Komnas HAM Serahkan Bukti Penembakan 6 Laskar FPI Kendaraan yang digunakan saat bentrok laskar FPI dan Polisi. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pengusutan kasus dugaan pelanggaran HAM kematian eNam laskar Front Pembela Islam (FPI) beberapa waktu lalu, kembali memasuki babak baru. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyerahkan barang bukti kasus penembakan enam anggota laskar kepada Bareskrim Polri, hari ini, Selasa (16/2).

"Kami akan memberikan barang bukti pada Selasa, 16 Februari 2021, pukul 13.00 WIB, bertempat di kantor Komnas HAM RI, Menteng, Jakarta," kata Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam dalam keterangannya, Selasa (16/2).

Baca Juga:

Bareskrim Bakal Ambil Barang Bukti Tewasnya Laskar FPI Temuan Komnas HAM

Barang bukti peristiwa di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020 itu diminta oleh Bareskrim guna menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM. Dalam berita acara penyerahan, barang bukti akan digunakan untuk kepentingan pelaksanaan rekomendasi, khususnya penegakan hukum.

Dalam temuannya, Komnas HAM menyimpulkan adanya pelanggaran HAM yang dilakukan petugas kepolisian berupa pembunuhan di luar hukum, terhadap empat orang laskar FPI. Sementara itu, dua lainnya disebut meninggal saat terjadi kontak tembak antara laskar dan polisi.

Komnas HAM kemudian menyerahkan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo pada Kamis (14/1) agar kasus itu ditindaklanjuti sesuai peradilan pidana.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD pada Senin (1/2) mengaku telah mengirim rekomendasi tersebut ke kepolisian sejak Kamis (21/1). Presiden Joko Widodo meminta agar polisi mengusut tuntas kasus tersebut secara adil dan transparan.

"Presiden meminta agar kasus tersebut dibawa ke proses hukum secara adil dan transparan sesuai dengan temuan dan rekomendasi Komnas HAM," kata Mahfud.

Komnas HAM saat penyelidkan dugaan penembakan laskar FPI. (Foto: Antara)
Komnas HAM saat penyelidkan dugaan penembakan laskar FPI. (Foto: Antara)

Saat rapat pimpinan TNI-Polri, Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik mengingatkan kasus penembakan hingga meninggal dunia enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) akhir Desember 2020 lalu.

Ia berharap, TNI Polri perlu tetap berpegang pada prinsip-prinsip demokrasi berlandaskan norma dan standar hak asasi manusia dan berharap agar di lapangan, TNI dan Polri melaksanakan tugas dan kewajiban dengan langkah yang efektif, terukur.

"Saya tahu, sudah banyak langkah dilakukan, [kadang-kadang di bawah belum menyadari norma HAM dengan kultur yang belum berubah, kemudian melakukan praktik kekerasan," ucap Taufan. (Knu)

Baca Juga:

Jokowi Minta Rekomendasi Komnas HAM Soal Tewasnya Laskar FPI Ditindaklanjuti

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pulang Umrah, Jemaah Diminta Tes COVID-19 dan Karantina Mandiri
Indonesia
Pulang Umrah, Jemaah Diminta Tes COVID-19 dan Karantina Mandiri

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengimbau jemaah umrah yang kembali ke Indonesia untuk melakukan tes dan karantina selayaknya orang yang baru menempuh perjalanan dari luar negeri.

Kapolri Mutasi 8 Kapolres, ini Daftar Lengkapnya
Indonesia
Kapolri Mutasi 8 Kapolres, ini Daftar Lengkapnya

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis merombak besar-besaran sejumlah perwira menengah.

Update COVID-19 Minggu (26/4): 8.882 Kasus Positif, 1.107 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Minggu (26/4): 8.882 Kasus Positif, 1.107 Pasien Sembuh

Sedangkan, jumlah pasien corona yang meninggal dunia mencapai 743 orang atau bertambah 23 pasien.

Selama Ramadan, Pemkab Sleman Gelar Vaksinasi COVID-19 ke Pemuka Agama
Indonesia
Selama Ramadan, Pemkab Sleman Gelar Vaksinasi COVID-19 ke Pemuka Agama

"Mereka adalah pemimpin dari semua agama. Bukan hanya beragama muslim saja. Ada pastor dan pendeta juga," jelas Joko saat jumpa pers di kantor Bupati Sleman jalan Parasamya DIY Selasa, (6/4)

Kabareskrim Minta Anggotanya Hati-hati Tangani Perkara Pilkada
Indonesia
Kabareskrim Minta Anggotanya Hati-hati Tangani Perkara Pilkada

Komjen Listyo Sigit Prabowo meminta kepada anggotanya untuk menjaga netralitas Polri saat menangani proses hukum di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Anies Ingatkan Warga tak Keluar Rumah saat Libur Natal dan Tahun Baru
Indonesia
Anies Ingatkan Warga tak Keluar Rumah saat Libur Natal dan Tahun Baru

Imbauan tak berlibur keluar rumah bagi para keluarga, lanjut Anies, didasari oleh klaster yang saat ini mendominasi kasus positif COVID-19.

CFN Malam Tahun Baru Ditiadakan, Polisi Sekat 4 Pintu Masuk Solo
Indonesia
CFN Malam Tahun Baru Ditiadakan, Polisi Sekat 4 Pintu Masuk Solo

Pemerintah Kota Solo meniadakan segala bentuk acara pergantian malam tahun baru 2021.

Cuma 8 Persen UMKM Yang Gunakan Pemasaran Online
Indonesia
Cuma 8 Persen UMKM Yang Gunakan Pemasaran Online

UMKM yang bertahan, kata Teten, diharuskan melakukan adaptasi bisnis dan melakukan inovasi produk serta menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Politikus PDIP Desak Komnas HAM Berani Ungkap Dalang Kudatuli
Indonesia
Politikus PDIP Desak Komnas HAM Berani Ungkap Dalang Kudatuli

"Komnas HAM diharapkan punya keberanian untuk mengungkap persoalan ini. Tak cukup tabur bunga tiap tahun. Yang tak efektif untuk menyelesaikan kasus ini," kata Dwi

Gagal Hentikan Laju Pertambahan Kasus, PSBB di Jakarta Dinilai Gagal
Indonesia
Gagal Hentikan Laju Pertambahan Kasus, PSBB di Jakarta Dinilai Gagal

Pemprov DKI Jakarta perlu melakukan evaluasi dari langkah memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.