Komnas HAM Minta Publik Bersabar Soal Penyelidikan Pelanggaran HAM TWK Anggota Komnas HAM Bidang Pemantauan dan Penyelidikan ???????Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Rabu (9-6-2021). ANTARA/Muhammad Zulfikar

MerahPutih.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta publik bersabar terkait proses penyelidikan dugaan pelanggaraan HAM pada asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Oleh karenanya kami berharap semua pihak sabar dengan proses yang akan dijalankan oleh Komnas HAM," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam di kantornya, Jakarta, Senin (14/6).

Baca Juga

Komnas HAM Dinilai Berat Proses Pengaduan 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK

Anam menyebut, pihaknya sudah menjadwalkan permintaan klarifikasi terhadap pimpinan KPK pada pekan ini. Sejumlah pihak lain pun, kata dia, juga turut dipanggil untuk memperdalam aduan dugaan pelanggaran HAM tersebut.

Ia menegaskan, semakin banyak pihak yang memberikan informasi maka bakal menjadikan polemik ini semakin terang benderang.

"Semakin banyak pihak yang memberikan informasi, semakin konperhensif informasinya, semakin teruji informasinya, bagaimana prosesnya dan semakin hak publik untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya secara terang benderang, semakin terbuka," ujarnya.

Anggota Komnas HAM Mohammad Choirul Anam (kiri) menunjukkan surat balasan dari KPK saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (8/6). ANTARA/Genta Tenri Mawangi
Anggota Komnas HAM Mohammad Choirul Anam (kiri) menunjukkan surat balasan dari KPK saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (8/6). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

"Dan ini menjadi pembelajaran kita semua. Kalau ada yang baik kita pakai kalau ada yang buruk kita tinggalkan. Karena ini perjalanan akan sangat panjang. Kita tidak mau misalnya ketegangan kebangsaan itu sendiri, bahkan kita ingin memiliki semangat yang sama soal kebangsaan," sambung Anam.

Anam pun menegaskan, Komnas HAM bakal menindaklanjuti setiap pengaduan yang masuk. Akan tetapi guna menentukan apakah aduan tersebut termasuk bentuk pelanggaran HAM, kata Anam, diperlukan rangkaian proses pendalaman.

"Apakah ini pelanggaran HAM ataukah tidak, ini sedang proses. Jadi kami panggil semua pihak, kami cek semua pihak, kami cek semua dokumen, kami uji dokumen dan kesaksian ini nantinya juga dengan ahli untuk melihat sebenarnya apakah ini jadi pelanggaran HAM atau tidak," tutup dia. (Pon)

Baca Juga

Eks Kader Demokrat Tegaskan Komnas HAM Blunder Panggilan Pimpinan KPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] Jokowi Pakai Baju Baru untuk Lebaran di Solo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Jokowi Pakai Baju Baru untuk Lebaran di Solo

“Baju baru broo….mau lebaran di solo….”

555 Orang Positif COVID-19 dari Klaster Pasar, Satgas COVID-19: Ini Lagi Jualan
Indonesia
555 Orang Positif COVID-19 dari Klaster Pasar, Satgas COVID-19: Ini Lagi Jualan

Klaster pasar paling tinggi berada di Jakarta pusat

Hujan Dengan Intensitas di Atas 150 milimeter Bikin Jakarta Banjir
Indonesia
Hujan Dengan Intensitas di Atas 150 milimeter Bikin Jakarta Banjir

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan dengan intensitas di atas 150 milimeter cukup banyak mengguyur Ibu Kota Jakarta pada Sabtu dini hari.

Prada MI Jadi Tersangka Kasus Penyerangan Polsek Ciracas
Indonesia
Prada MI Jadi Tersangka Kasus Penyerangan Polsek Ciracas

Prada MI dikenakan Pasal 14 ayat 1 jucnto ayat 2 UU no 1 tahun 1948

Bangkitkan Wisata di Solo, Kemenparekraf Gelontorkan Dana Rp6,7 Miliar
Indonesia
Bangkitkan Wisata di Solo, Kemenparekraf Gelontorkan Dana Rp6,7 Miliar

Bantuan dana ini setidaknya bisa memberikan stimulus bagi kebangkitan wisata di Solo yang terpuruk selama delapan bulan akibat COVID-19.

Kasus Corona Turun, RS Rujukan di Solo Bongkar Kamar Isolasi Jadi Ruang Pasien Umum
Indonesia
Kasus Corona Turun, RS Rujukan di Solo Bongkar Kamar Isolasi Jadi Ruang Pasien Umum

Sejumlah rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Solo, Jawa Tengah mulai membongkar ruang isolasi menjadi kamar perawatan bagi pasien umum.

Imlek Nasional 2021 Akan Dihadiri Presiden Jokowi
Indonesia
Imlek Nasional 2021 Akan Dihadiri Presiden Jokowi

Jokowi akan ikut serta dalam kegiatan Imlek Nasional (Imleknas) 2021 yang digelar secara virtual pada Sabtu (20/2) mendatang.

Densus 88 Menunggu Perintah Kapolri Buru KKB
Indonesia
Densus 88 Menunggu Perintah Kapolri Buru KKB

Pemerintah resmi menetapkan tindakan KKB di Papua sebagai kegiatan terorisme

Buruh Desak PN Jakpus Buka Rekening Perusahaan agar Bisa Digaji
Indonesia
Buruh Desak PN Jakpus Buka Rekening Perusahaan agar Bisa Digaji

Karyawan PT CNQC Mitra JO mendesak Pengadilan Negeri Jakarta Pusat agar segera membuka rekening perusahaan mereka yang tengah mengalami kepailitan.

Beredar Dokumen 51 Pegawai KPK Bakal Diberhentikan 1 November
Indonesia
Beredar Dokumen 51 Pegawai KPK Bakal Diberhentikan 1 November

Beredar dokumen yang menyebut sebanyak 51 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi KPK yang tak lolos asesmen TWK bakal diberhentikan secara hormat pada 1 November 2021.