Komite COVID-19: Larangan Mudik untuk Lindungi Kesehatan Masyarakat Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 sinovac biofarma di Tarekot Malang, Jawa Timur, Kamis (1/4/2021). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

MerahPutih.com - Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menyatakan larangan mudik semata-mata bertujuan untuk melindungi Kesehatan masyarakat. Komite tak ingin aktivitas mudik justru menyebabkan gelombang kasus baru COVID-19

"Ini adalah dalam rangka melindungi kesehatan yang utama. Kalau kesehatan kita tidak terlindungi, bagaimana kita bicara ekonomi? Jadi kesehatan yang terlindungi tadi itu yang membangkitkan optimisme," kata Sekretaris Eksekutif I KPCPEN Raden Pardede, Jumat (24/4).

Raden menyebut, pemerintah akan melonggarkan kegiatan masyarakat ketika kasus COVID-19 sudah bisa terkendali. Saat ini pun, pemerintah terus mempercepat program vaksinasi, sehingga upaya pemulihan ekonomi nasional bisa tercapai.

Baca Juga:

Jegal Warga Mudik Lebaran, Pemprov DKI bakal Tutup Terminal

"Tapi tetap dengan protokol kesehatan dulu untuk sementara waktu ini," kata dia.

Dia menambahkan, hingga 20 April, jumlah masyarakat yang telah menerima vaksin baik suntikan pertama dan kedua adalah sebanyak 17,25 juta orang.

Raden merinci, sebanyak 11,1 juta orang atau 27,6 persen masyarakat telah menerima vaksin COVID-19 untuk dosis pertama. Sementara untuk suntikan dosis kedua, jumlah penerimanya adalah 6,1 juta orang atau 15,2 persen dari total keseluruhan penerima vaksinasi.

Jika target vaksinasi bisa optimal dan penyebaran COVID-19 bisa dikendalikan, Raden yakin hal tersebut bisa mendorong optimisme bahwa ekonomi juga kian membaik.

"Dengan cara seperti itu kita harapkan pemulihan ekonomi kita akan baik, karena antara optimisme kemudian mereka mau berbelanja, mereka mau berinvestasi, itulah yang menggerakan ekonomi," ujar Raden.

Sekretaris KPCPEN Raden Pardede dalam Webinar Katadata Indonesia Data and Economic Conference IDE 2021 dengan tema Reimagining The Future of Indonesia, Kamis (25/3/2021). (ANTARA/HO-KPCPEN)
Sekretaris KPCPEN Raden Pardede dalam Webinar Katadata Indonesia Data and Economic Conference IDE 2021 dengan tema Reimagining The Future of Indonesia, Kamis (25/3/2021). (ANTARA/HO-KPCPEN)

Dalam kesempatan yang sama, Managing Director IPSOS in Indonesia Soeprapto Tan mengatakan, temuan yang paling menarik adalah optimisme masyarakat Indonesia mencapai 76 persen bahwa ekonomi akan segera membaik. Indonesia mesti menjaga jangan sampai yang terjadi di negara lain terjadi juga di Indonesia.

Pada Mei 2020 lalu, menurut Ato, sapaan Soeprapto, belanja masyarakat hanya untuk bahan masakan yang dibuat di rumah, obat-obatan pribadi, dan produk kebersihan. Namun di september 2020 lalu, juga masih cenderung sama.

Nah dengan optimisme yang mulai meningkat, belanja masyarakat juga mulai merambah ke travel atau jalan-jalan. Begitu juga restoran dan kafe juga presentasi negatifnya juga semakin kecil yang menandakan masyarakat tidak berdiam diri di rumah.

“Kondisinya sudah jauh membaik,” ujar Soeprapto

Sementara itu, dokter spesialis anak Soedjatmiko menyatakan, semua negara mengakui imunisasi itu aman dan bermanfaat untuk mencegah sakit berat, cacat dan kematian.

“Oleh karena itu, negara-negara berusaha memberikan vaksin gratis kepada rakyatnya, supaya bayi balita anak hingga remaja terhindar dari kesakitan dan kematian,” ujarnya.

Penyakit seperti difteri, campak, pneumonia, masih ada dan perlu ditekan penularannya.

Sebelum pandemi COVID-19, banyak bayi yang terancam oleh penyakit tersebut. Sementara di masa pandemi COVID-19, seolah-olah penyakit tersebut berkurang.

“Tapi sebenarnya, apabila vaksinasi tidak dilakukan lengkap, terutama bagi bayi-bayi yang lahir sejak tahun 2020, bisa berpotensi ada wabah baru selain COVID-19," ujarnya.

Baca Juga:

Pakar Kesehatan Minta Pemda Berani Tolak Pemudik

Menurut Rizky Ika Safitri, Communication for Development Specialist UNICEF, Indonesia telah melakukan survei di awal pandemi bersama Kementerian Kesehatan.

“Ada lebih dari 5.000 posyandu dan puskesmas yang sudah, mengaku mengalami gangguan seperti misalnya sebagian layanan imunisasi rutin terhenti, orang tua juga khawatir membawa anak untuk diimunisasi karena di masa pandemi COVID-19 seperti ini,” terangnya.

Pekan imunisasi dunia yang dilaksanakan tiap pekan keempat bulan April menjadi momentum untuk mengingatkan kembali semua pihak baik pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya imunisasi untuk mencegah kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit berbahaya yang sebenarnya bisa dicegah. (Pon)

Baca Juga:

Larang Mudik Maju 22 April, Penyekatan di Tol Solo-Ngawi Belum Dilakukan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Epidemiolog Ingatkan 3M Faktor Penting untuk Tekan Penyebaran BA.4 dan BA.5
Indonesia
Epidemiolog Ingatkan 3M Faktor Penting untuk Tekan Penyebaran BA.4 dan BA.5

Pemerintah saat ini tengah mewaspadai penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang sudah terdeteksi di beberapa daerah.

Kewajiban Vaksinasi Booster Diterapkan, Baru 25 Persen Orang Mau Divaksin
Indonesia
Kewajiban Vaksinasi Booster Diterapkan, Baru 25 Persen Orang Mau Divaksin

Dosis penguat vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 53.056.762 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19, yakni 208.265.720 orang.

[HOAKS atau FAKTA]: Seekor Kucing Dilatih untuk Bantu Ukraina Lawan Sniper Rusia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seekor Kucing Dilatih untuk Bantu Ukraina Lawan Sniper Rusia

Beredar informasi berupa unggahan Facebook berupa gambar seorang prajurit dengan seekor kucing.

Baleg Tegaskan Tidak Ada Perubahan Substansial RUU TPKS
Indonesia
Baleg Tegaskan Tidak Ada Perubahan Substansial RUU TPKS

Ketika pembahasan DIM berlangsung dan tidak banyak dilakukan perubahan substansial, maka diperkirakan RUU TPKS bisa segera menjadi UU.

Akhir Pekan Ini, Jokowi Bakal Terima Laporan TGIPF Tragedi Kanjuruhan
Indonesia
Akhir Pekan Ini, Jokowi Bakal Terima Laporan TGIPF Tragedi Kanjuruhan

Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan akan menyerahkan hasil laporan investigasi peristiwa itu kepada Presiden Joko Widodo pada Jumat (14/10).

Kecelakaan Maut di Cibubur Jadi Peringatan Pentingnya Pemeriksaan Kelaikan Kendaraan
Indonesia
Kecelakaan Maut di Cibubur Jadi Peringatan Pentingnya Pemeriksaan Kelaikan Kendaraan

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengingatkan pentingnya pemeriksaan kelaikan kendaraan. Hal ini menanggapi soal kecelakaan maut truk Pertamina di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi.

1.501 Warga Kembali Terinfeksi COVID-19 Dalam Sehari
Indonesia
1.501 Warga Kembali Terinfeksi COVID-19 Dalam Sehari

Pemerintah memperbarui data terkait kasus Corona di Indonesia. Hari ini dilaporkan ada tambahan 1.501 kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Layanan Tur Setelah Umrah Kena PPN 0,55 Sampai 1,1 Persen
Indonesia
Layanan Tur Setelah Umrah Kena PPN 0,55 Sampai 1,1 Persen

Jasa keagamaan meliputi jasa pelayanan rumah ibadah, pemberian khotbah, penyelenggaraan kegiatan keagamaan, dan jasa lain di bidang keagamaan tidak dipungut PPN.

Gibran Tegaskan Komitmen Larangan Penjualan Daging Anjing
Indonesia
Gibran Tegaskan Komitmen Larangan Penjualan Daging Anjing

Gibran menyepakati terbitnya Surat Edaran (SE) larangan perdagangan daging anjing dalam waktu dekat.

Jokowi Cek Kesiapan Pembangunan Risha Bagi Korban Gempa Cianjur
Indonesia
Jokowi Cek Kesiapan Pembangunan Risha Bagi Korban Gempa Cianjur

Jumlah rumah rusak berat akibat gempa mencapai 8.151 rumah, sedangkan rumah rusak sedang mencapai 11.210 unit dan rusak ringan 18.469 unit.