Komnas HAM Periksa 20 Video dari 27 Titik CCTV di Kasus Brigadir J Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin. (ANTARA/Muhammad Zulfikar).

MerahPutih.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menduga Brigadir J masih hidup saat sampai di rumah dinas Kadiv Propam Polri non aktif Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam sempat memeriksa 20 video yang diberikan kepada Komnas HAM dalam konferensi pers, Rabu (27/7) petang. Video itu memperlihatkan aktivitas dari Magelang, Jawa Tengah, rumah dinas Kadiv Propam di Duren Tiga, hingga RS Polri Kramatjati.

Baca Juga:

Komnas HAM akan Periksa Hp Ferdy Sambo

Menurut Anam, dari video tersebut diketahui bahwa Irjen Ferdy Sambo sampai terlebih dahulu di rumah dinas Duren Tiga. Selang beberapa saat datang rombongan sang istri, P baru datang dari Magelang.

"Ada J masih hidup, ada rombongan yang lain yang semua dalam kondisi hidup dan sehat," kata Anam kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/7).

Menurutnya, video yang diperiksa Komnas HAM berasal dari 27 titik. Dimulai dari Magelang, rumah dinas Duren Tiga, hingga RS Polri Kramatjati.

"Yang ingin kami tekankan adalah J masih hidup di Duren Tiga," katanya.

Komnas HAM menyebut rombongan Sambo tidak langsung menuju TKP, baik untuk tes PCR maupun lainnya. Anam tidak menjelaskan soal tempat yang didatangi Irjen Sambo sebelum datang ke Duren Tiga.

Baca Juga:

Komnas HAM Akui Berkomunikasi dengan Istana soal Perkembangan Kasus Brigadir J

Berdasarkan informasi yang didapatkan, Irjen Ferdy Sambo maupun rombongan istrinya yang melakukan perjalanan dari Magelang menjalani tes PCR di rumah pribadi yang ada di Jalan Saguling III. Atau sekitar 700 meter dari rumah dinas yang menjadi TKP penembakan.

Anam menjelaskan, dalam video 20 CCTV yang diperiksa, Komnas HAM memperoleh gambaran perjalanan rombongan Irjen Sambo. Termasuk soal keadaan Brigadir J. Namun, hingga kini Ferdy sebagai bagian dari kasus tersebut belum juga dipanggil. Terkait hal ini komisioner Komnas HAM Choirul Anam memberikan penjelasan.

"Irjen sambo akan diperiksa kalau tahapan-tahapan semua bahan yang kita punya selesai," kata Anam.

Anam mengatakan sebelum memanggil Sambo, ada beberapa hal yang perlu diperiksa oleh Komnas HAM.

"Misalnya dalam konteks komunikasi terekam komunikasinya kaya apa. Dalam konteks keterangan yang lain, keterangannya seperti apa. Dalam posisi CCTV terekam nanti kaya apa proses CCTV-nya. Baru tuh semuanya kita ambil baru akan panggil Irjen Sambo," kata Anam. (Knu)

Baca Juga:

Komnas HAM Panggil Ajudan Jenderal Terkait Baku Tembak Sesama Polisi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Terungkap Penyebab Jebolnya Tandon Air di Stasiun LRT
Indonesia
Terungkap Penyebab Jebolnya Tandon Air di Stasiun LRT

Kasus jebolnya tandon air di proyek Stasiun LRT Setiabudi perlahan menemui titik terang.

Polisi Jamin Tidak Ada Penyekatan saat Mudik Lebaran
Indonesia
Polisi Jamin Tidak Ada Penyekatan saat Mudik Lebaran

Masyarakat dipastikan tak akan menemui hambatan saat menjalani mudik. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menegaskan, tidak ada penyekatan pada saat pengamanan arus mudik maupun arus balik.

Ketua DPR Minta Persiapkan Kemungkinan Evakuasi WNI dari Ukraina
Indonesia
Ketua DPR Minta Persiapkan Kemungkinan Evakuasi WNI dari Ukraina

Pemerintah diminta menjamin keselamatan dan keamanan warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Ukraina.

Rizieq Diminta Taati Aturan Bebas Bersyarat
Indonesia
Rizieq Diminta Taati Aturan Bebas Bersyarat

Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly meminta Rizieq Shihab tetap mematuhi aturan bebas bersyarat.

Jokowi: BPKH Punya Peran Kunci Optimalkan Keuangan Syariah
Indonesia
Jokowi: BPKH Punya Peran Kunci Optimalkan Keuangan Syariah

“BPKH mempunyai peran kunci untuk mengoptimalkan keuangan syariah melalui penempatan dan investasi di syariah di dalam dan luar negeri” ungkapnya.

Fakta Terbaru Perkara Penembakan Antaranggota Polisi
Indonesia
Fakta Terbaru Perkara Penembakan Antaranggota Polisi

Bharada E, tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J ternyata tidak mahir menembak.

Sidang Tahunan MPR: Bamsoet Ungkap Risiko Resesi Indonesia Sangat Kecil
Indonesia
Sidang Tahunan MPR: Bamsoet Ungkap Risiko Resesi Indonesia Sangat Kecil

Bamsoet mengungkapkan bahwa risiko resesi Indonesia sangat minim. Hal ini berkat kesigapan pemerintah dalam menyikapi ancaman krisis.

Bertemu Putin, Jokowi Nyatakan Siap Jembatani Komunikasi Rusia dan Ukraina
Indonesia
Bertemu Putin, Jokowi Nyatakan Siap Jembatani Komunikasi Rusia dan Ukraina

Jokowi menyatakan siap menjadi jembatan komunikasi antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin agar kedua pihak mencapai perdamaian.

Mabes Polri Ungkap Modus Penyebar Propaganda ISIS
Indonesia
Mabes Polri Ungkap Modus Penyebar Propaganda ISIS

Fakta baru terungkap dari penangkapan lima orang tersangka teroris yang tergabung dalam kelompok Negara Islam dan Suriah atau ISIS. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan kelimanya kerap menyebarluaskan konten poster bermuatan propaganda terorisme di media sosial.

Propam Polresta Bogor Tangkap Polisi Tilang Pengendara Rp 2,2 juta
Indonesia
Propam Polresta Bogor Tangkap Polisi Tilang Pengendara Rp 2,2 juta

Oknum anggota Polsek Tanah Sareal berinisial Bripka SAS ditangkap dan ditahan Propam Polresta Bogor buntut aksinya yang menilai seorang pengendara motor sebesar Rp 2,2 juta.