Kondisi Siswa Secapa TNI AD Sudah Tak Lagi Demam dan Batuk Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Merahputih.com - Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa kondisi 17 orang siswa Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat yang dirawat di Rumah Sakit Dustira sudah membaik.

"Sudah tidak ada lagi yang demam, yang panas, keluhan juga batuk minimal. Sementara lainnya menjalankan karantina wilayah dengan baik,” kata Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/7).

Baca Juga

Ratusan Siswa Secapa AD yang Terpapar COVID-19 Harus Dapat Penanganan Baik

Dari laporan sebelumnya, sebanyak 1.262 orang yang terdiri dari peserta didik maupun pelatih Secapa TNI AD terkonfirmasi positif COVID-19. Data tersebut didapatkan menurut hasil pemeriksaan yang dilakukan sejak 29 Juni 2020.

Dalam hal ini, Kodam 3 Siliwangi telah melakukan upaya karantina wilayah dan isolasi kepada seluruh peserta didik dan pelatih yang dinyatakan positif dengan pemantauan yang sangat ketat.

Dari pemantauan hari ini mereka yang sedang dikarantina dalam kondisi baik. Untuk sementara kompleks ini dikarantina secara ketat, sehingga tidak diizinkan ada yang keluar atau masuk.

Menurut Yurianto, dengan upaya tersebut maka kendali untuk menekan penularan dari klaster ini sudah dilaksanakan dengan baik.

Yurianto meminta masyarakat tidak panik, sebab penanganan sudah dilakukan dengan baik sesuai standar prosedur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Bandung, dan Kesehatan Kodam 3 Siliwangi.

“Oleh karena itu, saudara-saudara sekalian, kita tidak perlu mengkhawatirkan ini, dan kita bisa mengendalikannya dengan baik,” kata Yurianto.

Ilustrasi COVID-19. Foto: Pixabay

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo mengapreasi TNI yang sudah secara terbuka memberikan informasi adanya 1.262 kasus positif COVID-19 di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat di Kota Bandung.

"Gugus Tugas memberikan apresiasi kepada Pimpinan TNI, kepada Pimpinan TNI AD dan juga komandan Secapa yang secara terbuka telah menyampaikan informasi ini kepada publik," ujar Doni.

Doni mengatakan, dari ribuan peserta didik dan tenaga pelatih itu, hanya 17 orang yang menjalani isolasi di rumah sakit karena mengalami keluhan demam dan batuk. Sedangkan sisanya yakni 1.245 orang, tidak dikarantina dan masih melakukan aktivitas seperti biasa.

Doni mengatakan jika ke-1.245 orang itu tetap diawasi dan telah mendapat arahan dari tim medis agar kegiatannya mulai dikurangi.

"Sudah ada arahan dari tim medis untuk kegiatan mulai dikurangi dalam rangka proses penyembuhan," ucap dia.

Proses penyembuhan itu yakni dengan memberikan vitamin, istirahat cukup dan teratur, serta makan makanan bergizi.

Baca Juga

Update Corona DKI Kamis (9/7): 13.362 Positif, 8.645 Orang Sembuh

Adapun tim medis juga memperhatikan kondisi psikologi 1.245 orang. "Supaya tetap percaya diri dan kegembiraan dijaga," kata Doni yang pernah menjabat sebagai Pangdam Siliwangi ini.

Atas tinggi lonjakan kasus positif di Jawa Barat ini pun, Gubernur Ridwan Kamil minta maaf. "Kami mohon maaf jika kejadian ini menjadi sumber dari lonjakan yang luar biasa," kata dia di Kota Bandung, Jumat, 10 Juli 2020. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19, Jumat (31/7): 108.376 Positif, 64.292 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19, Jumat (31/7): 108.376 Positif, 64.292 Sembuh

Data ini dihimpun tiap pukul 12.00 WIB.

Ketika Gibran Dinilai Kurang Berpengalaman untuk Maju Pilwali Solo
Indonesia
Ketika Gibran Dinilai Kurang Berpengalaman untuk Maju Pilwali Solo

Pengalaman Gibran di birokrasi cenderung nihil dan karir politiknya tergolong baru.

Kinerja DPR Dinilai Buruk dalam Awasi Penanganan COVID-19
Indonesia
Kinerja DPR Dinilai Buruk dalam Awasi Penanganan COVID-19

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia menilai kinerja parlemen dalam pengawasan COVID-19 sangat buruk.

Pemprov DKI Minta Pemerintah Pusat tak Potong Intensif Tenaga Kesehatan
Indonesia
Pemprov DKI Minta Pemerintah Pusat tak Potong Intensif Tenaga Kesehatan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta kepada Pemerintah Pusat untuk tidak memotong intensif tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19.

Negara Maju Belum Sepakat Tarik Pajak Digital
Indonesia
Negara Maju Belum Sepakat Tarik Pajak Digital

Saat ini juga belum ada kesepakatan mengenai prinsip-prinsip pajak digital meskipun Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) telah menemukan dua pilar pendekatan

Dalam Sebulan BRI Salurkan Rp24,9 Triliun Buat UMKM
Indonesia
Dalam Sebulan BRI Salurkan Rp24,9 Triliun Buat UMKM

BRI sebelumnya mendapatkan alokasi dana pemerintah sebesar Rp10 triliun dari total dana pemerintah yang digelontorkan mencapai Rp30 triliun kepada tiga bank BUMN lainnya.

Minta Sidang PK Online, Djoko Tjandra Dinilai Menghina Pengadilan
Indonesia
Minta Sidang PK Online, Djoko Tjandra Dinilai Menghina Pengadilan

"Jadi permintaan sidang daring oleh Joker jelas-jelas bentuk penghinaan terhadap pengadilan sehingga sudah semestinya ditolak oleh hakim," kata Boyamin

WHO Peringatkan Masyarakat Dunia Jangan Lelah Lawan Virus Corona
Dunia
WHO Peringatkan Masyarakat Dunia Jangan Lelah Lawan Virus Corona

Masyarakat menjadi lelah dengan pandemi virus corona, namun harus tetap waspada dan terus melakukan tindakan pencegahan seraya dunia menunggu sebuah vaksin.

Mengenal CVR Yang Dicari Setelah Black Box FDR Sriwijaya Ditemukan
Indonesia
Mengenal CVR Yang Dicari Setelah Black Box FDR Sriwijaya Ditemukan

"Kami harapkan kolaborasi pencarian dapat tetap berjalan baik, karena CVR masih harus ditemukan," Kata Menhub Budi.

Posisi Menteri bagi Sandi Tak Jamin Tingkatkan Citra dan Popularitas
Indonesia
Posisi Menteri bagi Sandi Tak Jamin Tingkatkan Citra dan Popularitas

Posisi Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi nilai plus tersendiri baginya.