Konflik Pakistan-Afghanistan Memanas, DPR Desak Opsi Evakuasi WNI Disiapkan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Februari 2026
Konflik Pakistan-Afghanistan Memanas, DPR Desak Opsi Evakuasi WNI Disiapkan

Pakistan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, merespons meningkatnya eskalasi konflik antara Pakistan dan Afghanistan menyusul serangan militer Pakistan ke sejumlah wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat (27/2) dini hari.

Berdasarkan klaim militer Pakistan, serangan tersebut menewaskan 133 pejuang Afghanistan dan melukai lebih dari 200 orang. Situasi keamanan di kawasan dilaporkan semakin tegang pasca-serangan tersebut.

Pria yang akrab disapa Deng Ical itu meminta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) untuk bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Pakistan maupun Afghanistan.

“Keamanan dan keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama. Saya meminta Kemlu melalui KBRI di masing-masing negara untuk terus memantau perkembangan situasi dan menjalin komunikasi intensif dengan para WNI,” ujar Syamsu Rizal dalam keterangannya, Jumat (27/2).

Baca juga:

Meksiko Mencekam Imbas Bos Kartel Tewas, DPR Minta Keselamatan 45 WNI Jadi Prioritas

Ia menegaskan, para WNI diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghindari lokasi yang berpotensi menjadi target serangan maupun pusat konsentrasi massa.

“WNI harus menghindari tempat-tempat yang menjadi target serangan dan mengikuti seluruh arahan dari perwakilan RI setempat. Jika situasi semakin tidak kondusif dan membahayakan, maka opsi evakuasi harus segera dipersiapkan dan dilaksanakan,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi I yang membidangi urusan luar negeri dan pertahanan, Syamsu Rizal memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah guna memantau perkembangan situasi serta langkah-langkah perlindungan WNI di kawasan konflik tersebut.

Ia juga mendorong pemerintah Indonesia untuk mengedepankan diplomasi dan menyerukan penahanan diri dari semua pihak guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Baca juga:

Pakistan dan Afghanistan Perang Terbuka, 133 Anggota Taliban Dikabarkan Tewas

Sebelumnya, serangan Pakistan diluncurkan setelah Afghanistan menyerang situs-situs militer Pakistan di sepanjang Garis Durand pada Kamis (26/2) malam. Afghanistan mengklaim serangan itu sebagai respons atas konflik di perbatasan pada akhir pekan yang menewaskan sedikitnya 18 orang di wilayah Afghanistan.

Eskalasi ini menambah daftar ketegangan geopolitik global yang terus berkembang dalam beberapa waktu terakhir.

Deng Ical juga meminta Kemlu segera menyusun kajian strategis guna memetakan kondisi aktual serta potensi gangguan keamanan terhadap WNI. Peta risiko tersebut dinilai penting untuk ditindaklanjuti oleh TNI dan pemangku kepentingan strategis lainnya.

“Menilik eskalasi yang terus berkembang, bukan hanya di kawasan Pakistan–Afghanistan, tetapi juga di sejumlah titik lain seperti dinamika AS–Iran, Aljazair–Maroko, hingga ketegangan di kawasan ASEAN seperti Kamboja–Thailand,” tegasnya. (Pon)

#Afghanistan #Pakistan #Konflik Afghanistan - Pakistan #Komisi I DPR #Kemenlu #WNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenlu Pastikan Indonesia Terima Bantuan Asing Tangani Karhutla
Mekanisme bantuan tersebut sudah dalam proses pembahasan di level teknis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kemenlu Pastikan Indonesia Terima Bantuan Asing Tangani Karhutla
Dunia
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Dunia
Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa
Sebanyak 30 orang, termasuk 29 siswa dan seorang guru, dilaporkan tewas setelah atap sebuah sekolah swasta ambruk di Pakistan.
Yusuf Abdillah - Kamis, 15 Oktober 2026
Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa
Indonesia
Karhutla di Indonesia Bakal Jadi Bahasan di KTT ASEAN Manila, Ini Kata Menlu Arrmanatha
Penanganan karhutla di Indonesia sudah mengurangi jumlah hotspot (titik panas) setiap harinya, meskipun menghadapi kendala besar dalam aspek cuaca.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Karhutla di Indonesia Bakal Jadi Bahasan di KTT ASEAN Manila, Ini Kata Menlu Arrmanatha
Indonesia
Pilot Indonesia Dilarang Terbang ke Israel, Kemenlu: Maskapai Kurang Koordinasi Internal
Yvonne juga menegaskan langkah Israel bertentangan dengan prinsip nondiskriminasi atas penerbangan internasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Pilot Indonesia Dilarang Terbang ke Israel, Kemenlu: Maskapai Kurang Koordinasi Internal
Indonesia
2 WNI Jadi Korban Serangan Bandara Riyadh, KBRI Ingatkan Sanksi Berat Penyebar Foto Rudal dari Kerajaan Saudi
Dua WNI terluka akibat serangan Houthi di Bandara Riyadh. KBRI ingatkan sanksi pidana berat dari Saudi jika nekat sebar foto/video rudal!
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026
2 WNI Jadi Korban Serangan Bandara Riyadh, KBRI Ingatkan Sanksi Berat Penyebar Foto Rudal dari Kerajaan Saudi
Indonesia
Arab kembali Bersitegang dengan Houthi, WNI Diminta Jauhi Lokasi Rawan
WNI di Arab Saudi diimbau agar tetap tenang, mengutamakan keselamatan, serta mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Arab kembali Bersitegang dengan Houthi, WNI Diminta Jauhi Lokasi Rawan
Indonesia
Menlu Baru RI Tegaskan Arah dan Sikap Politik Indonesia terhadap Palestina tak akan Berubah
Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak-haknya terpenuhi.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Menlu Baru RI Tegaskan Arah dan Sikap Politik Indonesia terhadap Palestina tak akan Berubah
Indonesia
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
China disebut bersedia terus bersama Indonesia, mengikuti arahan strategis kepala negara kedua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
Indonesia
DPR Dorong Diplomasi Indonesia Berdampak Langsung pada Ekonomi dan Lapangan Kerja
Wakil Ketua Komisi I DPR mendorong Menlu Arrmanatha Nasir memperkuat diplomasi ekonomi agar berdampak pada industri nasional, lapangan kerja, dan masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
DPR Dorong Diplomasi Indonesia Berdampak Langsung pada Ekonomi dan Lapangan Kerja
Bagikan