Komnas HAM Pegang Video dan Foto Penting dari Keluarga Brigadir J Polisi berjaga di depan rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo pascaperistiwa baku tembak dua ajudannya. (ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/foc)

Merahputih.com - Polri telah melibatkan Komnas HAM dalam mengungkap tabir misteri kasus baku tembak antar-polisi hingga tewas di kediaman Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo masih menjadi misteri. Lembaga negara berbasis HAM itu ternyata memiliki pandangan tersendiri terkait motif peristiwa yang menewaskan Brigadir J selaku sopir pribadi istri Kadiv Propam.

Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Choirul Anam menilai, motif peristiwa yang disampaikan polisi masih bersifat umum. Yakni, diawali adanya dugaan pelecehan terhadap istri Sambo oleh Brigadir J hingga ditembak Bharada E.

Baca Juga:

Polri Beri Pendampingan Psikolog kepada Istri Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E

“Semua motif, informasi-informasi, masih kami letakkan semuanya di atas meja dalam kualitas yang sama. Komnas HAM punya prinsip imparsialitas dan objektif dalam melakukan penyelidikan,” kata Anam, Senin (18/7).

Menurut Anam, tim investigasi Komnas HAM masih terlalu dini untuk beranjak ke tahap penelusuran dan menemukan motif baru atau latar belakang utama pendorong peristiwa tersebut.

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo bersama istri. (Foto: Instagram @divpropampolri)

Namun, Anam membenarkan Komnas HAM menemukan sejumlah hal penting dari pertemuan dengan keluarga Brigadir J di Jambi pada Sabtu (16/7), berupa foto dan video.

"Paling penting kami diberikan konteks. Misal suatu foto itu apa konteksnya. Kami terima kasih ke keluarga (J) yang sudah terima kami dan berikan berbagai hal tersebut," tutur dia.

Baca Juga

Komnas HAM Bekerja Independen dalam Selidiki Kasus Baku Tembak Antaranggota Polisi

Lebih jauh, Anam mengeklaim sejumlah benda yang didapat berbeda dengan yang beredar di masyarakat, terkait soal polisi datang dalam jumlah banyak ke kediaman J.

"Kami dikasih keterangan background-nya apa, konteksnya apa, momen apa, siapa yang datang dan kapan," tegas petinggi Komnas HAM itu.

Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo (kanan) berjabat tangan dengan Anggota Komnas HAM Choirul Anam (kiri) usai memberi keterangan pers di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2021). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa)

Untuk diketahui, peristiwa saling tembak antara Brigpol J dan Bharada E itu terjadi pada Jumat (8/7) di rumah dinas Irjen Feedy Sambo, kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Namun, Polri baru mengekspos kasus ini tiga hari kemudian, tepatnya Senin (11/7) pekan lalu. Hasil penyelidikan sementara Polres Jaksel menyatakan, Brigpol J yang pertama menembak Bharada E. (Knu)

Baca Juga:

Polri Ungkap Motif Bharada E Tembak Brigadir J

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Sebut Polarisasi saat Pemilu Hal yang Wajar
Indonesia
Anies Sebut Polarisasi saat Pemilu Hal yang Wajar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, polarisasi merupakan hal yang lumrah dan normal terjadi dalam pertarungan pemilu.

Pembangunan Tanggul Kali Semanan Diharap Minimalisir Kekhawatiran Warga saat Hujan
Indonesia
Pembangunan Tanggul Kali Semanan Diharap Minimalisir Kekhawatiran Warga saat Hujan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono meninjau progres pembangunan Tanggul Kali Semanan, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (23/10).

Arsul Sani Sebut Beragam Negara Dapat Indormasi Keliru Soal KUHP Baru
Indonesia
Arsul Sani Sebut Beragam Negara Dapat Indormasi Keliru Soal KUHP Baru

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mengatakan bahwa respons negara lain yang waswas terhadap keberadaan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru karena informasi yang keliru.

Sulitnya Evakuasi 8 Jenazah Pekerja PT PTT yang Ditembak KKB
Indonesia
Sulitnya Evakuasi 8 Jenazah Pekerja PT PTT yang Ditembak KKB

Kombes yang berada di Timika mengaku timnya akan memastikan kondisi delapan karyawan yang dinyatakan meninggal namun itu tergantung cuaca.

Perang Rusia Ukraina Bikin Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 200 Per Barel
Indonesia
Perang Rusia Ukraina Bikin Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 200 Per Barel

Hilangnya 5 juta barel minyak Rusia dapat membuat harga minyak berlipat ganda menjadi USD 200 per barel dan menurunkan pertumbuhan ekonomi secara global.

Kemendagri Kirim 3 Nama Calon Pj Gubernur DKI ke Jokowi
Indonesia
Kemendagri Kirim 3 Nama Calon Pj Gubernur DKI ke Jokowi

Benny mengungkapkan, ketiga nama tersebut telah dikirim Kemendagri ke Presiden Jokowi pada Selasa (4/10) kemarin.

Joget Poco-Poco Bareng Tutup TIIWG G20 di Solo
Indonesia
Joget Poco-Poco Bareng Tutup TIIWG G20 di Solo

Penutupan TIIWG G20 di Solo ditandai dengan joget poco-poco bareng dalam gala dinner di Pendaphi Gede, kompleks Balai Kota Solo, Kamis (7/7) malam.

Vaksin COVID-19 BUMN Masuki Uji Klinis Tahap Akhir
Indonesia
Vaksin COVID-19 BUMN Masuki Uji Klinis Tahap Akhir

Vaksin COVID-19 BUMN akan diprioritaskan untuk anak-anak dan menjadi vaksin booster atau pelengkap.

Ekosistem Pembiayaan Terintegrasi Dorong UMKM Naik Kelas
Indonesia
Ekosistem Pembiayaan Terintegrasi Dorong UMKM Naik Kelas

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pengembangan UMKM merupakan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Jumlah Korban Tewas dan Luka-Luka Gempa M 7,4 Jepang
Dunia
Jumlah Korban Tewas dan Luka-Luka Gempa M 7,4 Jepang

Peringatan tsunami hingga satu meter dikeluarkan untuk wilayah pesisir di Miyagi dan Fukushima.