Konferensi Dunia Tentang Ekonomi Kreatif Siap Digelar Mei 2018 Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf. Foto: Bekraf

MerahPutih.com - Industri kreatif telah menunjukkan keunggulannya karena terus tumbuh selama krisis keuangan dan ekonomi global baru-baru ini. Dengan pertumbuhan teknologi dan peningkatan pendapatan dari negara berkembang, terlihat bahwa ekonomi kreatif akan menjadi masa depan ekonomi global.

Dunia melihat tantangan dalam pembangunan ekonomi kreatif, tidak terkecuali Indonesia dengan berbagai pasar potensial yang belum dimanfaatkan. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melihat pentingnya hal itu untuk diketahui oleh masyarakat.

Oleh karena itu, Bekraf untuk pertama kalinya akan menyelenggarakan kegiatan berskala internasional yaitu The World Conference of Creative Economy (WCCE) yang rencananya akan berlangsung di Bali pada tanggal 3-4 Mei 2018.

Konferensi ini akan mempertemukan perwakilan dari pemerintah, pengusaha, think tank, komunitas, organisasi internasional, media dan ahli di bidang ekonomi kreatif dengan tema utama adalah “Inclusively Creative”. Pemerintah Indonesia meyakini bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat bagi masyarakat internasional untuk membahas peluang dan tantangan di dunia ekonomi krearif.

Inclusively Creative” berasal dari keyakinan bahwa industri kreatif telah membawa era baru dalam dunia bisnis. Hal ini tidak lagi eksklusif bagi mereka yang memiliki modal besar, namun telah membentuk sebuah persaingan usaha yang kompetitif dimana semua orang dapat ambil bagian dalam ekonomi yang sedang berkembang.

"Geeografis juga bukan lagi menjadi sebuah penghalang, karena internet dan teknologi baru lainnya memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dan bekerja sama," kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (31/10).

Hal ini diharapkan dapat memberi posisi ekraf sebagai katalisator untuk komunikasi dan pemahaman yang dapat menjembatani hubungan ekonomi dan budaya. Dengan memberikan kesempatan yang sama untuk semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, latar belakang, dan lokasi geografis, ekraf akan menjembatani kekompakan di seluruh masyarakat.

Rencananya acara ini akan dibagi dalam beberapa topik menarik diantaranya The Butterfly Effect : Dampak Sosial Ekonomi Kreatif (Social Cohesion), Menghasilkan Peraturan Kreatif yang Tepat, Memberikan Penawaran Industri Kreatif Agar Tidak Ditolak, Membawa Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Enterprise ke Level Baru dan Masa Depan Ekonomi Kreatif. Nantinya masing-masing topik ini akan diuraikan dalam beberapa sub topik.

Sebelum penyelenggaraan konferensi tersebut, Bekraf akan menyelenggarakan the Preparatory Meeting of the WCCE (the Prepmeet of WCCE) yang akan berlangsung di Bandung pada tanggal 4-7 Desember 2017.

Pertemuan tersebut akan diselenggarakan dengan format panel yang akan membahas 4 topik besar yaitu kebijakan, ekosistem, social cohesion dan marketing serta menghasilkan sebuah rekomendasi yang akan dibawa dan dibahas lebih lanjut pada WCCE di Bali tanggal 3-4 Mei 2018. (*)



Andika Pratama