Komnas HAM Ingatkan Polri Segera Laksanakan Seluruh Rekomendasi Peristiwa KM 50 Rekonstruksi penembakan anggota FPI. (Foto: Kanugrahan).

MerahPutih.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengingatkan kembali Polri agar melaksanakan seluruh rekomendasi terkait kasus tewasnya anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) pada peristiwa KM 50 Tol Cikampek. Sebab, menurut Komnas HAM, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi perhatian terhadap kasus ini.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan, pihaknya kembali bertemu dengan Bareskrim Polri. Dalam pertemuan tersebut, Komnas HAM kembali mengingatkan Polri agar melaksanakan keseluruhan rekomendasinya terkait peristiwa KM 50.

Baca Juga:

Komnas HAM Bakal Turun Tangan Selidiki Penganiayaan Jurnalis di Surabaya

"Kami ingatkan kembali itu dalam pertemuan itu, supaya mereka benar-benar menjalankan rekomendasi," ujar Taufan di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/4).

Taufan mengatakan, pihaknya juga telah bertemu dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

"Jangan membiarkan ada kelompok-kelompok masyarakat sipil yang menggunakan instrumen kekerasan. Kami ingatkan kembali itu dalam pertemuan itu, supaya mereka benar-benar menjalankan rekomendasi," tutur dia.

Rekontruksi penembakan anggota FPI. (Foto: Mabes Polri)
Rekontruksi penembakan anggota FPI. (Foto: Mabes Polri)

Kasus unlawful killing terungkap ke publik setelah Komnas HAM melakukan serangkaian investigasi untuk mengungkap pelanggaran HAM yang terjadi dalam peristiwa KM 50 yang menewaskan enam orang anggota FPI. Hasil investigasi Komnas HAM ditemukan, pertama, terjadi pembuntutan terhadap Rizieq Shihab oleh Polda Metro Jaya.

Namun demikian pembuntutan itu merupakan bagian dari penyelidikan kasus pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang diduga dilakukan oleh Rizieq Shihab. Kemudian, yang kedua, terdapat pengintaian dan pembuntutan di luar petugas kepolisian. Ketiga, terdapat enam orang yang meninggal dunia dalam dua konteks peristiwa yang berbeda. (Knu)

Baca Juga:

Komnas HAM Minta Institusi TNI Lebih Peduli terhadap Hak Asasi Manusia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Misa Tatap Muka di Gereja Diperbolehkan, Umat Wajib Sudah Divaksin
Indonesia
Misa Tatap Muka di Gereja Diperbolehkan, Umat Wajib Sudah Divaksin

Mari kita bergandengan hati bergotong royong mewujudkan kebaikan bersama

Pembahasan RUU IKN Dikebut, Demokrat: Jangan Buru-buru Ini Urusan Bernegara
Indonesia
Pembahasan RUU IKN Dikebut, Demokrat: Jangan Buru-buru Ini Urusan Bernegara

Demokrat meminta keseriusan Panitia Khusus (Pansus) dalam membahas Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN).

Bertemu Keluarga Nanggala-402, Jokowi Jamin Pendidikan Anak Para Patriot
Indonesia
Bertemu Keluarga Nanggala-402, Jokowi Jamin Pendidikan Anak Para Patriot

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan bahwa KRI Nanggala-402 tenggelam terjadi bukan karena terjadi "human error" (kesalahan manusia).

Pemprov DKI Pastikan tak Perkecil Luas Makam Jenazah COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan tak Perkecil Luas Makam Jenazah COVID-19

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Pemakaman menegaskan pihaknya tak memangkas ukuran petak kuburan untuk jenazah pasien COVID-19.

 Demokrasi Indonesia Alami Resesi
Indonesia
Demokrasi Indonesia Alami Resesi

kemunduran demokrasi di Indonesia dapat dimaknai sebagai sebuah proses yang secara perlahan-lahan terjadi sampai akhirnya nilai-nilai dan praktik demokrasi memudar dan tidak lagi ditemukan dalam sistem pemerintahan dan tata kelola politik.

Polisi Bakal Tindak Peritel Mainkan Harga Tabung dan Gas Oksigen
Indonesia
Polisi Bakal Tindak Peritel Mainkan Harga Tabung dan Gas Oksigen

Saat ini pengecer dan toko alat kesehatan sedang kehabisan stok tabung oksigen lantaran oleh lonjakan pembelian tabung oksigen oleh perorangan.

Kemajuan Program Pengembangan Vaksin COVID-19 Asli Indonesia
Indonesia
Kemajuan Program Pengembangan Vaksin COVID-19 Asli Indonesia

Dengan vaksinasi Anak (6-11 tahun) menambah laju vaksinasi harian lebih dari 300 ribu dosis dalam 4 hari terakhir

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Bikin Otak Jadi Lelet
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Bikin Otak Jadi Lelet

Akun Anto Emha (fb.com/anto.barat.3705) pada 5 Februari 2021 mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dengan menyebut vaksin COVID-19 bikin otak lelet.

Kepala Daerah Diminta Awasi Perusahaan di Wilayahnya Soal Pembayaran THR
Indonesia
Kepala Daerah Diminta Awasi Perusahaan di Wilayahnya Soal Pembayaran THR

Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 sudah ada di 34 Provinsi di seluruh Indonesia untuk membantu penuhi hak pekerja/buruh.

Setelah Bendungan Kolaka Timur, Jokowi Lanjut Resmikan Bendungan di Wonogiri
Indonesia
Setelah Bendungan Kolaka Timur, Jokowi Lanjut Resmikan Bendungan di Wonogiri

Jokowi menekankan, jika bangsa Indonesia menginginkan kemandirian pangan, kedaulatan pangan, dan ketahanan pangan, dapat tercapai, maka waduk adalah kunci.