Komjen Listyo Sigit Pastikan Seniornya Punya Kesempatan Dapat Jabatan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (Foto: ANTARA/Istimewa)

Merahputih.com - Calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, menjamin pengaturan jabatan di era kepemimpinannya nanti diatur secara proporsional.

"Senior tetap memiliki ruang, junior yang berprestasi juga kita berikan kesempatan," kata Listyo Sigit Prabowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1).

Baca Juga:

Listyo Sigit Akan Sampaikan Arah Kebijakannya dalam Fit and Proper Test

Dia menjamin penempatan jabatan akan mengacu pada kompetensi. Ada parameter yang ditetapkan untuk setiap posisi.

"Karena sudah ada parameternya, ada penilaiannya, ada standarnya, ada assesmennya," ucap lulusan Akademi Kepolisian 1991 ini.

Ia berjanji penilaian untuk penempatan jabatan dilakukan secara proporsional. Prestasi-prestasi setiap anggota pasti dipantau. Dia tak mau di masanya nanti anggota disibukkan pemikiran cara memberi ke pimpinan.

"Yang penting kalian bekerja. Di situ rekan-rekan bisa kemudian berlomba mencari prestasi yang terbaik," pungkasnya.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj/aa.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj/aa.

Anggota Komisi III Fraksi Partai Gerindra Wihadi Wiyanto mendukung jargon baru Polri yang diperkenalkan Komjen Listyo Sigit Prabowo saat uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), yaitu PREdiktif, responSIbilitas, dan transparanSI berkeadilan (Presisi).

Wihadi menuturkan 'Presisi' menghilangkan trauma anggota terhadap jargon Polri sebelumnya, yakni PROfesional, MOdern, TERpercaya (Promoter). "Ini saya harapkan ada suatu perubahan juga," ucap Wihadi.

Wihadi menyinggung soal mekanisme hukuman dan penghargaan (punishment and reward) di Polri terkait jargon itu.

Pada masa Promoter, reward lebih banyak diberikan kepada anggota-anggota di satuan kerja tertentu, semisal narkoba dan terorisme. Wihadi menuturkan banyak anggota Polri yang mengeluhkan penerapan sistem reward di masa jargon Promoter.

Baca Juga:

ICW Minta DPR Gali Komitmen Pemberantasan Korupsi Komjen Listyo

Wihadi mengambil contoh seorang polisi yang menjabat sebagai kepala bidang hukum (kabidkum) di suatu polda yang susah mendapatkan kesempatan sekolah.

"Nah, sekarang Bapak ganti dengan Presisi ini, trauma itu dari anggota hilang, tidak lagi Promoter, tidak ada lagi (kata) 'tertentunya' itu. Kami harapkan Presisi," tutup Wihadi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pulihkan Ekonomi, BI Pangkas BI Rate Jadi 4 Persen
Indonesia
Pulihkan Ekonomi, BI Pangkas BI Rate Jadi 4 Persen

Bank Indonesia berkomitmen melakukan pendanaan atas APBN 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana secara terukur.

Potong Dana BOS, Pemerintah Dianggap Korbankan Nasib Guru
Indonesia
Potong Dana BOS, Pemerintah Dianggap Korbankan Nasib Guru

Menurut Illiza, pemotongan anggaran BOS akan berpengaruh kepada pendapatan guru honorer

Profesional, Kolaborasi dan Pemasaran Digital Bantu Dongkrak Produk-Produk Lokal
Indonesia
Profesional, Kolaborasi dan Pemasaran Digital Bantu Dongkrak Produk-Produk Lokal

Meski kondisi sulit, beberapa UMKM masih mampu bertahan

Bawaslu Sleman Ajukan Dana Tambahan Pilkada Rp 1,4 Miliar
Indonesia
Bawaslu Sleman Ajukan Dana Tambahan Pilkada Rp 1,4 Miliar

Pihaknya sudah mengajukan tambahan anggaran tersebut kepada Pemkab Sleman dan pemerintah pusat.

BUMN Bakal Dipangkas Jadi 100 Perusahaan
Indonesia
BUMN Bakal Dipangkas Jadi 100 Perusahaan

Saat ini masih terus dilakukan assessment atas portofolio dari semua BUMN untuk memilah dan memastikan terpenuhinya dua kriteria dasar tersebut.

Wahyu Setiawan Siap "Bernyanyi" Soal Kasus PAW hingga Kecurangan Pemilu
Indonesia
Wahyu Setiawan Siap "Bernyanyi" Soal Kasus PAW hingga Kecurangan Pemilu

Wahyu Setiawan resmi mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).

Banggar DPR Usul Penerapan PSBB Total
Indonesia
Banggar DPR Usul Penerapan PSBB Total

Said juga mengingatkan pemerintah agar jumlah tes, tracing dan isolasi harus ditingkatkan dan dilakukan dengan manajemen yang baik.

NasDem Tunggu Pergub PSBB Masa Transisi
Indonesia
NasDem Tunggu Pergub PSBB Masa Transisi

Wibi mengimbau pada warga untuk mematuhi dan mentaati protokol kesehatan

Jokowi Marah Ancam Reshuffle Dianggap Refleksi Kecewa ke Diri Sendiri
Indonesia
Jokowi Marah Ancam Reshuffle Dianggap Refleksi Kecewa ke Diri Sendiri

Para menteri yang Jokowi tunjuk sendiri gagal dalam menangani krisis akibat pandemi COVID-19.

Ketum PBNU Said Aqil Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Ketum PBNU Said Aqil Sembuh dari COVID-19

Dokter menyatakan telah memeriksa spesimen Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah ini pada Senin (7/12). Ia kemudian melakukan tes biomolekuler pada malam harinya.