Komnas HAM Minta TNI Jadikan Kasus di Merauke Sebagai Pembelajaran TNI AU dan Warga Merauke. (Foto: TNI AU)

Merahputih.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berharap evaluasi terkait insiden dua oknum TNI AU yang melakukan kekerasan terhadap seorang warga penyandang disabilitas di Merauke, Papua Barat, harus dilakukan secara kelembagaan.

"Artinya, harus menjadi bahan pembelajaran bersama seluruh aparat institusi keamanan dalam hal ini TNI," kata Anggota Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, Kamis (29/7).

Baca Juga:

TNI AU Kirim 26 Ribu Kilogram Paket Bantuan ke NTT

Selain itu, Komnas HAM meminta pihak terkait mulai menginternalisasi kembali atau menguatkan materi-materi tentang HAM, serta pengetahuan kultur budaya maupun nilai-nilai adat yang dipegang masyarakat.

Sebab, aparat harus memahami dan mengetahui keberagaman masyarakat Indonesia yang multikultural. Aparat tidak cukup hanya memahami masalah kemiliteran, hukum, hak asasi manusia tetapi juga harus tau tentang kultur budaya dan nilai adat.

Ilustrasi kekerasan. Foto: Istimewa
Ilustrasi kekerasan. Foto: Istimewa

Agar insiden itu tidak kembali terulang atau adanya gesekan yang muncul pascakejadian, dia meminta tokoh masyarakat, aktivis, tokoh adat, dan orang yang memiliki pengaruh menenangkan suasana.

Pada saat bersamaan masyarakat dan para tokoh tadi bisa mengontrol jalannya proses hukum dua oknum TNI AU itu. Apalagi, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyatakan akan memproses kasus itu secara adil, terbuka, dan transparan.

"Saya kira, kita bisa mengontrol proses hukum itu sehingga benar-benar adil sesuai harapan korban dan masyarakat," ujarnya.

Baca Juga:

Dua Oknum Anggota Injak Kepala Warga di Papua, TNI AU Minta Maaf

Markas Besar TNI AU menyatakan penyesalan dan permohonan maaf atas tindakan oknum prajuritnya yang melakukan kekerasan fisik kepada seorang warga di warung makan di Merauke, Senin (27/7).

"Kedua oknum anggota Polisi Militer Pangkalan Udara TNI AU Merauke kini sudah ditahan dan dalam pengawasan komandan Lanud JA Dimara di Merauke," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Indan Gilang B. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Pasang Stiker Khusus di Kediaman Warga yang Sudah Divaksin
Indonesia
Polisi Pasang Stiker Khusus di Kediaman Warga yang Sudah Divaksin

Kediaman warga yang sudah divaksin COVID-19 kini ditandai dengan penempelan stiker khusus. Seperti yang ada di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Terkait Aliran Sesat Hakekok, Ini Kata Bupati dan MUI Pandeglang
Indonesia
Terkait Aliran Sesat Hakekok, Ini Kata Bupati dan MUI Pandeglang

Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersama polres dan Bakorpakem, tengah menyelidiki video ritual yang konon di sebut aliran Hakekok yang terjadi di Kecamatan Cigeulis tersebut.

11 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Disingkirkan Shin Tae-yong
Indonesia
11 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Disingkirkan Shin Tae-yong

Tiga di antaranya merupakan pemain andalan yang berkiprah di luar negeri

PM Israel Tegaskan Serangan Udara ke Kantong Hamas di Gaza Tanpa Batas Waktu
Dunia
PM Israel Tegaskan Serangan Udara ke Kantong Hamas di Gaza Tanpa Batas Waktu

Israel mengklaim telah mengeluarkan peringatan evakuasi bangunan yang akan ditembaki dan hanya menyerang kantong Hamas

Seksinya Partai Besutan SBY Bagi Moeldoko
Indonesia
Seksinya Partai Besutan SBY Bagi Moeldoko

Manuver Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan beberapa kader aktif serta bekas kader Partai Demokrat, membuat internal SBY panas

BPIP Ingatkan Rasialisme Bisa Memecah Belah Persatuan
Indonesia
BPIP Ingatkan Rasialisme Bisa Memecah Belah Persatuan

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila meminta setiap elemen bangsa Indonesia agar tetap berpegang kepada Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

Anies Apresiasi Bank DKI Sulap Dua Kantor Jadi Sentra Vaksin
Indonesia
Anies Apresiasi Bank DKI Sulap Dua Kantor Jadi Sentra Vaksin

Bank DKI telah merombak dua kantor layanan menjadi sentra vaksinasi yang langsungkan pada tanggal 17-18 Juli 2021.

PPKM Darurat Hari Pertama Kerja, Macet Parah Sampai Gigit Jari Gagal Masuk Jakarta
Indonesia
PPKM Darurat Hari Pertama Kerja, Macet Parah Sampai Gigit Jari Gagal Masuk Jakarta

Pekerja di bidang marketing ini sempat merasakan macet sejauh 1 kilometer.

Soal Komik Superman Biseksual, Politisi Demokrat Minta Pembaca Kritis
Indonesia
Soal Komik Superman Biseksual, Politisi Demokrat Minta Pembaca Kritis

"Maka ketika ada komik luar negeri yang membawa cerita yang bersinggungan dengan norma yang hidup di masyarakat Indonesia, nalar pembaca generasi sekarang harus kritis," kata Rizki

Minta Jokowi Abaikan Suara yang Perkeruh Suasana, Prabowo: Kita Sudah di Jalan Benar
Indonesia