBM di Bali
Indonesia
11 Provinsi Alami Gangguan Pasokan BBM, Bahlih Perintahkan Pertamina Gandakan Kapal
Bahlil yang juga merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan telah menerima laporan dari Pertamina ihwal kendala distribusi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
11 Provinsi Alami Gangguan Pasokan BBM, Bahlih Perintahkan Pertamina Gandakan Kapal
Indonesia
Stok Pertalite Turun Jadi 16-18 Hari, Bahlil Targetkan Pulih dalam Sepekan
Stok Pertalite kini menurun jadi 16 hingga 18 hari. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan penyebabnya.
Soffi Amira - Jumat, 16 Oktober 2026
Stok Pertalite Turun Jadi 16-18 Hari, Bahlil Targetkan Pulih dalam Sepekan
Indonesia
Penimbunan BBM Subsidi di Bali, Bahlil Minta Pelaku Diproses Hukum
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meminta polisi menindak tegas penimbun BBM di Bali. Hal itu menyusul langkanya BBM di daerah tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 16 Oktober 2026
Penimbunan BBM Subsidi di Bali, Bahlil Minta Pelaku Diproses Hukum
Indonesia
Warga Bali Antre Beli BBM, Gubernur Koster Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Kuota
Keterlambatan distribusi sehari mempengaruhi pasokan BBM yang ada di setiap SPBU.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Warga Bali Antre Beli BBM, Gubernur Koster Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Kuota
Indonesia
Warga Tak Lagi Beli Pertamax, Stok Pertalite Menurun
Waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan stok Pertalite kembali di kisaran 20 hari seperti sebelumnya diperkirakan memakan waktu kurang lebih sepekan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Warga Tak Lagi Beli Pertamax, Stok Pertalite Menurun
Indonesia
Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman hingga 18 Hari Mendatang
Pemerintah akan terus mengevaluasi kendala distribusi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman hingga 18 Hari Mendatang
Bagikan