Kompetisi IBC di ICE 2020 Memasuki Babak Penentuan, Siapa Saja yang Berhak Lolos? Muhammad Ridwan dari PT Rumah Kopi Indonesia sedang dinilai oleh para juri (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

INDONESIA Barista Championship (IBC) kembali digelar di Indonesia Coffee Events (ICE) 2020 di SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis (13/2). Panitia mengungkapkan sebanyak 39 barista bersaing agar dapat melaju ke World Barista Championship.

"Di hari pertama, Rabu (12/2) jumlah peserta yang bertanding sebanyak 17 orang sementara di hari kedua, Kamis (13/2) jumlah pesertanya mencapai 22 orang," ujar panitia bernama Ade Ivan saat ditemui merahputih.com di lokasi pertandingan.

Baca juga:

Teten Masduki Sebut ICE 2020 Baik untuk Pertumbuhan Kopi di Tanah Air

Lebih lanjut, Ade menjelaskan hari ini adalah babak penentuan. Sebanyak 12 orang akan dipilih untuk maju ke babak kedua yang akan berlangsung Jumat (14/2). "Peserta yang maju ke babak selanjutnya akan kami umumkan nanti malam pukul 19.00," tuturnya.

Para peserta terlihat begitu bersemangat. Acara di mulai pukul 10.00 tetapi para peserta sudah stand by beberapa jam sebelumnya. Ada yang berlatih untuk presentasi, ada yang jalan-jalan dan menyapa teman-temannya, ada pula yang berkonsentrasi sembari mengenakan headphone untuk mengurangi kebisingan di sekitarnya.

Ady Masyhuri dari Namaste Koffie sedang mempresentasikan makna kopi buatannya kepada para juri (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Barista pertama yang mengawali pertandingan IBC di hari kedua ini adalah Ardy Maulana dari Office Coffee. Lalu dilanjutkan Alif Rizky dari Noah's Barn, Muhammad Ridwan dari PT Rumah Kopi Indonesia, dan Ady Masyhuri dari Namaste Koffie.

Meski hari kedua, para peserta tetap tak bisa menutupi kegugupan. Ady Masyhuri dari Bali misalnya, tampak tenang tetapi tangannya terlihat gemetar saat hendak menyalakan timer di hadapan lima orang juri.

Para barista harus menyajikan tiga jenis kopi; espresso, milk beverage dan signature beverage. Usai membuatnya, para peserta harus mempresentasikan makna di balik ketiga sajiannya.

Kopi racikan para peserta harus membuat para juri terkesan melalui signature beveragenya. Tak heran bila para peserta berusaha menyajikan signature beverage seunik mungkin. Misalnya, signature beverage yang dibuat Muhammad Ridwan. Alih-alih membuat signature beverage berbahan kopi, dirinya justru memilih teh dan madu.

Pantau terus kompetisi IBC hanya di merahputih.com. (avia)

Baca juga:

Harus Nonton! Saksikan Live Streaming Keseruan Kompetisi Barista dan Brewers Cup di ICE 2020 di merahputih.com

Kredit : iftinavia


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH