Komunitas Garuk Sampah, Bukan Sekadar Kata Tapi Tindakan Nyata Pada Lingkungan Gerakan Garuk sampah bertujuan untuk menyadarkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan (Foto: instagram @garuksampah)

BEKTI Maulana tergerak untuk membuat Yogyakarta bebas sampah. Ia bersama temannya bernama Mas Willy kemudian membuat komunitas bermanfaat bagi lingkungan pada 2015 bernama Garuk Sampah.

Di tahun tersebut Bekti mengatakan Mas Willy mengajak sejumlah temannya dari komunitas sepeda untuk bergabung. Kegiatan Garuk Sampah sederhana, membuat lingkungan Yogyakarta bersih. Bekti pun mejadi kordinator Garuk Sampah.

Baca juga:

Mengintip Cantiknya Ikan Cichlid Asal Afrika Bersama Cichlid Hobbies Indonesia

"Nah yang paling mudah kan bersihin sampah. kita berharap untuk masyarakat mereka segera sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan," Tutur Bekti saat live Instagram di @Garuksampah beberapa waktu lalu.

Gerakan Garuk sampah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan (Foto: instagram @garuksampah)

Garuk Sampah terus melakukan upaya agar masalah sampah di Yogyakarta bisa terpecahkan. Kegiatan tersebut berfokus pada tempat-tempat wisata seperti nol kilometer, tugu, alun-alun dan sekitarnya. Kegiatan mereka kini rutin diadakan seminggu sekali setiap Rabu.

Awalnya Garuk Sampah hanya menyasar sampah non-organik. Tapi seiring berjalannya waktu mereka pun memungut sampah visual (pamflet dan banner) serta dedaunan.

Pada prakteknya, Garuk Sampah tak hanya berfokus pada memungut sampah, namun memberi pengenalan ke masyarakat soal gotong royong yang menjadi kearifan lokal warga Yogyakarta.

Baca juga:

Nostalgia Bermain Crush Gear Bareng Tangerang Gear Fighter

View this post on Instagram

Published on April 6, 2019. Video by Olivia Benedicta, Natasya Tiffani H, Dessy Rahmawati A, and Adelia Agatta.

A post shared by Garuk Sampah (@garuksampah) on

Para relawan yang bergabung dalam gerakan tersebut tidak terikat secara administratif. Mereka bekerja secara sukarela untuk membuat Yogyakarta bebas sampah.

"Yang mau ikut tinggal ikut saja, dari latar belakang apapun bebas, yang penting mereka punya niat tulus, dan ingin melakukan sesuatu yang berguna," ujar Bekti dikutip dari garuksampah.org.

Mengenai gerakan Garuk Sampah, banyak orang-orang bilang 'ngapain sih?'. Bahkan berdasarkan penuturan Bekti, petugas pemerintah juga pernah menanyakan mengapa Bekti mau melakukan kegiatan tersebut.

Mendengar hal itu, dengan lugas Bekti menjawab "Enggak ada larangan juga masyarakat ikut membantu, sampah ya tanggung jawab kita juga,".

Jangan takut untuk ikut menyuarakan isu lingkungan (Foto: instagram @garuksampah)

Mungkin di antara kamu ada yang ingin ikut menyuarakan isu lingkungan tapi masih ragu atau takut. Tapi kamu harus berpikir seperti Bekti. Ia mengatakan kebaikan harus disampaikan ke hadapan publik, jangan takut dipandang negatif apalagi disebut pencitraan saja.

"Gak usah takut dianggap cari muka atau apa, yang jelas percaya aja yang kita lakukan itu benar, kita juga enggak sendiri karena banyak orang lain yang peduli juga," jelas Bekti.

Bekti berharap Garuk Sampah segera bubar. Tapi bukan karena mereka sudah malas ya. Jika Garuk Sampah sudah pensiun artinya kesadaran masyarakat Yogyakarta akan pentingnya kebersihan lingkungan semakin tinggi. (ryn)

Baca juga:

Komunitas Tarot Jakarta, Tarot Bukan Klenik

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH