Komjak Turun Tangan Periksa Jaksa Kasus Korban Penganiayaan di Tangerang Ilustrasi: Gedung Kejaksaan Agung (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kasus dugaan pengeroyokan atau penganiayaan yang menjerat warga Tangerang, berinisial WW mendapat sorotan dari Komisi Kejaksaan (Komjak). Pasalnya, WW yang merupakan korban penganiayaan justru menjadi terdakwa dalam kasus ini.

Komjak akan minta penjelasan dulu tentang penanganan kasus ini sejak awal.

"Bagaimana penerapan teknis SOP pedoman yang dilakukan," kata Ketua Komjak, Barita Simanjuntak kepada wartawan, Senin (6/12).

Baca Juga:

Kejaksaan Agung Langsung Bergerak Tindak Mafia Pelabuhan

Barita memastikan pihaknya akan mendalami penanganan perkara terhadap korban penganiayaan yang justru ditetapkan tersangka hingga menjadi terdakwa. Ia pun meminta korban untuk melaporkan kasus ini ke Komjak.

"Kalau ada pelanggaran sesuai tugas komisi tentu kami akan keluarkan rekomendasi. Jadi kita teliti dulu penanganan kasus ini," ujarnya.

Baca Juga:

Jaksa Keluarkan SKP2, Tersangka Penganiayaan Pedagang di Sumut Minta Maaf

Kasus ini berawal saat seorang warga Tangerang, WW, mengalami pengeroyokan di Boulevard Gading, Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 15.00 WIB pada 22 Oktober 2020. Pelaku adalah pasangan suami istri, L dan AO.

Pemuda itu dilempar pakai gembok dan mengenai badan serta mencakar tangannya. Akibatnya, WW mengalami memar dan luka di tangan kiri, leher, dada, dan pipi kiri. Bahkan, WW sempat mengalami gangguan pendengaran. Selang dua hari setelah kejadian, WW melaporkan L dan AO ke Polsek Kelapa Dua di Wilayah Kabupaten Tangerang atas perbuatan bersama-sama melakukan kekerasan di muka umum terhadap orang atau barang. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/505/K/X/RES.1.6/2020 Sek.Klp Dua.

Baca Juga:

Istri Marahin Suami Mabuk Dituntut 1 Tahun, Jaksa Harusnya Kedepankan Keadilan

Kemudian, L dan AO melaporkan balik WW atas dugaan tindak pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan ke Polres Tangerang Selatan pada 3 Desember 2020. Laporan itu teregister dengan nomor :LP/1283/K/XII/2020/SPKT Res.Tangsel.

Laporan L dan AO berjalan mulus hingga membuat WW menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang. WW dipersangkakan Pasal 351 KUHP dengan ancaman maksimal 2 tahun 8 bulan, atau Pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun 6 bulan. WW juga diminta ganti rugi Rp20 miliar. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bawaslu Tolak Laporan soal Zulhas, PAN Sebut Pelapor Cari Sensasi
Indonesia
Bawaslu Tolak Laporan soal Zulhas, PAN Sebut Pelapor Cari Sensasi

"Bisa juga, orang menilai bahwa para pelapor kurang paham UU kepemiluan. Atau memang sengaja melakukan pelaporan untuk mencari perhatian dan sensasi. Silahkan masyarakat yang menilai sendiri," pungkasnya

DPD Gerindra DKI Belum Terima Surat Pengunduran Diri M Taufik dari DPRD
Indonesia
DPD Gerindra DKI Belum Terima Surat Pengunduran Diri M Taufik dari DPRD

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DKI M Taufik mengaku akan keluar dari anggota DPRD DKI Jakarta.

Elektabilitas Prabowo Anjlok, Suara Berpotensi Pindah ke Anies
Indonesia
Elektabilitas Prabowo Anjlok, Suara Berpotensi Pindah ke Anies

Menurut Ratno, suara eks pendukung Prabowo mengalir perlahan ke Anies Baswedan.

KPK Cegah Bupati Hulu Sungai Utara ke Luar Negeri
Indonesia
KPK Cegah Bupati Hulu Sungai Utara ke Luar Negeri

KPK telah mengirimkan surat pencegahan ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid.

Larang Bawahan Main TikTok, Jaksa Agung Dikritik Harusnya Tiru TNI dan Polisi
Indonesia
Larang Bawahan Main TikTok, Jaksa Agung Dikritik Harusnya Tiru TNI dan Polisi

Kejaksaan Agung bisa membuat konten yang menarik terkait dengan capaian kinerjanya. Jadi tergantung pesan apa yang ingin disampaikan ke publik.

Gibran Terpapar COVID-19 Kedua Kali, Isoman di Rumdin Loji Gandrung
Indonesia
Gibran Terpapar COVID-19 Kedua Kali, Isoman di Rumdin Loji Gandrung

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka kembali terpapar COVID-19 sejak Jumat (4/3).

OPEC Plus Menaikkan Produksi Minyak 100.000 Barel Per Hari
Dunia
OPEC Plus Menaikkan Produksi Minyak 100.000 Barel Per Hari

OPEC Plus memangkas produksi minyak secara besar-besaran pada tahun 2020 ketika pandemi COVID-19 menekan permintaan.

Pelaku Pemukulan Anak Anggota DPR Langsung Ditahan Polisi
Indonesia
Pelaku Pemukulan Anak Anggota DPR Langsung Ditahan Polisi

Polisi telah menetapkan satu orang tersangka setelah menangkap dua orang yang terlibat dalam insiden pemukulan tersebut.

Ismail Sabri Jadi PM Malaysia Gantikan Muhyiddin Yassin
Dunia
Ismail Sabri Jadi PM Malaysia Gantikan Muhyiddin Yassin

Ismail Sabri Yaakob akhirnya ditunjuk sebagai Perdana Menteri Malaysia kesembilan.

Update Korban Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Dinyatakan Hilang
Indonesia
Update Korban Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Dinyatakan Hilang

"Korban yang masih dinyatakan hilang berjumlah 22 orang," kata Irwan