Komnas HAM Temukan Praktik Penyiksaan di Lapas Narkotika Yogyakarta Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Yogyakarta. ANTARA/Luqman Hakim

MerahPutih.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah merampungkan penyelidikan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Yogyakarta.

Investigasi mengenai dugaan kekerasan di lapas itu bermula setelah sejumlah mantan narapidana mengadu ke ORI Perwakilan DIY dan Jawa Tengah pada tanggal 1 November 2021 mengenai dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual yang mereka alami.

Dari hasil penyelidikan, Komnas HAM menemukan dugaan tindakan penyiksaan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Yogyakarta.

Baca Juga:

Adu Jotos Kubu Setya Novanto dan Nurhadi, Kalapas: Sudah Diambil Tindakan Tegas

"Kekerasan, penyiksaan, dan merendahkan martabat memang terjadi di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta," kata Komisioner Pemantauan/Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam saat konferensi pers virtual mengenai "Hasil Pemantauan dan Penyelidikan" Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta, Senin (7/3), dikutip Antara.

Berdasarkan hasil investigasi, menurut Choirul Anam, dugaan praktik penyiksaan di lapas di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman itu memang terjadi sejak pertengahan 2020.

Praktik tersebut, menurut dia, berlangsung beriringan dengan upaya pemberantasan penggunaan narkotika di dalam lapas itu dalam waktu yang singkat dengan target maksimal.

"Celakanya ketika intensitas (pemberantasan narkoba) ini sangat tinggi yang terjadi adalah tindak kekerasan, penyiksaan, dan merendahkan martabat muncul di situ," ujarnya.

Mengenai siapa pelakunya, Choirul mengatakan bahwa sudah ada petugas lapas yang mengakui melakukan tindakan itu.

"Ada petugas yang mengakui melakukan tindakan pemukulan, menendang, dan mencambuk menggunakan selang, itu ada. Ada pengakuan soal itu," kata dia.

Selain itu, ada pula petugas yang mengaku melihat langsung pemukulan dan penelanjangan terhadap WBP baru sebelum masuk di blok.

"Ketiga, ada petugas yang mengetahui atau mendengar dari rekan regu pengamanan yang bertugas saat itu," katanya.

Baca Juga:

ICJR Ungkap Akar Masalah Jual Beli Kamar di Lapas Cipinang

Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Wahyu Pratama Tamba mencatat, sembilan tindakan penyiksaan dan kekerasan fisik terhadap WBP di lapas itu, di antaranya pemukulan, baik menggunakan tangan kosong maupun menggunakan alat, seperti selang, kabel alat kelamin sapi, dan kayu.

"Pencambukan menggunakan alat pecut dan penggaris, ditendang, dan diinjak-injak dengan menggunakan sepatu PDL," kata Wahyu Pratama.

Selain itu, lanjut dia, Komnas HAM juga mencatat delapan tindakan perlakuan buruk serta merendahkan martabat, mulai dari memakan muntahan makanan, meminum air seni, dan mencuci muka menggunakan air seni, dan pencukuran atau penggundulan rambut dalam posisi telanjang.

Tindakan itu, menurut dia, setidaknya terjadi di 16 titik tempat lokasi, antara lain Branggang (tempat pemeriksaan pertama saat WBP baru masuk lapas), blok isolasi pada kegiatan masa pengenalan lingkungan (mapenaling), lapangan, setiap blok-blok tahanan WBP, aula bimbingan kerja (bimker), kolam ikan lele, serta ruang P2U dan lorong-lorong blok.

"Waktu terjadinya penyiksaan, pada saat WBP baru masuk dalam lapas dalam kurun waktu 1—2 hari, pada masa pengenalan lingkungan, dan saat WBP melakukan pelanggaran," kata dia.

Atas temuan itu, Koordinator Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Endang Sri Melani menyatakan bahwa Komnas HAM merekomendasikan agar Menteri Hukum dan HAM segera melakukan pemeriksaan terhadap siapa pun yang melakukan atau mengetahui tindakan penyiksaan namun tidak mengambil langkah untuk mencegah.

Sejumlah pihak yang direkomendasikan untuk diperiksa, antara lain sipir lapas, penjaga pintu utama, eks kalapas, maupun eks kepala KPLP periode 2020, serta pihak terkait lainnya.

"Jika ditemukan adanya pelanggaran hukum, ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY Gusti Ayu Putu Suwardani mengapresiasi kinerja Komnas HAM serta berkomitmen mencermati hasil investigasi dan rekomendasi dari lembaga itu.

"Permohonan maaf atas kelalaian yang diduga telah dilakukan oleh beberapa oknum petugas terhadap beberapa WBP LP Narkotika Yogyakarta," kata Ayu.

Kanwil Kemenkumham DIY, kata dia, telah terlebih dahulu melakukan langkah yang direkomendasikan Komnas HAM, antara lain melakukan pemeriksaan terhadap beberapa oknum petugas yang diduga terlibat.

"Memindahkan lima oknum petugas yang disinyalir melakukan kekerasan ke kantor wilayah, menetapkan pejabat sementara dan merotasi beberapa petugas untuk menetralisasi situasi dan kondisi," katanya. (*)

Baca Juga:

Ditjen PAS Angkat Bicara Tanggapi Jual Beli Kamar di Lapas Cipinang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masinton Beri Dukungan Moral ke Azis Syamsuddin
Indonesia
Masinton Beri Dukungan Moral ke Azis Syamsuddin

Kedatangan politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu untuk memberikan dukungan kepada mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Arab Saudi Buka Perjalanan Haji dan Umrah, Pedagang Perlengkapan Kembali Gembira
Indonesia
Arab Saudi Buka Perjalanan Haji dan Umrah, Pedagang Perlengkapan Kembali Gembira

Dalam dua tahun omzet terjun bebas. Namun, sekarang sudah naik 80 persen.

Obituarium Haji Lulung: Politisi Istiqomah Hingga Simbol Perlawanan Ahok
Indonesia
Obituarium Haji Lulung: Politisi Istiqomah Hingga Simbol Perlawanan Ahok

Lulung menjelaskan bahwa tidak ada permasalahan antara dirinya dan PAN

Rusia Mulai Wajibkan Pembelian Gas dan Minyak Pakai Mata Uang Rubel
Dunia
Rusia Mulai Wajibkan Pembelian Gas dan Minyak Pakai Mata Uang Rubel

Jika pembayaran tersebut tidak dilakukan, Pemerintah Rusia, menganggap ini sebagai default (gagal bayar) dari pihak pembeli, dengan semua konsekuensi berikutnya.

Hajatan HUT ke-495 Jakarta Hari ini sampai 26 Juni 2022
Indonesia
Hajatan HUT ke-495 Jakarta Hari ini sampai 26 Juni 2022

Pemprov DKI Jakarta menggelar upacara peringatan HUT DKI yang dipimpin langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pukul 07.00 WIB.

Pembawa Bom ke Polsek Astanaanyar Diduga Tewas
Indonesia
Pembawa Bom ke Polsek Astanaanyar Diduga Tewas

Penyidik Densus 88 sudah di lokasi untuk lakukan Investigasi pengumpulan keterangan dan olah TKP.

Bawaslu Diminta Pilih Orang Kompeten Buat Seleksi Calon Pengawas di Daerah
Indonesia
Bawaslu Diminta Pilih Orang Kompeten Buat Seleksi Calon Pengawas di Daerah

Pemilihan timsel ditujukan untuk memilih orang-orang yang mampu memperoleh kepercayaan publik berdasarkan kompetensi yang mereka miliki.

Politikus PKS Desak Jokowi Selamatkan Petani Sawit Rakyat
Indonesia
Politikus PKS Desak Jokowi Selamatkan Petani Sawit Rakyat

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga migor curah masih bertengger di angka Rp 19.100 per kg, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.500 per kg.

Gelar Ritual Ketenangan Diri di Laut Selatan, 10 Orang Tewas Tergulung Ombak
Indonesia
Gelar Ritual Ketenangan Diri di Laut Selatan, 10 Orang Tewas Tergulung Ombak

Sebanyak 20 orang terseret ombak Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember.

DPR Harus Pastikan Ada Keterwakilan Perempuan di Bawaslu dan KPU
Indonesia
DPR Harus Pastikan Ada Keterwakilan Perempuan di Bawaslu dan KPU

Perludem menilai, lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu memerlukan perspektif perempuan dalam melaksanakan peran-peran strategis itu.