Komnas HAM Selidiki Dugaan Penyiksaan Napi di Lapas Narkotika Yogyakarta Ilustrasi penyiksaan. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memantau sekaligus menyelidiki dugaan penyiksaan yang dialami narapidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta.

"Kami mendapat pengaduan dan merespons pemberitaan berbagai media termasuk juga berkomunikasi dengan para pendamping dan korbannya," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Kamis (4/11).

Baca Juga

Napi Diduga Disiksa, Kemenkumham Bentuk Tim Investigasi

Anam mengatakan, pihaknya perlu menggali ihwal kebenaran peristiwa sebagaimana diungkapkan sejumlah eks narapidana lapas tersebut. Seperti misalnya rentetan peristiwa, tanggal kejadian, hingga pelaku yang terlibat.

"Sehingga dugaan kami peristiwa ini memang terjadi," imbuhnya.

Anam menyebut perlu ada tindakan tegas terhadap para pelaku apabila dugaan penganiayaan itu terjadi. Sebab, menurutnya, tindakan tersebut berpotensi mencoreng sejumlah upaya positif yang dilakukan pihak lapas dalam membina para narapidana.

"Jadi memang zero tolerance untuk tindakan-tindakan yang tidak berbasis kemanusiaan dan merendahkan martabat manusia termasuk ada penyiksaan di sana," ujarnya.

Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Jakarta. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Jakarta. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, Anam menilai tindakan tersebut jauh dari prinsip pembinaan dalam lapas.

"Oleh karena itu kami akan melakukan penyelidikan dan kami meminta kepada Dirjen PAS, Kalapas, termasuk Kemenkumham untuk terbuka kepada akses yang bisa mengungkap peristiwa ini," tegas dia.

Lebih lanjut, Anam menyatakan, sedikitnya terdapat dua hal yang menjadi alasan pentingnya peristiwa tersebut diungkap. Pertama, memastikan reformasi internal pemenjaraan oleh Kemenkumham berjalan dengan baik.

"Kedua, menunjukkan bahwa memang perlakuan yang tidak manusiawi tidak boleh terjadi lagi di mana pun dan untuk siapa pun termasuk di Lapas," kata dia. (Pon)

Baca Juga

Irjen Napoleon Belum Digiring ke Lapas Cipinang, Ada Apa?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasukan Elit TNI AU Berubah Nama
Indonesia
Pasukan Elit TNI AU Berubah Nama

Selain mengubah nama, ada juga penambahan jabatan bintang satu, di jajaran pasukan elit tersebut.

Wapres Perintahkan Polisi Tindak Spekulan Penimbun Komoditas Pangan
Indonesia
Wapres Perintahkan Polisi Tindak Spekulan Penimbun Komoditas Pangan

"Penegakan hukum secara tegas kalau ada yang bermain spekulan, kalau ada menyimpan untuk kebutuhan masyarakat, untuk itu ini harus ditegakkan," kata Wapres.

Sebut Ada Mafia Bibit di Kementan, DPP NasDem Minta Klarifikasi Erick Thohir
Indonesia
Sebut Ada Mafia Bibit di Kementan, DPP NasDem Minta Klarifikasi Erick Thohir

Keberadaan mafia bibit di sektor pertanian jadi sorotan publik hari ini. Pernyataan tersebut dilontarkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Universitas Padjajaran saat memberikan kuliah umum (23/4).

13 Warga Tertimbun Longsor Telah Ditemukan
Indonesia
13 Warga Tertimbun Longsor Telah Ditemukan

Penanganan isu kemanusiaan dan bencana alam harus dikerjakan sampai tuntas, dan seluruh personel diperintahkan cepat tanggap.

BUMN Klaim Capai Keuntungan Rp 90 Triliun Dalam 2 Tahun Terakhir
Indonesia
BUMN Klaim Capai Keuntungan Rp 90 Triliun Dalam 2 Tahun Terakhir

Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan, sejak dua tahun terakhir menjalankan transformasi secara konsolidasi membuahkan hasil maksimal dengan terbukti Erickson keuntungan mencapai Rp 90 triliun.

BPBD DKI Sebut Seluruh Titik Banjir di Jakarta Telah Surut
Indonesia
BPBD DKI Sebut Seluruh Titik Banjir di Jakarta Telah Surut

"Sejumlah titik yang sebelumnya tergenang saat ini sudah surut," tulis Pusdatin BPBD DKI Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/10)

Pemkot Bandung Petakan Kebutuhan Ambulans Lewat Aplikasi Buatan Telkom
Indonesia
Pemkot Bandung Petakan Kebutuhan Ambulans Lewat Aplikasi Buatan Telkom

Semua ambulans tersebut terintegrasi dalam aplikasi Ambulance Management System (AMS) yang dibuat PT Telkom.

Yogyakarta Gelar Vaksinasi Booster Tahap Pertama untuk Lansia dan Tendik
Indonesia
Yogyakarta Gelar Vaksinasi Booster Tahap Pertama untuk Lansia dan Tendik

Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi Pemda DIY, Sumadi mengatakan, Lansia dan tenaga pendidik (tendik) menjadi sasaran pertama kegiatan vaksinasi.

3,6 Juta Pekerja Sudah Bisa Cairkan BSU di Kantor Pos
Indonesia
3,6 Juta Pekerja Sudah Bisa Cairkan BSU di Kantor Pos

Nanti penyaluran dilakukan dengan 2 skema, secara kolektif di perusahaan atau penerima ini mengambil langsung di Kantor Pos.

Kapolri Mutasi Pati Polri, Kapolres Jakpus Jabat Direskrimum Polda Metro Jaya
Indonesia
Kapolri Mutasi Pati Polri, Kapolres Jakpus Jabat Direskrimum Polda Metro Jaya

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi. Hengki diangkat menjadi Direskrimum Polda Metro Jaya.