Komjak Didesak Tuntaskan Laporan Terhadap Jaksa Penyidik Perkara Pinangki Pinangki Sirna Malasari saat sidang perdana di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (23/9) (Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Komisi Kejaksaan (Komjak) didesak untuk segera menuntaskan laporan dugaan pelanggaran etik jaksa penyidik yang menangani kasus dugaan suap, pemufakatan jahat dan pencucian uang Pinangki Sirna Malasari.

Desakan itu disampaikan oleh peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana. Selain itu, Komjak juga didesak mempublikasikan tindak lanjut dari laporan yang telah disampaikan ICW pada 14 Oktober 2020 tersebut.

"ICW mendesak agar Komisi Kejaksaan segera menuntaskan dan memberitahukan kepada publik perihal tindak lanjut pemeriksaan dugaan pelanggaran etik yang telah kami laporkan," kata Kurnia dalam keterangannya, Jumat (15/1).

Baca Juga

Kuasa Hukum Ungkap Penghasilan Pinangki Selain dari Gaji

Kurnia menyatakan, pada hari ini, pihaknya melayangkan surat permintaan informasi kepada Komjak mengenai perkembangan pelaporan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan tiga jaksa penyidik Kejagung yang menangani perkara Pinangki.

Hal ini lantaran sejak dilaporkan pada 14 Oktober 2020 lalu, ICW sebagai pelapor tak mengetahui perkembangan penanganan laporan tersebut.

"Pada hari ini, ICW mengirimkan surat permintaan informasi terkait perkembangan pelaporan dugaan pelanggaran kode etik jaksa penyidik perkara Pinangki Sirna Malasari ke Komisi Kejaksaan," ujarnya.

Dalam laporannya saat itu, ICW menduga tiga orang Jaksa Penyidik Kejagung yang menangani dugaan suap, pemufakatan jahat, dan pencucian uang Pinangki telah melanggar kode etik. Kurnia membeberkan sejumlah dugaan pelanggaran etik yang dilakukan ketiga penyidik Kejagung tersebut. ICW menilai jaksa penyidik tidak menggali kebenaran materiil dari pengakuan Pinangki.

Hingga perkara Pinangki bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta, terdapat pertanyaan besar yang gagal diungkap, yakni bagaimana terpidana dan buronan perkara korupsi cessie Bank Bali Djoko Tjandra dapat percaya begitu saja dengan Pinangki. Padahal, Pinangki tidak mempunyai jabatan khusus di Kejaksaan Agung.

Jaksa Pinangki (Tengah). (Foto: Antara).
Jaksa Pinangki (Tengah). (Foto: Antara).

Selain itu, jaksa penyidik juga gagal mengungkap rangkaian tindakan yang dilakukan Pinangki untuk memuluskan pengurusan permintaan fatwa ke MA melalui Kejaksaan Agung agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi saat kembali ke Indonesia.

Kurnia mengatakan, jaksa penyidik juga diduga tidak menindaklanjuti temuan pemeriksaan Pinangki di Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

"Dalam dokumen yang diduga merupakan hasil pemeriksaan Pinangki di JAMWAS, sempat disebutkan bahwa Pinangki melaporkan hasil pertemuan dengan Djoko Tjandra kepada pimpinan. Pertanyaan lebih lanjut, siapa pimpinan yang dimaksud oleh Pinangki?," tegas Kurnia.

Tak hanya itu, ICW menilai jaksa penyidik tidak mendalami peran pihak-pihak yang selama ini diisukan terlibat dalam perkara tersebut. Terdapat sejumlah istilah atau inisial yang sempat mencuat, seperti BR, HA, dan juga istilah “Bapakmu” dan “Bapakku”.

Baca Juga

Saksi Sebut Pinangki Minta Kenalkan dengan Djoko Tjandra

Padahal, sebelum berkas perkara dilimpahkan ke persidangan, aparat penegak hukum wajib menggali seluruh keterangan dan mencari bukti-bukti yang menguatkan terjadinya tindak pidana.

Lebih jauh, Kurnia menyatakan jaksa penyidik juga diduga tidak berkoordinasi dengan KPK saat ingin melakukan pelimpahan berkas perkara ke penuntutan. Padahal KPK secara resmi telah mengeluarkan surat perintah supervisi terhadap keseluruhan perkara Joko Tjandra, salah satunya yang yerkait dengan Pinangki.

Dengan, surat perintah supervisi itu, penegak hukum, termasuk penyidik Kejagung wajib berkoordinasi pada tahapan mana pun kepada KPK.

"Berdasarkan hal itu, kami menduga bahwa jaksa penyidik dalam perkara tersebut telah melanggar Kode Etik Jaksa. Sehingga, dengan segala kewenangannya, Komisi Kejaksaan mestinya dapat mempercepat proses pemeriksaan dugaan pelanggaran etik oleh para jaksa penyidik itu," tutup Kurnia. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
MUI Segera Sebar Fatwa Vaksinasi COVID-19 Tidak Membatalkan Puasa
Indonesia
MUI Segera Sebar Fatwa Vaksinasi COVID-19 Tidak Membatalkan Puasa

vaksinasi adalah pemberian vaksin dengan cara disuntikkan atau diteteskan ke dalam mulut, untuk meningkatkan produksi antibodi guna menyangkal penyakit tertentu.

 Kerumunan Tanah Abang Buyarkan Kerja Keras Kendalikan COVID-19
Indonesia
Kerumunan Tanah Abang Buyarkan Kerja Keras Kendalikan COVID-19

Sebanyak 2.500 personel gabungan dikerahkan untuk mengawasi protokol kesehatan dan mengantisipasi lonjakan pengunjung di Pasar Tanah Abang,

Korban Gempa Majene Dirawat di RS Lapangan
Indonesia
Korban Gempa Majene Dirawat di RS Lapangan

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian.

Masuk Kerja Usai Lebaran, Gibran Soroti Munculnya Klaster Baru COVID-19
Indonesia
Masuk Kerja Usai Lebaran, Gibran Soroti Munculnya Klaster Baru COVID-19

Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mulai masuk kerja usai Lebaran, Senin (17/5).

Mahasiswa ITS Ubah Cangkang Kerang Jadi Kerupuk
Indonesia
Mahasiswa ITS Ubah Cangkang Kerang Jadi Kerupuk

pengolahan pada cangkang kerang yang diklaim memiliki kandungan kalsium ini menjadi solusi permasalahan limbah dan justru memberi nilai tambah.

Besok, Jokowi Berencana Jajal KRL Yogyakarta-Klaten
Indonesia
Besok, Jokowi Berencana Jajal KRL Yogyakarta-Klaten

Setelah melakukan peninjauan vaksinasi massal, mantan Wali Kota Solo ini berencana menjajal Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Yogyakarta-Klaten.

Puan Klaim DPR Konsisten Perjuangkan Kepentingan Buruh
Indonesia
Puan Klaim DPR Konsisten Perjuangkan Kepentingan Buruh

"Komitmen DPR RI untuk konsisten memperjuangkan kepentingan buruh. Kami ingin perekonomian Indonesia bangkit dan para pekerja Indonesia sejahtera,” kata Puan

FPI Ungkap Alasan Rumah Rizieq Enggak Mau Disemprot Disinfektan
Indonesia
FPI Ungkap Alasan Rumah Rizieq Enggak Mau Disemprot Disinfektan

Azis mengklaim, Rizieq dalam kondisi sehat wal afiat

Jumlah Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Meningkat Pesat
Indonesia
Jumlah Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Meningkat Pesat

Penambahan jumlah pasien ini tercatat merupakan yang tertinggi selama beberapa pekan setelah libur Lebaran