Komnas HAM Sebut Gas Air Mata Pemicu Banyaknya Korban Tragedi Kanjuruhan Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, menunjukkan bukti dokumen dan foto terkait Tragedi Kanjuruhan. (BolaSkor.com/Rizqi Ariandi)

MerahPutih.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah melakukan investigasi untuk menyelidiki penyebab terjadinya tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10).

Berdasarkan laporan resmi kepolisian, jumlah korban tewas Tragedi Kanjuruhan sejauh ini mencapai 132 jiwa. Mabes Polri juga telah menetapkan enam tersangka dari kasus ini, di mana tiga di antaranya merupakan anggota kepolisian.

Sedangkan tiga orang lainnya adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris dan Security Officer Arema FC Suko Sutrisno.

Berdasarkan laporan tim tersebut Komnas HAM, pemicu jatuhnya banyak korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka disebabkan oleh tembakan gas air mata.

Baca Juga:

Botol yang Disita Polisi Bukan Miras, Komnas HAM: Itu Obat Sapi

Selama pemantauan dan penyelidikan di Malang, Komnas HAM menggali keterangan dari berbagai pihak, mulai dari pihak kepolisian dan Aremania.

Keterangan para saksi itu diperkuat dengan bukti sejumlah dokumen terkait rencana pengamanan (renpam), prakondisi hingga rekaman video yang didapat tim Komnas HAM.

"Kami, sampai detik ini, menyatakan pemicu jatuhnya banyak korban adalah gas air mata,” ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, dikutip Bolaskor.com.

Anam menuturkan, gas air mata pertama kali ditembakkan sekira pukul 22.08 WIB.

Awalnya, kata Anam, suasana di Stadion Kanjuruhan masih cukup kondusif meski tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya.

"Lalu, sekitar 14 sampai 20 menit pasca-peluit panjang pertandingan dibunyikan (oleh wasit), kondisi masih kondusif," ujar Anam.

Baca Juga:

Komnas HAM Sebut Panpel Arema Cetak Tiket Melebihi Kapasitas Stadion

Selang beberapa waktu kemudian, beberapa pendukung Arema FC turun ke lapangan. Namun, aksi itu diklaim hanya untuk memberikan semangat kepada para pemain Arema FC.

"Detail kami melihatnya (melalui video yang menjadi barang bukti). Memang ada suporter masuk ke lapangan, tapi untuk memberi semangat. Tapi, gas air mata picu kepanikan suporter,” jelas Anam.

Saat ini Komnas HAM sedang fokus membuktikan temuan mereka terkait penggunaan gas air mata sebagai pemicu utama Tragedi Kanjuruhan dengan melakukan pemeriksaan laboratorium.

"Kalau kita bicara soal hasil laboratorium itu kan bukan hanya kandungan kimianya, melainkan juga analisisnya terhadap kesehatan. Itu kami menunggu dari hasil uji laboratorium,” timpal Komisoner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara. (*/Bolaskor.com)

Baca Juga:

DPR Sahkan 9 Komisioner Komnas HAM

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Shin Tae-yong Tak Ambil Pusing Siapa Lawan Indonesia di Semifinal
Olahraga
Shin Tae-yong Tak Ambil Pusing Siapa Lawan Indonesia di Semifinal

Timnas Indonesia akan menghadapi Filipina pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2022 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Senin (2/1) malam WIB.

Rekor Pertemuan Indonesia vs Kuwait, Terakhir Menang 42 Tahun Silam
Olahraga
Rekor Pertemuan Indonesia vs Kuwait, Terakhir Menang 42 Tahun Silam

Pertama kali kedua tim bertemu di Turnamen Merdeka pada 19 Oktober 1980. Ketika itu, Timnas Indonesia menang 2-1.

3 Wakil Indonesia Berburu Tiket Final Hylo Open 2022
Olahraga
3 Wakil Indonesia Berburu Tiket Final Hylo Open 2022

Pertandingan akan berlangsung di Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, pada Sabtu (5/11) malam WIB.

Jadwal Siaran Langsung 'Timnas Day' Kualifikasi Piala Asia: Indonesia Vs Yordania
Olahraga
Jadwal Siaran Langsung 'Timnas Day' Kualifikasi Piala Asia: Indonesia Vs Yordania

Kedua tim akan bertarung dalam laga presitisius menentukan pemuncak klasemen sementara Grup A.

Tim Kano dan Kayak Indonesia Persembahkan Medali Perak serta Perunggu
Olahraga
Tim Kano dan Kayak Indonesia Persembahkan Medali Perak serta Perunggu

Kontingen (Tim) Indonesia kembali menambah pundi medali dari ajang SEA Games 2021 Vietnam yang berlangsung Selasa (17/5). Kali ini medali datang dari Tim Kano dan Kayak Putri. Melaju di Sungai Gia, Hai Phong, Vietnam, Riska Andriyani yang turun di nomor 1000 Meter Kano Putri tampil apik. Dia finis di tempat kedua dengan catatan waktu 5 menit 9,230 detik dan berhak atas medali perak. Medali emas didapatkan oleh Nguyen Thi Huong dari Vietnam, sedangkan perunggu jadi jatah Phyo Naing Thet dari Myanmar.

Toulon Cup 2022: Timnas Indonesia U-19 Tergabung di Grup B
Olahraga
Toulon Cup 2022: Timnas Indonesia U-19 Tergabung di Grup B

Toulon Cup 2022 dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei sampai 12 Juni 2022. Berdasarkan hasil undian, timnas U-19 tergabung di Grup B.

Hasil Liga Champions: Real Madrid ke Semifinal, Bayern Tersingkir
Olahraga
Hasil Liga Champions: Real Madrid ke Semifinal, Bayern Tersingkir

Pertandingan menarik dan menegangkan tersaji di leg kedua perempat final Liga Champions yang digelar pada Rabu (13/4) dini hari WIB. Real Madrid dan Villarreal menjadi tim yang bergembira paling akhir.

Andai Jadi Asisten ten Hag di Man United, Ferdinand Inginkan Hal Ini
Olahraga
Andai Jadi Asisten ten Hag di Man United, Ferdinand Inginkan Hal Ini

Rio Ferdinand dikabarkan akan menjadi calon asisten Erik ten Hag di Manchester United. Lalu, apa kata Ferdinand?

Profil Maximiliano Enrique Seigorman, Pelatih Baru Dewa United Surabaya
Olahraga
Profil Maximiliano Enrique Seigorman, Pelatih Baru Dewa United Surabaya

Dewa United Surabaya resmi memiliki pelatih baru Maximiliano Enrique Seigorman.

Hasil Pertandingan: Chelsea Keok, Barcelona Pesta Gol
Olahraga
Hasil Pertandingan: Chelsea Keok, Barcelona Pesta Gol

Sejumlah liga-liga elite Eropa kembali menggelar pertandingan mulai Minggu (21/8) malam hingga Senin (22/8) dini hari WIB.