Komnas HAM Desak Polisi Segera Tahan Pelaku Kerangkeng Manusia di Sumut Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara didesak segera menahan delapan tersangka kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin.

"Penjelasan mereka (polisi) mengatakan ada alasan teknis hukum yang segera diselesaikan, jika selesai tersangka akan ditahan," kata Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik saat dihubungi di Jakarta, Minggu (3/4).

Baca Juga:

Polisi Telah Periksa 64 Saksi dan Bongkar Kuburan Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat

Ia menegaskan, tim dari Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara datang ke Komnas HAM. Kedatangan tersebut untuk koordinasi dan menanyakan perihal rekomendasi Komnas HAM atas kasus kerangkeng manusia itu.

Kepada Tim Polda Sumut, Komnas HAM memberitahu semua rekomendasi yang dikeluarkan lembaga tersebut termasuk membahas alasan polda setempat belum menahan delapan tersangka.

Taufan mengaku, kaget karena pihak kepolisian belum juga menahan delapan orang tersebut meskipun sudah berstatus tersangka. Namun, setelah menerima penjelasan polisi, Komnas HAM memahami situasi yang ada.

"Awalnya kami kaget kenapa tidak ditahan. Sebab, ini peristiwa yang sangat serius pelanggarannya," ujar dia dilansir Antara.

Dari sisi hukum, administrasi kelembagaan atau dari aspek hak asasi manusia tindakan yang dilakukan oleh Terbit Rencana Perangin Angin jelas bertentangan.

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat. (Foto: Antara)
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat. (Foto: Antara)

"Kita tidak boleh membiarkan kasus ini. Karena di kasus itu ada kekerasan, penyiksaan, perbudakan dan perdagangan orang," kata Taufan.

Komnas HAM sempat mempertanyakan proses tersebut, karena sejak awal lembaga itu telah berkoordinasi dengan Mabes Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga Polda Sumut.

Komnas HAM saat ini masih akan menunggu beberapa hari ke depan terkait langkah yang akan diambil Polda Sumatera Utara terutama terkait penahanan delapan tersangka.

"Komnas HAM mengingatkan jangan sampai ada langkah-langkah dari Polda Sumut yang bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik dalam proses hukum tersebut," katanya. (*)

Baca Juga:

Polisi Dalami Jumlah Korban Tewas di Kasus Kerangkeng Bupati Langkat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Permasalahan Sipol Jadi Bahan Aduan Sidang Dugaan Pelanggaran Pemilu
Indonesia
Permasalahan Sipol Jadi Bahan Aduan Sidang Dugaan Pelanggaran Pemilu

Bawaslu menggelar sidang dugaan pelanggaran administrasi Pemilu 2024 dengan agenda pembacaan laporan pelapor dan jawaban terlapor dalam hal ini KPU.

Varian NeoCoV Baru Sebatas Artikel
Indonesia
Varian NeoCoV Baru Sebatas Artikel

Tjandra mengimbau untuk mengambil berita dari sumber yang dipercaya, atau mengonfirmasi pada sumber yang tepat.

Penembakan Pegawai Palapa Timur, DPR Duga Ada Upaya Halangi Pembangunan di Papua
Indonesia
Penembakan Pegawai Palapa Timur, DPR Duga Ada Upaya Halangi Pembangunan di Papua

Kekerasan yang menewaskan warga sipil di Papua tersebut merupakan tindakan biadab yang harus segera direspons secara tegas oleh pemerintah.

Bogor Tanggap Darurat Bencana hingga 31 Desember 2022
Indonesia
Bogor Tanggap Darurat Bencana hingga 31 Desember 2022

"saya memutuskan untuk menetapkan Kota Bogor kondisinya tanggap darurat sampai tanggal 31 Desember. Saya instruksikan seluruh aparat untuk siaga dan meminta kepada warga betul-betul waspada," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya

KPK Buka Peluang Jerat Bupati PPU dengan Pasal Pencucian Uang
Indonesia
KPK Buka Peluang Jerat Bupati PPU dengan Pasal Pencucian Uang

KPK membuka peluang untuk menjerat Bupati Penajam Paser Utara nonaktif Abdul Gafur Mas'ud dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

PDIP Endus Dua Dugaan Penyebab Tender Sirkuit Formula E Gagal
Indonesia
PDIP Endus Dua Dugaan Penyebab Tender Sirkuit Formula E Gagal

Proses tender proyek pembangunan sirkuit Formula E di kawasan Ancol Timur, Pademangan, Jakarta Utara, gagal.

Polda Metro Tetapkan 11 Tersangka Terkait Kasus Irjen Teddy Minahasa
Indonesia
Polda Metro Tetapkan 11 Tersangka Terkait Kasus Irjen Teddy Minahasa

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan 11 orang sebagai tersangka terkait kasus peredaran gelap narkoba jenis sabu-sabu melibatkan Kapolda Sumatera Barat yang hendak menjadi Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Teddy Minahasa.

Pemprov DKI Pastikan Pelaksanaan Vaksinasi Anak Usia 6 -11 Tahun di Sekolah
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Pelaksanaan Vaksinasi Anak Usia 6 -11 Tahun di Sekolah

Ariza mengapresiasi keputusan pemerintah pusat terkait vaksinasi anak di bawah 12 tahun yang bisa dimulai 24 Desember 2021.

Hanya 30 Persen Anak Gangguan Ginjal Akut dapat Sembuh Sempurna
Indonesia
Hanya 30 Persen Anak Gangguan Ginjal Akut dapat Sembuh Sempurna

Gangguan ginjal akut yang menjangkiti banyak anak-anak terkhusus Agustus sampai Oktober 2022, tindakan cuci darah tidak memberikan hasil yang signifikan.

Sanksi yang Disiapkan Pemda DIY Jika Ada Tempat Wisata Abai Prokes
Indonesia
Sanksi yang Disiapkan Pemda DIY Jika Ada Tempat Wisata Abai Prokes

Wisatawan pasti akan langsung datang ke hotel