Headline
 Komisi Yudisial Pantau 24 Persidangan Pemilu Selama 2019 Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Sukma Violetta (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Kasus sengketa pemilu yang terjadi di beberapa wilayah Tanah Air terus dipantau Komisi Yudisial (KY). Selama tahun 2019 sudah 24 pemantauan persidangan pemilu yang berkaitan dengan politik uang dan penggunaan fasilitas negara.

Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Sukma Violetta mengatakan pemantauan sidang merupakan langkah preventif untuk memastikan hakim bersikap independen dan imparsial dalam memutus, tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun, termasuk kepala daerah atau anggota DPR yang sedang berperkara.

"Pemantauan pemilu, siapa saja meminta KY agar dilakukan pemantauan di seluruh Indonesia maka KY akan ke sana ke pengadilan yang dimintakan pemantauannya," tutur Sukma Violetta di Jakarta, Senin (8/7).

Sukma Violetta
Sukma Violetta (Foto: antaranews)

Dalam menjalankan pemantauan, KY bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dan daerah, universitas serta lembaga masyarakat karena penanganan pemilu waktunya terbatas.

"Saat dilimpahkan pengadilan waktu terlalu terbatas, kami peroleh informasi Sentra Gakkumdu, putusan status di Gakkumdu, lihat Gakkumdu untuk putusan dan melakukan persiapan pemantauan," ujar Violetta sebagiamana dilansir Antara.

Sementara itu, 10 propinsi yang terbanyak menyampaikan permohonan pemantauan persidangan ke KY adalah DKI Jakarta sebanyak 50 permohonan, Jawa Timur 34 permohonan, Jawa Tengah 26 permohonan, Jawa Barat 18 permohonan.

BACA JUGA: Petinggi Golkar Ungkap Ada Isyarat Percepat Munas dari Presiden Jokowi

Pemuda Muhammadiyah Keberatan Disebut Terlibat dalam Kerusuhan 22 Mei

Selanjutnya Riau 14 permohonan, Sumatera Utara delapan permohonan, Papua delapan permohonan, Sulawesi Barat delapan permohonan, Sulawesi Utara delapan permohonan, Banten lima permohonan dan Sumatera Barat juga lima permohonan.

Dari seluruh permohonan tersebut, perkara perdata mendominasi permohonan untuk dipantau. Ada pula pidana biasa, Tata Usaha Negara, lingkungan dan agama.(*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Akibat PSBB, Ketua MPR Prediksi Ekonomi Indonesia Memburuk
Indonesia
Akibat PSBB, Ketua MPR Prediksi Ekonomi Indonesia Memburuk

Perekonomian negara yang terus memburuk akan menyebabkan semakin banyak orang menderita akibat kemiskinan atau masyarakat tidak berpenghasilan lagi akibat PHK.

Wabah COVID-19, Pemprov Jateng Batalkan Mudik Gratis 1.068 Bus
Indonesia
Wabah COVID-19, Pemprov Jateng Batalkan Mudik Gratis 1.068 Bus

"Ya pembatalan program mudik gratis ini bertujuan mencegah penularan virus corona yang semakin meluas," ujar Satriyo

Tito Wajibkan Nomenklatur Pemadam Kebakaran Jadi Dinas Tersendiri
Indonesia
Tito Wajibkan Nomenklatur Pemadam Kebakaran Jadi Dinas Tersendiri

Secara jumlah hampir seluruh daerah menyatakan masih terdapat kekurangan tenaga Damkar sesuai dengan ketentuan yang ada

Korban Kekerasan Seksual Sulit Dapat Perlindungan, DPR Didesak Prioritaskan RUU PKS
Indonesia
Korban Kekerasan Seksual Sulit Dapat Perlindungan, DPR Didesak Prioritaskan RUU PKS

DPR dan pemerintah mesti mengerti melindungi korban kekerasan seksual

Ba'asyir Dirawat 4 Hari di RS, Putra Bungsu: Kondisinya Mulai Membaik
Indonesia
Ba'asyir Dirawat 4 Hari di RS, Putra Bungsu: Kondisinya Mulai Membaik

Kesehatan Abu Bakar Ba'asyir dikabarkan sedang menurun dan dirawat di rumah sakit.

Kasus Nurhadi, KPK Periksa Bos PT Delta Beton Roy Tanuwidjaja
Indonesia
Kasus Nurhadi, KPK Periksa Bos PT Delta Beton Roy Tanuwidjaja

Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA itu, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka.

Masuk Pesta Nikah Kapolsek Kembangan Tidak Bisa Sembarangan, Pakai Barcode!
Indonesia
Masuk Pesta Nikah Kapolsek Kembangan Tidak Bisa Sembarangan, Pakai Barcode!

Disitu para tamu yang sudah diizinkan masuk juga diminta agar memakai hand sanitizer

Bioskop 29 Juli Dibuka, Pimpinan DPRD: Keterlaluan Amat Ini
Indonesia
Bioskop 29 Juli Dibuka, Pimpinan DPRD: Keterlaluan Amat Ini

Seharusnya proses belajar di sekolah dibuka dahulu dibandingkan dengan sektor lain baik bioskop ataupun hiburan malam.

Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 37.420, Meninggal 2.091
Indonesia
Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 37.420, Meninggal 2.091

Jumlah itu didapat berdasarkan hasil pendataan sejak 12 Juni 2020 hingga 13 Juni 2020 pukul 12.00 WIB.

Polisi Bekuk Pelaku Penikaman Timses Cawalkot Makassar
Indonesia
Polisi Bekuk Pelaku Penikaman Timses Cawalkot Makassar

Salah satu pendukung pasangan calon Wali Kota Makassar berinisial MM (48) menjadi korban penikaman oleh orang tidak dikenal.